alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kinerja Tera dan Tera Ulang Naik 124 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Dalam transaksi perdagangan, tidak hanya memperhatikan harga, ketersediaan stok, dan persoalan distribusi. Namun juga ketepatan ukuran, takaran dan timbangan. Dalam hal ini pelayanan tera dan tera ulang sangat penting untuk memastikan alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan dalam aktivitas perdagangan tidak ada penyimpangan.

“Kinerja pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh seluruh Unit Metrologi Legal di kabupaten/kota seluruh Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2020, jumlah alat ukur yang ditera ulang meningkat sebesar 124 persen dibandingkan tahun 2019,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam webinar Melek Metrologi: Pedagang Patuh, Konsumen Terlindungi yang digelar oleh Jawa Pos kemarin (21/9).

Lutfi menambahkan, hingga September 2021, telah terbentuk sebanyak 421 Unit Metrologi Legal yang memiliki fungsi menyelenggarakan pelayanan tera dan tera ulang serta pembinaan dan pengawasan di bidang metrologi legal. ”Khusus di Provinsi Jawa Timur, kami sangat mengapresiasi karena sudah terdapat 37 Unit Metrologi Legal, yang artinya hampir seluruh kabupaten/kota atau 97 persen di telah memiliki Unit Metrologi Legal,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pencapaian tertib ukur juga diwujudkan dalam bentuk pasar-pasar tertib ukur dan daerah-daerah tertib ukur. Hingga saat ini sudah ada 1.588 pasar tertib ukur dan 60 daerah tertib ukur. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki program pembentukan juru ukur, takar, dan timbang di pasar rakyat.

“Untuk tahun 2021, telah dilatih sebanyak 421 juru ukur, takar, dan timbang di 107 kabupaten/kota dan terdapat 350 calon pengelola pasar yang telah dijadwalkan untuk dilatih sebagai juru ukur, takar, dan timbang,” sebutnya.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Dalam transaksi perdagangan, tidak hanya memperhatikan harga, ketersediaan stok, dan persoalan distribusi. Namun juga ketepatan ukuran, takaran dan timbangan. Dalam hal ini pelayanan tera dan tera ulang sangat penting untuk memastikan alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan dalam aktivitas perdagangan tidak ada penyimpangan.

“Kinerja pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh seluruh Unit Metrologi Legal di kabupaten/kota seluruh Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2020, jumlah alat ukur yang ditera ulang meningkat sebesar 124 persen dibandingkan tahun 2019,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam webinar Melek Metrologi: Pedagang Patuh, Konsumen Terlindungi yang digelar oleh Jawa Pos kemarin (21/9).

Lutfi menambahkan, hingga September 2021, telah terbentuk sebanyak 421 Unit Metrologi Legal yang memiliki fungsi menyelenggarakan pelayanan tera dan tera ulang serta pembinaan dan pengawasan di bidang metrologi legal. ”Khusus di Provinsi Jawa Timur, kami sangat mengapresiasi karena sudah terdapat 37 Unit Metrologi Legal, yang artinya hampir seluruh kabupaten/kota atau 97 persen di telah memiliki Unit Metrologi Legal,” ungkapnya.

Pencapaian tertib ukur juga diwujudkan dalam bentuk pasar-pasar tertib ukur dan daerah-daerah tertib ukur. Hingga saat ini sudah ada 1.588 pasar tertib ukur dan 60 daerah tertib ukur. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki program pembentukan juru ukur, takar, dan timbang di pasar rakyat.

“Untuk tahun 2021, telah dilatih sebanyak 421 juru ukur, takar, dan timbang di 107 kabupaten/kota dan terdapat 350 calon pengelola pasar yang telah dijadwalkan untuk dilatih sebagai juru ukur, takar, dan timbang,” sebutnya.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Dalam transaksi perdagangan, tidak hanya memperhatikan harga, ketersediaan stok, dan persoalan distribusi. Namun juga ketepatan ukuran, takaran dan timbangan. Dalam hal ini pelayanan tera dan tera ulang sangat penting untuk memastikan alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan dalam aktivitas perdagangan tidak ada penyimpangan.

“Kinerja pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh seluruh Unit Metrologi Legal di kabupaten/kota seluruh Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan di tahun 2020, jumlah alat ukur yang ditera ulang meningkat sebesar 124 persen dibandingkan tahun 2019,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam webinar Melek Metrologi: Pedagang Patuh, Konsumen Terlindungi yang digelar oleh Jawa Pos kemarin (21/9).

Lutfi menambahkan, hingga September 2021, telah terbentuk sebanyak 421 Unit Metrologi Legal yang memiliki fungsi menyelenggarakan pelayanan tera dan tera ulang serta pembinaan dan pengawasan di bidang metrologi legal. ”Khusus di Provinsi Jawa Timur, kami sangat mengapresiasi karena sudah terdapat 37 Unit Metrologi Legal, yang artinya hampir seluruh kabupaten/kota atau 97 persen di telah memiliki Unit Metrologi Legal,” ungkapnya.

Pencapaian tertib ukur juga diwujudkan dalam bentuk pasar-pasar tertib ukur dan daerah-daerah tertib ukur. Hingga saat ini sudah ada 1.588 pasar tertib ukur dan 60 daerah tertib ukur. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki program pembentukan juru ukur, takar, dan timbang di pasar rakyat.

“Untuk tahun 2021, telah dilatih sebanyak 421 juru ukur, takar, dan timbang di 107 kabupaten/kota dan terdapat 350 calon pengelola pasar yang telah dijadwalkan untuk dilatih sebagai juru ukur, takar, dan timbang,” sebutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/