alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Perempuan Ini Menjadi Doktor Termuda di IAIN Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu Dosen IAIN Jember berhasil meraih gelar doktor pada usia yang tergolong muda, 27 tahun. Ia adalah Dr Hj Qurrotul Uyun SH MH. Perempuan kelahiran Jember 1993 ini baru saja merampungkan ujian akhir program doktor ilmu hukum bidang hukum tata negara (HTN) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, 21 April 2021 kemarin.

Capaiannya itu membuat perempuan yang mengajar di Fakultas Syariah IAIN Jember ini disebut-sebut doktor termuda di lingkungan IAIN Jember.

Riwayat pendidikannya diawali dari SDN Sumber Bulus 03 Ledokombo Jember. Lalu berlanjut ke MTs dan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren TMI Al-Amin Prenduan Sumenep, sejak 2004 hingga 2010.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada 2011, Uyun melanjutkan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jember dan selesai pada 2015 dengan predikat Cumlaude. Di tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum Fakultas Universitas Diponegoro Semarang dan selesai pada 2016 dengan masa studi 1 tahun 3 bulan dengan predikat Cumlaude.

Bahkan tak sampai di situ, pada akhir 2017, ia kembali melanjutkan studinya. Menempuh Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Dalam disertasinya, ia meneliti kebijakan hak hukum diaspora Indonesia di Asia Tenggara dan Australia. Hasilnya, ia kembali lulus dengan predikat Cumlaude.

Uyun berkata, selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat dirinya lanjut doktor. “Saya kuliah saat sebelum pandemi. Menyusun rancangan awal disertasi hingga proses penelitian di Australia, juga sebelum pandemi,” katanya.

Hal yang paling berkesan, kata dia, saat mengerjakan disertasi di tengah masa kehamilan. “Saat sebelum sidang seminar hasil penelitian, saya memasuki hamil bulan pertama. Saya ujian promosi doktor pada saat usia kehamilan sembilan bulan. Dokter memberikan prediksi kehamilan akhir bulan April ini. Mudah-mudahan lancar,” ungkap Uyun kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski menjalani proses penyelesaian disertasi saat masa kehamilan, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ia berkomitmen segera lulus dengan baik, mengikuti jejak suaminya Dr Wildan Hefni yang dua bulan sebelumnya juga telah menyandang doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada usia 29 tahun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu Dosen IAIN Jember berhasil meraih gelar doktor pada usia yang tergolong muda, 27 tahun. Ia adalah Dr Hj Qurrotul Uyun SH MH. Perempuan kelahiran Jember 1993 ini baru saja merampungkan ujian akhir program doktor ilmu hukum bidang hukum tata negara (HTN) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, 21 April 2021 kemarin.

Capaiannya itu membuat perempuan yang mengajar di Fakultas Syariah IAIN Jember ini disebut-sebut doktor termuda di lingkungan IAIN Jember.

Riwayat pendidikannya diawali dari SDN Sumber Bulus 03 Ledokombo Jember. Lalu berlanjut ke MTs dan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren TMI Al-Amin Prenduan Sumenep, sejak 2004 hingga 2010.

Pada 2011, Uyun melanjutkan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jember dan selesai pada 2015 dengan predikat Cumlaude. Di tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum Fakultas Universitas Diponegoro Semarang dan selesai pada 2016 dengan masa studi 1 tahun 3 bulan dengan predikat Cumlaude.

Bahkan tak sampai di situ, pada akhir 2017, ia kembali melanjutkan studinya. Menempuh Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Dalam disertasinya, ia meneliti kebijakan hak hukum diaspora Indonesia di Asia Tenggara dan Australia. Hasilnya, ia kembali lulus dengan predikat Cumlaude.

Uyun berkata, selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat dirinya lanjut doktor. “Saya kuliah saat sebelum pandemi. Menyusun rancangan awal disertasi hingga proses penelitian di Australia, juga sebelum pandemi,” katanya.

Hal yang paling berkesan, kata dia, saat mengerjakan disertasi di tengah masa kehamilan. “Saat sebelum sidang seminar hasil penelitian, saya memasuki hamil bulan pertama. Saya ujian promosi doktor pada saat usia kehamilan sembilan bulan. Dokter memberikan prediksi kehamilan akhir bulan April ini. Mudah-mudahan lancar,” ungkap Uyun kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski menjalani proses penyelesaian disertasi saat masa kehamilan, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ia berkomitmen segera lulus dengan baik, mengikuti jejak suaminya Dr Wildan Hefni yang dua bulan sebelumnya juga telah menyandang doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada usia 29 tahun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu Dosen IAIN Jember berhasil meraih gelar doktor pada usia yang tergolong muda, 27 tahun. Ia adalah Dr Hj Qurrotul Uyun SH MH. Perempuan kelahiran Jember 1993 ini baru saja merampungkan ujian akhir program doktor ilmu hukum bidang hukum tata negara (HTN) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, 21 April 2021 kemarin.

Capaiannya itu membuat perempuan yang mengajar di Fakultas Syariah IAIN Jember ini disebut-sebut doktor termuda di lingkungan IAIN Jember.

Riwayat pendidikannya diawali dari SDN Sumber Bulus 03 Ledokombo Jember. Lalu berlanjut ke MTs dan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren TMI Al-Amin Prenduan Sumenep, sejak 2004 hingga 2010.

Pada 2011, Uyun melanjutkan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jember dan selesai pada 2015 dengan predikat Cumlaude. Di tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum Fakultas Universitas Diponegoro Semarang dan selesai pada 2016 dengan masa studi 1 tahun 3 bulan dengan predikat Cumlaude.

Bahkan tak sampai di situ, pada akhir 2017, ia kembali melanjutkan studinya. Menempuh Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Dalam disertasinya, ia meneliti kebijakan hak hukum diaspora Indonesia di Asia Tenggara dan Australia. Hasilnya, ia kembali lulus dengan predikat Cumlaude.

Uyun berkata, selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat dirinya lanjut doktor. “Saya kuliah saat sebelum pandemi. Menyusun rancangan awal disertasi hingga proses penelitian di Australia, juga sebelum pandemi,” katanya.

Hal yang paling berkesan, kata dia, saat mengerjakan disertasi di tengah masa kehamilan. “Saat sebelum sidang seminar hasil penelitian, saya memasuki hamil bulan pertama. Saya ujian promosi doktor pada saat usia kehamilan sembilan bulan. Dokter memberikan prediksi kehamilan akhir bulan April ini. Mudah-mudahan lancar,” ungkap Uyun kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Meski menjalani proses penyelesaian disertasi saat masa kehamilan, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ia berkomitmen segera lulus dengan baik, mengikuti jejak suaminya Dr Wildan Hefni yang dua bulan sebelumnya juga telah menyandang doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada usia 29 tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/