alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bersaing dengan 205 Peserta, Angkat Tema tentang Potensi Energi Terbarukan

Tegar Ramadani dan Rinta Setyo Minarti mencatatkan nama sebagai juara II dalam kompetisi penulisan karya ilmiah remaja tingkat nasional di UISI Gresik. Keduanya berhasil menyingkirkan 205 pesaingnya dengan penelitiannya tentang potensi efektivitas bioetanol dan asap cair dari limbah batang pisang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam ajang Engineering Week Management 6 di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik, dua pelajar XI IPA SMA Nuris itu mempresentasikan hasil karyanya yang diberi nama, The Power of Bioethanol and Smoke Liquid of Banana Stem (Polinatem).

Tak mudah keduanya keluar sebagai juara. Sebab, mereka harus bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah dengan label favorit untuk bisa masuk 16 besar, berlanjut dengan 5 finalis hingga perebutan juara I, II, dan III.

Dalam penelitiannya, mereka mengkaji dan membuat studi potensi efektivitas bioetanol dan asap cair dari limbah batang pisang. Rintan Setyo Minarti, salah satu siswa berprestasi itu, mengatakan, penelitian yang berlokasi di Antirogo, Sumbersari, itu dilatarbelakangi karena penurunan minyak bumi di Indonesia yang semakin drastis.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hasilnya, bioetanol memiliki efektivitas pembakaran yang lebih banyak menghasilkan kalor dibandingkan asap cair. Sedangkan saat pembakarannya, bioetanol juga lebih unggul dibandingkan asap cair dengan waktu pembakaran yang lebih lama,” jelasnya.

Kerja keras, doa, serta usaha sudah pasti jadi perkara wajib yang dilakukan keduanya hingga pulang membawa juara. Bahkan, mereka mengaku sempat grogi saat bersaing dengan peserta yang notabene dari sekolah negeri berkualitas. Seperti SMA Negeri 90 Jakarta, SMKN 7 Kediri, SMA 4 Pamekasan, dan lainnya.

“Sedangkan kami satu-satunya dari Jember. Tapi kerja keras dan usaha terbaik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa kami sehingga bisa juara,” tambah Tegar Ramadani, salah satu dari dua siswa yang berprestasi itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam ajang Engineering Week Management 6 di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik, dua pelajar XI IPA SMA Nuris itu mempresentasikan hasil karyanya yang diberi nama, The Power of Bioethanol and Smoke Liquid of Banana Stem (Polinatem).

Tak mudah keduanya keluar sebagai juara. Sebab, mereka harus bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah dengan label favorit untuk bisa masuk 16 besar, berlanjut dengan 5 finalis hingga perebutan juara I, II, dan III.

Dalam penelitiannya, mereka mengkaji dan membuat studi potensi efektivitas bioetanol dan asap cair dari limbah batang pisang. Rintan Setyo Minarti, salah satu siswa berprestasi itu, mengatakan, penelitian yang berlokasi di Antirogo, Sumbersari, itu dilatarbelakangi karena penurunan minyak bumi di Indonesia yang semakin drastis.

“Hasilnya, bioetanol memiliki efektivitas pembakaran yang lebih banyak menghasilkan kalor dibandingkan asap cair. Sedangkan saat pembakarannya, bioetanol juga lebih unggul dibandingkan asap cair dengan waktu pembakaran yang lebih lama,” jelasnya.

Kerja keras, doa, serta usaha sudah pasti jadi perkara wajib yang dilakukan keduanya hingga pulang membawa juara. Bahkan, mereka mengaku sempat grogi saat bersaing dengan peserta yang notabene dari sekolah negeri berkualitas. Seperti SMA Negeri 90 Jakarta, SMKN 7 Kediri, SMA 4 Pamekasan, dan lainnya.

“Sedangkan kami satu-satunya dari Jember. Tapi kerja keras dan usaha terbaik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa kami sehingga bisa juara,” tambah Tegar Ramadani, salah satu dari dua siswa yang berprestasi itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam ajang Engineering Week Management 6 di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik, dua pelajar XI IPA SMA Nuris itu mempresentasikan hasil karyanya yang diberi nama, The Power of Bioethanol and Smoke Liquid of Banana Stem (Polinatem).

Tak mudah keduanya keluar sebagai juara. Sebab, mereka harus bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah dengan label favorit untuk bisa masuk 16 besar, berlanjut dengan 5 finalis hingga perebutan juara I, II, dan III.

Dalam penelitiannya, mereka mengkaji dan membuat studi potensi efektivitas bioetanol dan asap cair dari limbah batang pisang. Rintan Setyo Minarti, salah satu siswa berprestasi itu, mengatakan, penelitian yang berlokasi di Antirogo, Sumbersari, itu dilatarbelakangi karena penurunan minyak bumi di Indonesia yang semakin drastis.

“Hasilnya, bioetanol memiliki efektivitas pembakaran yang lebih banyak menghasilkan kalor dibandingkan asap cair. Sedangkan saat pembakarannya, bioetanol juga lebih unggul dibandingkan asap cair dengan waktu pembakaran yang lebih lama,” jelasnya.

Kerja keras, doa, serta usaha sudah pasti jadi perkara wajib yang dilakukan keduanya hingga pulang membawa juara. Bahkan, mereka mengaku sempat grogi saat bersaing dengan peserta yang notabene dari sekolah negeri berkualitas. Seperti SMA Negeri 90 Jakarta, SMKN 7 Kediri, SMA 4 Pamekasan, dan lainnya.

“Sedangkan kami satu-satunya dari Jember. Tapi kerja keras dan usaha terbaik. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa kami sehingga bisa juara,” tambah Tegar Ramadani, salah satu dari dua siswa yang berprestasi itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/