alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Gerai Depo Bangunan Kini Telah Hadir di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki 2021, supermarket bahan bangunan terbesar di Indonesia, Depo Bangunan, genap berusia 21 tahun. Perusahaan yang dibangun pada 1996 oleh Kambiyanto Kettin dengan bendera PT Caturkarda Depo Bangunan ini, telah memiliki sembilan gerai yang tersebar di sejumlah daerah. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lampung. Setidaknya ada lebih dari tiga ribu pengunjung pada saat akhir pekan, dan seribu pengunjung saat weekdays untuk masing-masing gerai.

Pemilik Depo Bangunan Kambiyanto Kettin pun menceritakan perjalanan usahanya dalam membangun brand Depo Bangunan, hingga bisa sukses seperti saat ini. Dia mengatakan, inspirasi membangun supermarket bahan bangunan itu ia dapatkan saat tengah mengantar anaknya belajar ke luar negeri. Saat itu, ia melihat banyak toko bahan bangunan modern yang menawarkan cara berbelanja mudah, tanpa perlu berpindah dari satu toko ke toko lainnya alias on stop shopping.

“Dengan pengalaman tersebut yang membuat saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Butuh waktu yang panjang untuk mempelajari strategi berbisnis swalayan bahan bangunan yang masih belum ada di Indonesia itu. Setelah dirasa cukup, kemudian, dia bersama Johnny teman akrabnya, mulai membangun gerai Depo Bangunan pertama pada 5 Oktober 1996, di Kalimalang, Jakarta Timur.

Dia menyebut, sepak terjang untuk membesarkan usahanya tidaklah mudah. Apalagi, ketika mengingat kerusuhan yang terjadi di tahun 1998, yang sempat menghancurkan gerai pertamanya tersebut. Namun, bagi Kambiyanto, hal itu ia jadikan pelajaran dan tak lama, ia pun berusaha bangkit dengan membuka gerai kedua di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Lebih jauh, Kambiyanto menjelaskan, pada 2004 lalu ia juga membangun gerai ketiga di daerah Sidoarjo di bawah komando Johnny. Kemudian pada 2007 Depo Bangunan menambah dua gerai sekaligus yang berlokasi di dua kota besar, yakni Bandung dan Malang.

Semakin lama, usaha tersebut semakin diminati masyarakat. Cabang Depo Bangunan akhirnya diperluas hingga ke Denpasar pada 2011, kemudian di Bogor pada 2013, lanjut di Bekasi pada 2018, serta Bandar Lampung pada 2019. Kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan dengan pelayanan yang memuaskan dan harga terjangkau, semakin terlihat. Termasuk di Kabupaten Jember, yang kini perekonomiannya semakin meningkat. Di Jember, gerai Depo Bangunan berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli. Tak jauh dari Kantor Polsek Kaliwates.

Depo Bangunan memutuskan untuk membuka gerai ke 10 nya, di kabuparen wilayah timur Jawa itu, meski sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki 2021, supermarket bahan bangunan terbesar di Indonesia, Depo Bangunan, genap berusia 21 tahun. Perusahaan yang dibangun pada 1996 oleh Kambiyanto Kettin dengan bendera PT Caturkarda Depo Bangunan ini, telah memiliki sembilan gerai yang tersebar di sejumlah daerah. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lampung. Setidaknya ada lebih dari tiga ribu pengunjung pada saat akhir pekan, dan seribu pengunjung saat weekdays untuk masing-masing gerai.

Pemilik Depo Bangunan Kambiyanto Kettin pun menceritakan perjalanan usahanya dalam membangun brand Depo Bangunan, hingga bisa sukses seperti saat ini. Dia mengatakan, inspirasi membangun supermarket bahan bangunan itu ia dapatkan saat tengah mengantar anaknya belajar ke luar negeri. Saat itu, ia melihat banyak toko bahan bangunan modern yang menawarkan cara berbelanja mudah, tanpa perlu berpindah dari satu toko ke toko lainnya alias on stop shopping.

“Dengan pengalaman tersebut yang membuat saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Butuh waktu yang panjang untuk mempelajari strategi berbisnis swalayan bahan bangunan yang masih belum ada di Indonesia itu. Setelah dirasa cukup, kemudian, dia bersama Johnny teman akrabnya, mulai membangun gerai Depo Bangunan pertama pada 5 Oktober 1996, di Kalimalang, Jakarta Timur.

Dia menyebut, sepak terjang untuk membesarkan usahanya tidaklah mudah. Apalagi, ketika mengingat kerusuhan yang terjadi di tahun 1998, yang sempat menghancurkan gerai pertamanya tersebut. Namun, bagi Kambiyanto, hal itu ia jadikan pelajaran dan tak lama, ia pun berusaha bangkit dengan membuka gerai kedua di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Lebih jauh, Kambiyanto menjelaskan, pada 2004 lalu ia juga membangun gerai ketiga di daerah Sidoarjo di bawah komando Johnny. Kemudian pada 2007 Depo Bangunan menambah dua gerai sekaligus yang berlokasi di dua kota besar, yakni Bandung dan Malang.

Semakin lama, usaha tersebut semakin diminati masyarakat. Cabang Depo Bangunan akhirnya diperluas hingga ke Denpasar pada 2011, kemudian di Bogor pada 2013, lanjut di Bekasi pada 2018, serta Bandar Lampung pada 2019. Kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan dengan pelayanan yang memuaskan dan harga terjangkau, semakin terlihat. Termasuk di Kabupaten Jember, yang kini perekonomiannya semakin meningkat. Di Jember, gerai Depo Bangunan berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli. Tak jauh dari Kantor Polsek Kaliwates.

Depo Bangunan memutuskan untuk membuka gerai ke 10 nya, di kabuparen wilayah timur Jawa itu, meski sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki 2021, supermarket bahan bangunan terbesar di Indonesia, Depo Bangunan, genap berusia 21 tahun. Perusahaan yang dibangun pada 1996 oleh Kambiyanto Kettin dengan bendera PT Caturkarda Depo Bangunan ini, telah memiliki sembilan gerai yang tersebar di sejumlah daerah. Seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lampung. Setidaknya ada lebih dari tiga ribu pengunjung pada saat akhir pekan, dan seribu pengunjung saat weekdays untuk masing-masing gerai.

Pemilik Depo Bangunan Kambiyanto Kettin pun menceritakan perjalanan usahanya dalam membangun brand Depo Bangunan, hingga bisa sukses seperti saat ini. Dia mengatakan, inspirasi membangun supermarket bahan bangunan itu ia dapatkan saat tengah mengantar anaknya belajar ke luar negeri. Saat itu, ia melihat banyak toko bahan bangunan modern yang menawarkan cara berbelanja mudah, tanpa perlu berpindah dari satu toko ke toko lainnya alias on stop shopping.

“Dengan pengalaman tersebut yang membuat saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Butuh waktu yang panjang untuk mempelajari strategi berbisnis swalayan bahan bangunan yang masih belum ada di Indonesia itu. Setelah dirasa cukup, kemudian, dia bersama Johnny teman akrabnya, mulai membangun gerai Depo Bangunan pertama pada 5 Oktober 1996, di Kalimalang, Jakarta Timur.

Dia menyebut, sepak terjang untuk membesarkan usahanya tidaklah mudah. Apalagi, ketika mengingat kerusuhan yang terjadi di tahun 1998, yang sempat menghancurkan gerai pertamanya tersebut. Namun, bagi Kambiyanto, hal itu ia jadikan pelajaran dan tak lama, ia pun berusaha bangkit dengan membuka gerai kedua di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Lebih jauh, Kambiyanto menjelaskan, pada 2004 lalu ia juga membangun gerai ketiga di daerah Sidoarjo di bawah komando Johnny. Kemudian pada 2007 Depo Bangunan menambah dua gerai sekaligus yang berlokasi di dua kota besar, yakni Bandung dan Malang.

Semakin lama, usaha tersebut semakin diminati masyarakat. Cabang Depo Bangunan akhirnya diperluas hingga ke Denpasar pada 2011, kemudian di Bogor pada 2013, lanjut di Bekasi pada 2018, serta Bandar Lampung pada 2019. Kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan dengan pelayanan yang memuaskan dan harga terjangkau, semakin terlihat. Termasuk di Kabupaten Jember, yang kini perekonomiannya semakin meningkat. Di Jember, gerai Depo Bangunan berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli. Tak jauh dari Kantor Polsek Kaliwates.

Depo Bangunan memutuskan untuk membuka gerai ke 10 nya, di kabuparen wilayah timur Jawa itu, meski sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/