alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Dosen dan Mahasiswa Polije Berdayakan Penjual Ikan di Pantai Puger Jember

Melalui Pengelolaan Hasil Laut Menjadi Abon Aneka Ikan Laut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) ternyata tidak hanya menjalankan aktivitas akademik di kampus saja. Mereka juga terjun langsung ke lapangan dengan melakukan pengabdian masyarakat. Yakni dengan memberdayakan penjual ikan di Pantai Puger, Jember.

Tim dosen dan mahasiswa tersebut terdiri dari lima orang. Mereka adalah Dr Ir Suci Wulandari, MSi (ketua) Dr Ir Ujang Suryadi, MP (anggota), Dyah Nuning Erawati, Sp, MP (anggota), serta Irma Noviyanti (Mahasiswa) dan Ivane Desthira Putri Andini (Mahasiswa).

Pantai Puger dipilih karena merupakan pantai penangkapan ikan di Jember, di samping sebagai destinasi wisata. Mata pencaharian masyarakat Puger umumnya bergerak dalam bidang perikanan, seperti nelayan dan pedagang ikan. Produksi terbanyak di pantai Puger adalah ikan layang bonggol sebesar 165.413 kg, kemudian diikuti ikan tongkol pisang balaki sebesar 1550.106 kg, juga ada ikan lainnya seperti cakalang dan julung-julung. Terkadang ada pula kakap merah, teri dan lemuru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pendapatan masyarakat Puger tergantung terhadap sektor perikanan yang sangat tergantung musim. Di mana musim ikan umumnya pada saat bulan Juli sampai Desember. Untuk mendapatkan penghasilan lain, mereka ada yang membuka toko kelontong, membuat kapal, menambang kapur, dan menjadi buruh pabrik.

KOMPAK: Peserta kegiatan pengabdian dan Tim pengabdian Polije

Hanya saja, pengetahuan mereka tentang pengolahan hasil ikan laut masih sangat kurang. Untuk itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 kali ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang aplikasi teknologi pengolahan hasil ikan laut menjadi produk ‘Abon Aneka Ikan Laut’ dan memberikan pembekalan metode pemasarannya.

Harapannya produk abon aneka ikan laut ini dapat meningkatkan nilai tambah dagangan ikan yang dijual ataupun memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual segar, sehingga akan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, juga diversifikasi usaha untuk mengurangi ketergantungan dari satu macam pendapatan yang sangat tergantung musim yaitu penjualan ikan segar. Diversifikasi mengurangi risiko dari kegagalan penghidupan dengan bertumpu pada lebih dari satu sumber pendapatan. Pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan, utamanya dari segi kualitas produk juga teknologi pemasarannya, sehingga usahanya akan dapat berkembang dan akan menjadi produk unggulan masyarakat Puger.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di UD Dua Berlian. Pesertanya adalah pemilik UD Dua Berlian dan beberapa istri-istri nelayan dan penjual ikan wilayah pantai Puger. Hal ini sesuai dengan permintaan dari UD Dua Berlian kepada Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije).

Harapannya keberhasilan Program pengolahan hasil laut menjadi abon aneka ikan laut ini dapat ditiru oleh masyarakat/pengusaha lainnya di daerah Puger yang belum ikut secara langsung dalam kegiatan ini.

UD Dua Berlian merupakan usaha keluarga yang bergerak dalam bidang penjualan ikan laut. Pemilik sekaligus sebagai pemimpin usaha adalah Hasan Nudin, 62. Dalam kegiatannya dibantu oleh istri, 59, serta tiga orang tenaga kerja yang berasal dari daerah Puger dan sekitarnya.

Rata-rata penjualan setiap harinya sebesar 50 kg, yang terdiri bermacam-macam ikan, seperti: ikan layur, tongkol pisang, layang benggol, dan kakap merah. Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah produksi ikan di pantai Puger tergantung dari musim, yaitu banyak ikan terjadi pada bulan Juli sampai Desember. Permasalahan lain adalah adalah jika ikan tidak segera laku harganya akan turun, sehingga pendapatannya menjadi berkurang.

Untuk mengatasi pendapatan yang tidak kontinyu dan tidak menentu tersebut, UD Dua Berlian memproduksi terasi Puger, namun dalam pelaksanaannya memenuhi kendala, yaitu masalah bahan baku yang juga tergantung musim. Musim rebon biasanya terjadi pada bulan Mei sampai Juli, tapi terkadang sampai setahun tidak ada rebon udang sebagai bahan baku, sehingga tidak bisa produksi terasi secara rutin setiap bulannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 pada skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM). Harapannya dapat terjadi transfer teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat Puger yang diwakilkan oleh UD Dua Berlian. “Keberhasilan pengabdian ini dapat sebagai percontohan bagi pengusaha lain di Puger dan akan dapat menjadi produk unggulan khas Puger yang menarik,” ungkap Dr Ir Suci Wulandari, Msi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) ternyata tidak hanya menjalankan aktivitas akademik di kampus saja. Mereka juga terjun langsung ke lapangan dengan melakukan pengabdian masyarakat. Yakni dengan memberdayakan penjual ikan di Pantai Puger, Jember.

Tim dosen dan mahasiswa tersebut terdiri dari lima orang. Mereka adalah Dr Ir Suci Wulandari, MSi (ketua) Dr Ir Ujang Suryadi, MP (anggota), Dyah Nuning Erawati, Sp, MP (anggota), serta Irma Noviyanti (Mahasiswa) dan Ivane Desthira Putri Andini (Mahasiswa).

Pantai Puger dipilih karena merupakan pantai penangkapan ikan di Jember, di samping sebagai destinasi wisata. Mata pencaharian masyarakat Puger umumnya bergerak dalam bidang perikanan, seperti nelayan dan pedagang ikan. Produksi terbanyak di pantai Puger adalah ikan layang bonggol sebesar 165.413 kg, kemudian diikuti ikan tongkol pisang balaki sebesar 1550.106 kg, juga ada ikan lainnya seperti cakalang dan julung-julung. Terkadang ada pula kakap merah, teri dan lemuru.

Pendapatan masyarakat Puger tergantung terhadap sektor perikanan yang sangat tergantung musim. Di mana musim ikan umumnya pada saat bulan Juli sampai Desember. Untuk mendapatkan penghasilan lain, mereka ada yang membuka toko kelontong, membuat kapal, menambang kapur, dan menjadi buruh pabrik.

KOMPAK: Peserta kegiatan pengabdian dan Tim pengabdian Polije

Hanya saja, pengetahuan mereka tentang pengolahan hasil ikan laut masih sangat kurang. Untuk itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 kali ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang aplikasi teknologi pengolahan hasil ikan laut menjadi produk ‘Abon Aneka Ikan Laut’ dan memberikan pembekalan metode pemasarannya.

Harapannya produk abon aneka ikan laut ini dapat meningkatkan nilai tambah dagangan ikan yang dijual ataupun memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual segar, sehingga akan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, juga diversifikasi usaha untuk mengurangi ketergantungan dari satu macam pendapatan yang sangat tergantung musim yaitu penjualan ikan segar. Diversifikasi mengurangi risiko dari kegagalan penghidupan dengan bertumpu pada lebih dari satu sumber pendapatan. Pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan, utamanya dari segi kualitas produk juga teknologi pemasarannya, sehingga usahanya akan dapat berkembang dan akan menjadi produk unggulan masyarakat Puger.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di UD Dua Berlian. Pesertanya adalah pemilik UD Dua Berlian dan beberapa istri-istri nelayan dan penjual ikan wilayah pantai Puger. Hal ini sesuai dengan permintaan dari UD Dua Berlian kepada Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije).

Harapannya keberhasilan Program pengolahan hasil laut menjadi abon aneka ikan laut ini dapat ditiru oleh masyarakat/pengusaha lainnya di daerah Puger yang belum ikut secara langsung dalam kegiatan ini.

UD Dua Berlian merupakan usaha keluarga yang bergerak dalam bidang penjualan ikan laut. Pemilik sekaligus sebagai pemimpin usaha adalah Hasan Nudin, 62. Dalam kegiatannya dibantu oleh istri, 59, serta tiga orang tenaga kerja yang berasal dari daerah Puger dan sekitarnya.

Rata-rata penjualan setiap harinya sebesar 50 kg, yang terdiri bermacam-macam ikan, seperti: ikan layur, tongkol pisang, layang benggol, dan kakap merah. Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah produksi ikan di pantai Puger tergantung dari musim, yaitu banyak ikan terjadi pada bulan Juli sampai Desember. Permasalahan lain adalah adalah jika ikan tidak segera laku harganya akan turun, sehingga pendapatannya menjadi berkurang.

Untuk mengatasi pendapatan yang tidak kontinyu dan tidak menentu tersebut, UD Dua Berlian memproduksi terasi Puger, namun dalam pelaksanaannya memenuhi kendala, yaitu masalah bahan baku yang juga tergantung musim. Musim rebon biasanya terjadi pada bulan Mei sampai Juli, tapi terkadang sampai setahun tidak ada rebon udang sebagai bahan baku, sehingga tidak bisa produksi terasi secara rutin setiap bulannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 pada skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM). Harapannya dapat terjadi transfer teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat Puger yang diwakilkan oleh UD Dua Berlian. “Keberhasilan pengabdian ini dapat sebagai percontohan bagi pengusaha lain di Puger dan akan dapat menjadi produk unggulan khas Puger yang menarik,” ungkap Dr Ir Suci Wulandari, Msi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) ternyata tidak hanya menjalankan aktivitas akademik di kampus saja. Mereka juga terjun langsung ke lapangan dengan melakukan pengabdian masyarakat. Yakni dengan memberdayakan penjual ikan di Pantai Puger, Jember.

Tim dosen dan mahasiswa tersebut terdiri dari lima orang. Mereka adalah Dr Ir Suci Wulandari, MSi (ketua) Dr Ir Ujang Suryadi, MP (anggota), Dyah Nuning Erawati, Sp, MP (anggota), serta Irma Noviyanti (Mahasiswa) dan Ivane Desthira Putri Andini (Mahasiswa).

Pantai Puger dipilih karena merupakan pantai penangkapan ikan di Jember, di samping sebagai destinasi wisata. Mata pencaharian masyarakat Puger umumnya bergerak dalam bidang perikanan, seperti nelayan dan pedagang ikan. Produksi terbanyak di pantai Puger adalah ikan layang bonggol sebesar 165.413 kg, kemudian diikuti ikan tongkol pisang balaki sebesar 1550.106 kg, juga ada ikan lainnya seperti cakalang dan julung-julung. Terkadang ada pula kakap merah, teri dan lemuru.

Pendapatan masyarakat Puger tergantung terhadap sektor perikanan yang sangat tergantung musim. Di mana musim ikan umumnya pada saat bulan Juli sampai Desember. Untuk mendapatkan penghasilan lain, mereka ada yang membuka toko kelontong, membuat kapal, menambang kapur, dan menjadi buruh pabrik.

KOMPAK: Peserta kegiatan pengabdian dan Tim pengabdian Polije

Hanya saja, pengetahuan mereka tentang pengolahan hasil ikan laut masih sangat kurang. Untuk itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 kali ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang aplikasi teknologi pengolahan hasil ikan laut menjadi produk ‘Abon Aneka Ikan Laut’ dan memberikan pembekalan metode pemasarannya.

Harapannya produk abon aneka ikan laut ini dapat meningkatkan nilai tambah dagangan ikan yang dijual ataupun memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual segar, sehingga akan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, juga diversifikasi usaha untuk mengurangi ketergantungan dari satu macam pendapatan yang sangat tergantung musim yaitu penjualan ikan segar. Diversifikasi mengurangi risiko dari kegagalan penghidupan dengan bertumpu pada lebih dari satu sumber pendapatan. Pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan, utamanya dari segi kualitas produk juga teknologi pemasarannya, sehingga usahanya akan dapat berkembang dan akan menjadi produk unggulan masyarakat Puger.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di UD Dua Berlian. Pesertanya adalah pemilik UD Dua Berlian dan beberapa istri-istri nelayan dan penjual ikan wilayah pantai Puger. Hal ini sesuai dengan permintaan dari UD Dua Berlian kepada Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije).

Harapannya keberhasilan Program pengolahan hasil laut menjadi abon aneka ikan laut ini dapat ditiru oleh masyarakat/pengusaha lainnya di daerah Puger yang belum ikut secara langsung dalam kegiatan ini.

UD Dua Berlian merupakan usaha keluarga yang bergerak dalam bidang penjualan ikan laut. Pemilik sekaligus sebagai pemimpin usaha adalah Hasan Nudin, 62. Dalam kegiatannya dibantu oleh istri, 59, serta tiga orang tenaga kerja yang berasal dari daerah Puger dan sekitarnya.

Rata-rata penjualan setiap harinya sebesar 50 kg, yang terdiri bermacam-macam ikan, seperti: ikan layur, tongkol pisang, layang benggol, dan kakap merah. Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah produksi ikan di pantai Puger tergantung dari musim, yaitu banyak ikan terjadi pada bulan Juli sampai Desember. Permasalahan lain adalah adalah jika ikan tidak segera laku harganya akan turun, sehingga pendapatannya menjadi berkurang.

Untuk mengatasi pendapatan yang tidak kontinyu dan tidak menentu tersebut, UD Dua Berlian memproduksi terasi Puger, namun dalam pelaksanaannya memenuhi kendala, yaitu masalah bahan baku yang juga tergantung musim. Musim rebon biasanya terjadi pada bulan Mei sampai Juli, tapi terkadang sampai setahun tidak ada rebon udang sebagai bahan baku, sehingga tidak bisa produksi terasi secara rutin setiap bulannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 pada skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM). Harapannya dapat terjadi transfer teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat Puger yang diwakilkan oleh UD Dua Berlian. “Keberhasilan pengabdian ini dapat sebagai percontohan bagi pengusaha lain di Puger dan akan dapat menjadi produk unggulan khas Puger yang menarik,” ungkap Dr Ir Suci Wulandari, Msi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/