alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pengembangan Sistem Pangan Jadi Syarat Utama Peningkatan Sektor Pertanian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketahanan global dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19, aktivitas manufaktur yang terus tumbuh ekspansif, serta peningkatan harga komoditas seiring geliat permintaan global menjadi landasan optimisme ekonomi global untuk pulih dengan cukup baik di tahun 2021 dan 2022.

Keberhasilan dalam pengendalian pandemi pada Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 5,2% akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat sesuai perkembangan situasi yang dinamis, dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan serta kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

Khusus sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sektor pertanian mampu bertahan sebagai buffer perekonomian.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022 yang diselenggarakan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), secara virtual pada Selasa (21/12).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketahanan global dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19, aktivitas manufaktur yang terus tumbuh ekspansif, serta peningkatan harga komoditas seiring geliat permintaan global menjadi landasan optimisme ekonomi global untuk pulih dengan cukup baik di tahun 2021 dan 2022.

Keberhasilan dalam pengendalian pandemi pada Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 5,2% akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat sesuai perkembangan situasi yang dinamis, dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan serta kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

Khusus sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sektor pertanian mampu bertahan sebagai buffer perekonomian.

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022 yang diselenggarakan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), secara virtual pada Selasa (21/12).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketahanan global dalam menghadapi tekanan pandemi Covid-19, aktivitas manufaktur yang terus tumbuh ekspansif, serta peningkatan harga komoditas seiring geliat permintaan global menjadi landasan optimisme ekonomi global untuk pulih dengan cukup baik di tahun 2021 dan 2022.

Keberhasilan dalam pengendalian pandemi pada Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 yang ditargetkan sebesar 5,2% akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat sesuai perkembangan situasi yang dinamis, dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan serta kesiapan untuk bertransformasi ke era digital.

Khusus sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sektor pertanian mampu bertahan sebagai buffer perekonomian.

“Dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022 yang diselenggarakan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), secara virtual pada Selasa (21/12).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/