alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Orang Indonesia Tidak Takut Berobat Karena Adanya JKN-KIS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti, terkadang kita lupa bahkan enggan untuk menjaga dan memproteksi diri agar terhindar dari risiko sakit. Hal ini tidak berlaku bagi Andi Tri Laksono (34), Tenaga Keamanan di salah satu perusahaan di Kabupaten Jember.

Menurutnya menjadi peserta Program JKN bukan semata-mata hanya digunakan ketika sedang sakit, melainkan lebih dari itu sebagai bentuk kesadaran kita atas pentingnya Program JKN ini untuk menolong sesama.

“Saya sebelum bekerja diperusahaan ini, awalnya saya adalah peserta BPJS Kesehatan mandiri dan saya ikut Program ini untuk jaga-jaga kalau saya sakit atau keluarga saya yang sakit. kalau sakit baru mendaftar, kan ya tidak bisa, karena masih harus menunggu, tetapi diluar itu semua yang terpenting adalah kita bisa menolong orang yang membutuhkan melalui program ini,” ucap Andi membeberkan alasannya mengikuti program JKN.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ditanya apakah dirinya pernah memanfaat program ini sejak menjadi peserta JKN-KIS, Andi menjawab belum pernah dan tidak ingin menggunakannya.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini saya tidak pernah menggunakannya dan semoga jangan pernah menggunakan kartu ini, artinya apa, saya tidak mau sakit,”jawab Andi sambil tertawa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti, terkadang kita lupa bahkan enggan untuk menjaga dan memproteksi diri agar terhindar dari risiko sakit. Hal ini tidak berlaku bagi Andi Tri Laksono (34), Tenaga Keamanan di salah satu perusahaan di Kabupaten Jember.

Menurutnya menjadi peserta Program JKN bukan semata-mata hanya digunakan ketika sedang sakit, melainkan lebih dari itu sebagai bentuk kesadaran kita atas pentingnya Program JKN ini untuk menolong sesama.

“Saya sebelum bekerja diperusahaan ini, awalnya saya adalah peserta BPJS Kesehatan mandiri dan saya ikut Program ini untuk jaga-jaga kalau saya sakit atau keluarga saya yang sakit. kalau sakit baru mendaftar, kan ya tidak bisa, karena masih harus menunggu, tetapi diluar itu semua yang terpenting adalah kita bisa menolong orang yang membutuhkan melalui program ini,” ucap Andi membeberkan alasannya mengikuti program JKN.

Saat ditanya apakah dirinya pernah memanfaat program ini sejak menjadi peserta JKN-KIS, Andi menjawab belum pernah dan tidak ingin menggunakannya.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini saya tidak pernah menggunakannya dan semoga jangan pernah menggunakan kartu ini, artinya apa, saya tidak mau sakit,”jawab Andi sambil tertawa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti, terkadang kita lupa bahkan enggan untuk menjaga dan memproteksi diri agar terhindar dari risiko sakit. Hal ini tidak berlaku bagi Andi Tri Laksono (34), Tenaga Keamanan di salah satu perusahaan di Kabupaten Jember.

Menurutnya menjadi peserta Program JKN bukan semata-mata hanya digunakan ketika sedang sakit, melainkan lebih dari itu sebagai bentuk kesadaran kita atas pentingnya Program JKN ini untuk menolong sesama.

“Saya sebelum bekerja diperusahaan ini, awalnya saya adalah peserta BPJS Kesehatan mandiri dan saya ikut Program ini untuk jaga-jaga kalau saya sakit atau keluarga saya yang sakit. kalau sakit baru mendaftar, kan ya tidak bisa, karena masih harus menunggu, tetapi diluar itu semua yang terpenting adalah kita bisa menolong orang yang membutuhkan melalui program ini,” ucap Andi membeberkan alasannya mengikuti program JKN.

Saat ditanya apakah dirinya pernah memanfaat program ini sejak menjadi peserta JKN-KIS, Andi menjawab belum pernah dan tidak ingin menggunakannya.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini saya tidak pernah menggunakannya dan semoga jangan pernah menggunakan kartu ini, artinya apa, saya tidak mau sakit,”jawab Andi sambil tertawa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca