alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Perempuan Ini Menjadi Doktor Termuda di IAIN Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Ia juga membeberkan karya disertasinya yang mengkaji tentang konseptualisasi kebijakan hak hukum bagi diaspora Indonesia dalam konteks negara kesejahteraan. Ide penggarapan disertasi itu berawal dari keingintahuannya terhadap fenomena diaspora yang menjadi fenomena global dengan tren positif meningkatnya imigran sukses di abad ke 21.

Menurutnya, diaspora lahir menjadi komunitas besar yang memiliki experience tinggi dalam perjalanan hidup dengan global networking yang sangat kuat. Ini bisa menjadi devisa besar atau remitansi bagi suatu negara. “Karena itu, dalam menentukan strategi pembangunan ke depan, pemerintah Indonesia perlu mempunyai strategi mengenai kebijakan diaspora secara jelas agar dapat memanfaatkan aset, jaringan, dan brain power yang dimiliki diaspora Indonesia,” jelasnya.

Dalam disertasinya pula, perempuan yang juga mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Jember ini menggali data di beberapa tempat. Seperti di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain di luar negeri, di dalam negeri ia menggali data dari beberapa lembaga dan kementerian. Seperti di Kemenkumham RI, Kemenlu, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Perlindugan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, DPR RI, Ikatan Indonesian Diaspora Network Indonesia (IDN), dan lainnya.

Karenanya, penelitian Uyun menawarkan konsep ideal perlindungan hak hukum bagi diaspora Indonesia yang didasarkan pada paradigma One Pancasila Identity Concept (OPIC). “OPIC inilah yang menjadi landasan untuk memperjelas tujuan regulasi tentang pengaturan hak hukum diaspora yang seutuhnya,” jelasnya.

Kini, usai menjadi doktor muda, ia masih menjalani kesibukannya sebagai civitas akademika di IAIN Jember. Gelar doktor itu kian berkesan karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Ia berharap, pengalamannya itu bisa menginspirasi perempuan lain untuk terus berkiprah dan memperbanyak karya.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Wildan for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Ia juga membeberkan karya disertasinya yang mengkaji tentang konseptualisasi kebijakan hak hukum bagi diaspora Indonesia dalam konteks negara kesejahteraan. Ide penggarapan disertasi itu berawal dari keingintahuannya terhadap fenomena diaspora yang menjadi fenomena global dengan tren positif meningkatnya imigran sukses di abad ke 21.

Menurutnya, diaspora lahir menjadi komunitas besar yang memiliki experience tinggi dalam perjalanan hidup dengan global networking yang sangat kuat. Ini bisa menjadi devisa besar atau remitansi bagi suatu negara. “Karena itu, dalam menentukan strategi pembangunan ke depan, pemerintah Indonesia perlu mempunyai strategi mengenai kebijakan diaspora secara jelas agar dapat memanfaatkan aset, jaringan, dan brain power yang dimiliki diaspora Indonesia,” jelasnya.

Dalam disertasinya pula, perempuan yang juga mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Jember ini menggali data di beberapa tempat. Seperti di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia.

Selain di luar negeri, di dalam negeri ia menggali data dari beberapa lembaga dan kementerian. Seperti di Kemenkumham RI, Kemenlu, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Perlindugan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, DPR RI, Ikatan Indonesian Diaspora Network Indonesia (IDN), dan lainnya.

Karenanya, penelitian Uyun menawarkan konsep ideal perlindungan hak hukum bagi diaspora Indonesia yang didasarkan pada paradigma One Pancasila Identity Concept (OPIC). “OPIC inilah yang menjadi landasan untuk memperjelas tujuan regulasi tentang pengaturan hak hukum diaspora yang seutuhnya,” jelasnya.

Kini, usai menjadi doktor muda, ia masih menjalani kesibukannya sebagai civitas akademika di IAIN Jember. Gelar doktor itu kian berkesan karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Ia berharap, pengalamannya itu bisa menginspirasi perempuan lain untuk terus berkiprah dan memperbanyak karya.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Wildan for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

Ia juga membeberkan karya disertasinya yang mengkaji tentang konseptualisasi kebijakan hak hukum bagi diaspora Indonesia dalam konteks negara kesejahteraan. Ide penggarapan disertasi itu berawal dari keingintahuannya terhadap fenomena diaspora yang menjadi fenomena global dengan tren positif meningkatnya imigran sukses di abad ke 21.

Menurutnya, diaspora lahir menjadi komunitas besar yang memiliki experience tinggi dalam perjalanan hidup dengan global networking yang sangat kuat. Ini bisa menjadi devisa besar atau remitansi bagi suatu negara. “Karena itu, dalam menentukan strategi pembangunan ke depan, pemerintah Indonesia perlu mempunyai strategi mengenai kebijakan diaspora secara jelas agar dapat memanfaatkan aset, jaringan, dan brain power yang dimiliki diaspora Indonesia,” jelasnya.

Dalam disertasinya pula, perempuan yang juga mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Jember ini menggali data di beberapa tempat. Seperti di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia.

Selain di luar negeri, di dalam negeri ia menggali data dari beberapa lembaga dan kementerian. Seperti di Kemenkumham RI, Kemenlu, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Perlindugan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, DPR RI, Ikatan Indonesian Diaspora Network Indonesia (IDN), dan lainnya.

Karenanya, penelitian Uyun menawarkan konsep ideal perlindungan hak hukum bagi diaspora Indonesia yang didasarkan pada paradigma One Pancasila Identity Concept (OPIC). “OPIC inilah yang menjadi landasan untuk memperjelas tujuan regulasi tentang pengaturan hak hukum diaspora yang seutuhnya,” jelasnya.

Kini, usai menjadi doktor muda, ia masih menjalani kesibukannya sebagai civitas akademika di IAIN Jember. Gelar doktor itu kian berkesan karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Ia berharap, pengalamannya itu bisa menginspirasi perempuan lain untuk terus berkiprah dan memperbanyak karya.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Wildan for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/