alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Rumah Moderasi Beragama IAIN Jember Gandeng Penyuluh Agama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Rumah Moderasi Beragama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menjalin sinergi dengan beberapa penyuluh agama dari tujuh kabupaten/kota yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring, Kamis (20/5) tersebut dihadiri Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Masdar Hilmy PhD dan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis PhD. Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Prof Ab Halim Soebahar, serta Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin sebagai narasumber.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto mengungkapkan, Kementerian Agama saat ini menempatkan penguatan moderasi beragama sebagai kata kunci. Maka, pada tataran implementasinya, termasuk di perguruan tinggi keagamaan Islam, moderasi beragama menjadi konstruk pengembangan keilmuan, juga sebagai strategi penguatan intelektualisme moderat agar tidak mudah menyalahkan pendapat yang berbeda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rumah Moderasi Beragama sangat penting sebagai wadah penyemaian nilai-nilai moderasi beragama. Kebutuhan terhadap narasi keagamaan yang moderat tidak hanya menjadi kebutuhan personal, tapi juga kelembagaan.

“Maka, penguatan moderasi beragama di IAIN Jember tidak terbatas pada sivitas akademika internal, melainkan juga menggandeng para stakeholder di luar kampus, yang dalam kegiatan ini adalah penyuluh agama”, ungkap Babun saat membuka acara Workshop Penguatan Kapasitas Penggerak Moderasi Beragama di lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember.

Dikatakan Babun, moderasi beragama penting untuk digaungkan sebagai framing dalam mengelola kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Penguatan terhadap nilai-nilai moderasi beragama menjadi tanggung jawab semua pihak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Rumah Moderasi Beragama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menjalin sinergi dengan beberapa penyuluh agama dari tujuh kabupaten/kota yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring, Kamis (20/5) tersebut dihadiri Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Masdar Hilmy PhD dan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis PhD. Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Prof Ab Halim Soebahar, serta Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin sebagai narasumber.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto mengungkapkan, Kementerian Agama saat ini menempatkan penguatan moderasi beragama sebagai kata kunci. Maka, pada tataran implementasinya, termasuk di perguruan tinggi keagamaan Islam, moderasi beragama menjadi konstruk pengembangan keilmuan, juga sebagai strategi penguatan intelektualisme moderat agar tidak mudah menyalahkan pendapat yang berbeda.

Rumah Moderasi Beragama sangat penting sebagai wadah penyemaian nilai-nilai moderasi beragama. Kebutuhan terhadap narasi keagamaan yang moderat tidak hanya menjadi kebutuhan personal, tapi juga kelembagaan.

“Maka, penguatan moderasi beragama di IAIN Jember tidak terbatas pada sivitas akademika internal, melainkan juga menggandeng para stakeholder di luar kampus, yang dalam kegiatan ini adalah penyuluh agama”, ungkap Babun saat membuka acara Workshop Penguatan Kapasitas Penggerak Moderasi Beragama di lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember.

Dikatakan Babun, moderasi beragama penting untuk digaungkan sebagai framing dalam mengelola kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Penguatan terhadap nilai-nilai moderasi beragama menjadi tanggung jawab semua pihak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, Rumah Moderasi Beragama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menjalin sinergi dengan beberapa penyuluh agama dari tujuh kabupaten/kota yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring, Kamis (20/5) tersebut dihadiri Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Masdar Hilmy PhD dan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis PhD. Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Prof Ab Halim Soebahar, serta Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin sebagai narasumber.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto mengungkapkan, Kementerian Agama saat ini menempatkan penguatan moderasi beragama sebagai kata kunci. Maka, pada tataran implementasinya, termasuk di perguruan tinggi keagamaan Islam, moderasi beragama menjadi konstruk pengembangan keilmuan, juga sebagai strategi penguatan intelektualisme moderat agar tidak mudah menyalahkan pendapat yang berbeda.

Rumah Moderasi Beragama sangat penting sebagai wadah penyemaian nilai-nilai moderasi beragama. Kebutuhan terhadap narasi keagamaan yang moderat tidak hanya menjadi kebutuhan personal, tapi juga kelembagaan.

“Maka, penguatan moderasi beragama di IAIN Jember tidak terbatas pada sivitas akademika internal, melainkan juga menggandeng para stakeholder di luar kampus, yang dalam kegiatan ini adalah penyuluh agama”, ungkap Babun saat membuka acara Workshop Penguatan Kapasitas Penggerak Moderasi Beragama di lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember.

Dikatakan Babun, moderasi beragama penting untuk digaungkan sebagai framing dalam mengelola kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Penguatan terhadap nilai-nilai moderasi beragama menjadi tanggung jawab semua pihak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/