alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Momentum Ciptakan Konsumen Cerdas

UM Gelar Talk Show Hari Konsumen Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada Selasa (20/4) lalu, menjadi bentuk upaya pemerintah melindungi dan mencerdaskan konsumen. Hal itu ditegaskan Fauziyah SH MH, dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Jember, saat mengisi segmen Opini dan Aspirasi yang disiarkan RRI Jember, Rabu (21/4) kemarin.

Dia menjelaskan, langkah ini sesuai amanah UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. UU itu membuat semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen cerdas dan sadar akan hak dan kewajibannya.

Dosen Fakultas Hukum UM Jember itu melanjutkan, hak akan didapatkan ketika konsumen telah menunaikan kewajibannya. Mereka membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati, beriktikad baik dalam transaksi, dan membaca atau mengikuti petunjuk informasi sekaligus prosedur.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Konsumen nantinya mendapat hak di antaranya untuk didengar pendapat dan keluhannya, serta hak untuk mendapatkan kompensasi apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kabupaten Jember Tri Soebiantoro SE MM menjelaskan, keberadaan UPT Perlindungan Konsumen memiliki tugas pokok, yaitu melakukan pengawasan terhadap barang atau jasa untuk pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha. Agar tercipta konsumen cerdas, kata Tri, maka perlu banyak melakukan sosialisasi. Salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi. “Sosialisasi dilakukan kepada mahasiswa yang juga merupakan pelaku konsumen,” jelasnya lagi.

Sementara itu melalui telepon seluler, Sukariyadi, konsumen asal Mayang, menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini. Menurut dia, banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur dan birokrasi yang harus dilakukan untuk menyampaikan komplain. “Contoh, gas yang biasanya habis dalam sepuluh hari, namun dirasakan empat hari telah habis,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada Selasa (20/4) lalu, menjadi bentuk upaya pemerintah melindungi dan mencerdaskan konsumen. Hal itu ditegaskan Fauziyah SH MH, dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Jember, saat mengisi segmen Opini dan Aspirasi yang disiarkan RRI Jember, Rabu (21/4) kemarin.

Dia menjelaskan, langkah ini sesuai amanah UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. UU itu membuat semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen cerdas dan sadar akan hak dan kewajibannya.

Dosen Fakultas Hukum UM Jember itu melanjutkan, hak akan didapatkan ketika konsumen telah menunaikan kewajibannya. Mereka membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati, beriktikad baik dalam transaksi, dan membaca atau mengikuti petunjuk informasi sekaligus prosedur.

“Konsumen nantinya mendapat hak di antaranya untuk didengar pendapat dan keluhannya, serta hak untuk mendapatkan kompensasi apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kabupaten Jember Tri Soebiantoro SE MM menjelaskan, keberadaan UPT Perlindungan Konsumen memiliki tugas pokok, yaitu melakukan pengawasan terhadap barang atau jasa untuk pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha. Agar tercipta konsumen cerdas, kata Tri, maka perlu banyak melakukan sosialisasi. Salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi. “Sosialisasi dilakukan kepada mahasiswa yang juga merupakan pelaku konsumen,” jelasnya lagi.

Sementara itu melalui telepon seluler, Sukariyadi, konsumen asal Mayang, menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini. Menurut dia, banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur dan birokrasi yang harus dilakukan untuk menyampaikan komplain. “Contoh, gas yang biasanya habis dalam sepuluh hari, namun dirasakan empat hari telah habis,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada Selasa (20/4) lalu, menjadi bentuk upaya pemerintah melindungi dan mencerdaskan konsumen. Hal itu ditegaskan Fauziyah SH MH, dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Jember, saat mengisi segmen Opini dan Aspirasi yang disiarkan RRI Jember, Rabu (21/4) kemarin.

Dia menjelaskan, langkah ini sesuai amanah UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. UU itu membuat semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen cerdas dan sadar akan hak dan kewajibannya.

Dosen Fakultas Hukum UM Jember itu melanjutkan, hak akan didapatkan ketika konsumen telah menunaikan kewajibannya. Mereka membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati, beriktikad baik dalam transaksi, dan membaca atau mengikuti petunjuk informasi sekaligus prosedur.

“Konsumen nantinya mendapat hak di antaranya untuk didengar pendapat dan keluhannya, serta hak untuk mendapatkan kompensasi apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kabupaten Jember Tri Soebiantoro SE MM menjelaskan, keberadaan UPT Perlindungan Konsumen memiliki tugas pokok, yaitu melakukan pengawasan terhadap barang atau jasa untuk pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha. Agar tercipta konsumen cerdas, kata Tri, maka perlu banyak melakukan sosialisasi. Salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi. “Sosialisasi dilakukan kepada mahasiswa yang juga merupakan pelaku konsumen,” jelasnya lagi.

Sementara itu melalui telepon seluler, Sukariyadi, konsumen asal Mayang, menyampaikan kondisi yang terjadi saat ini. Menurut dia, banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur dan birokrasi yang harus dilakukan untuk menyampaikan komplain. “Contoh, gas yang biasanya habis dalam sepuluh hari, namun dirasakan empat hari telah habis,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/