alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pujiati, Antarkan Brand Kosmetik hingga Luar Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari bisnis daring produk skincare, Pujiati akhirnya sukses menjadi pengusaha. Bisnis ini diawali 2013 silam, ketika perempuan asal Jember ini masih menjadi karyawan honorer pada salah satu rumah sakit swasta di Jember.

Awalnya, dia ingin menghilangkan jerawat di wajahnya dengan membeli produk kosmetik yang sudah terkenal. Namun, efeknya justru semakin parah. Dia pun mencoba membeli produk secara daring, dan merasa cocok.

Berangkat dari kecocokan tersebut, Pujiati memutuskan untuk menjual produk tersebut dengan cara sistem drop ship atau menjual dan memasarkan barang milik orang lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu. “Dari sistem drop ship, saya mengumpulkan sedikit demi sedikit,” kenangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sistem pemasarannya pun lebih memanfaatkan online daripada offline. Karena penjualan semakin meningkat, banyak perusahaan lain yang bergerak di bidang skincare dan farmasi juga tertarik dan menawarkan produk serupa. “Dari sana karena banyak produk, akhirnya harga di pasar malah jatuh,” lanjutnya.

Maka dari itu, sejak 2019 lalu dia berinisiatif mempunyai brand sendiri, yaitu Din’z Beauty. Produk dengan brand ini pun semakin terkenal sehingga permintaan pasarnya makin tinggi. “Untuk mengatasi permintaan pasar yang semakin banyak, salah satunya menggunakan jasa pengiriman JNE,” ujar Pujiati. Kini Din’z Beauty sudah memproduksi 40 jenis produk kosmetik dengan jumlah produksi 5.000–10.000 pcs setiap bulan.

Kerja samanya dengan JNE tidak sekadar promo, tetapi lebih pada kepuasan pelayanan. “Saya kerja sama dengan JNE sudah merasa nyaman, dan istilahnya sudah klik,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari bisnis daring produk skincare, Pujiati akhirnya sukses menjadi pengusaha. Bisnis ini diawali 2013 silam, ketika perempuan asal Jember ini masih menjadi karyawan honorer pada salah satu rumah sakit swasta di Jember.

Awalnya, dia ingin menghilangkan jerawat di wajahnya dengan membeli produk kosmetik yang sudah terkenal. Namun, efeknya justru semakin parah. Dia pun mencoba membeli produk secara daring, dan merasa cocok.

Berangkat dari kecocokan tersebut, Pujiati memutuskan untuk menjual produk tersebut dengan cara sistem drop ship atau menjual dan memasarkan barang milik orang lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu. “Dari sistem drop ship, saya mengumpulkan sedikit demi sedikit,” kenangnya.

Sistem pemasarannya pun lebih memanfaatkan online daripada offline. Karena penjualan semakin meningkat, banyak perusahaan lain yang bergerak di bidang skincare dan farmasi juga tertarik dan menawarkan produk serupa. “Dari sana karena banyak produk, akhirnya harga di pasar malah jatuh,” lanjutnya.

Maka dari itu, sejak 2019 lalu dia berinisiatif mempunyai brand sendiri, yaitu Din’z Beauty. Produk dengan brand ini pun semakin terkenal sehingga permintaan pasarnya makin tinggi. “Untuk mengatasi permintaan pasar yang semakin banyak, salah satunya menggunakan jasa pengiriman JNE,” ujar Pujiati. Kini Din’z Beauty sudah memproduksi 40 jenis produk kosmetik dengan jumlah produksi 5.000–10.000 pcs setiap bulan.

Kerja samanya dengan JNE tidak sekadar promo, tetapi lebih pada kepuasan pelayanan. “Saya kerja sama dengan JNE sudah merasa nyaman, dan istilahnya sudah klik,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berawal dari bisnis daring produk skincare, Pujiati akhirnya sukses menjadi pengusaha. Bisnis ini diawali 2013 silam, ketika perempuan asal Jember ini masih menjadi karyawan honorer pada salah satu rumah sakit swasta di Jember.

Awalnya, dia ingin menghilangkan jerawat di wajahnya dengan membeli produk kosmetik yang sudah terkenal. Namun, efeknya justru semakin parah. Dia pun mencoba membeli produk secara daring, dan merasa cocok.

Berangkat dari kecocokan tersebut, Pujiati memutuskan untuk menjual produk tersebut dengan cara sistem drop ship atau menjual dan memasarkan barang milik orang lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu. “Dari sistem drop ship, saya mengumpulkan sedikit demi sedikit,” kenangnya.

Sistem pemasarannya pun lebih memanfaatkan online daripada offline. Karena penjualan semakin meningkat, banyak perusahaan lain yang bergerak di bidang skincare dan farmasi juga tertarik dan menawarkan produk serupa. “Dari sana karena banyak produk, akhirnya harga di pasar malah jatuh,” lanjutnya.

Maka dari itu, sejak 2019 lalu dia berinisiatif mempunyai brand sendiri, yaitu Din’z Beauty. Produk dengan brand ini pun semakin terkenal sehingga permintaan pasarnya makin tinggi. “Untuk mengatasi permintaan pasar yang semakin banyak, salah satunya menggunakan jasa pengiriman JNE,” ujar Pujiati. Kini Din’z Beauty sudah memproduksi 40 jenis produk kosmetik dengan jumlah produksi 5.000–10.000 pcs setiap bulan.

Kerja samanya dengan JNE tidak sekadar promo, tetapi lebih pada kepuasan pelayanan. “Saya kerja sama dengan JNE sudah merasa nyaman, dan istilahnya sudah klik,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/