alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Tipografi

Melalui Kuliah Tamu Bersama Adien Gunarta

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB Unej) telah mengadakan acara kuliah tamu matakuliah Tata Letak dan Perwajahan dengan topik “Tipografi sebagai Kurir Komunikasi Visual” pada Selasa (19/04). Acara tersebut dilaksanakan secara daring. Pesertanya pun sejumlah dosen FIB Unej dan mahasiswa.

Kuliah tamu tersebut merupakan kerja sama dari Jurusan Sastra Indonesia FIB Unej dan mahasiswa matakuliah Tata Letak dan Perwajahan. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Dekan FIB Unej Prof Dr Sukarno M Litt.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara kuliah tamu tersebut adalah Adien Gunarta dari Tim Desain dan Komunikasi Wikimedia Indonesia sekaligus dosen Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh moderator Didik Suharijadi SS MA, dosen FIB Unej, dan pewara Dara La Zarosa, mahasiswa FIB Unej.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adien Gunarta menjelaskan mengenai jenis komunikasi visual secara umum yang terdiri atas kaligrafi, seni leter, desain huruf, dan tipografi. Ia mengulas secara singkat masing-masing jenis komunikasi visual sebelum menjelaskan secara detail mengenai tipografi yang menjadi pembahasan utama dalam acara kuliah tamu tersebut.

Lebih lanjut, Adien memaparkan bahwa tipografi merupakan seni tata huruf. Orang yang melakukan pekerjaan seperti desainer grafis, penata letak, maupun penulis yang menggunakan tipografi disebut tipografer. Pada pemaparan tersebut, ia juga menampilkan contoh-contoh yang sangat jelas.

“Tipografi dalam bahasa Indonesia disebut tata huruf dan secara tradisonal disebut seni.  Pelakunya disebut tipografer seperti desainer grafis, penata letak, penulis, dan lain-lain,” kata Adien.

Dirinya juga mengulas mengenai sejarah perkembangan tipografi dunia yang terdiri atas tradisi barat dan tradisi timur. “Tradisi tipografi dunia itu ada dua, yaitu tradisi barat yang ditandai dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Tradisi timur ditandai dengan rangkaian tradisi percetakan di Tiongkok, Korea, dan Jepang,” ucapnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB Unej) telah mengadakan acara kuliah tamu matakuliah Tata Letak dan Perwajahan dengan topik “Tipografi sebagai Kurir Komunikasi Visual” pada Selasa (19/04). Acara tersebut dilaksanakan secara daring. Pesertanya pun sejumlah dosen FIB Unej dan mahasiswa.

Kuliah tamu tersebut merupakan kerja sama dari Jurusan Sastra Indonesia FIB Unej dan mahasiswa matakuliah Tata Letak dan Perwajahan. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Dekan FIB Unej Prof Dr Sukarno M Litt.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara kuliah tamu tersebut adalah Adien Gunarta dari Tim Desain dan Komunikasi Wikimedia Indonesia sekaligus dosen Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh moderator Didik Suharijadi SS MA, dosen FIB Unej, dan pewara Dara La Zarosa, mahasiswa FIB Unej.

Adien Gunarta menjelaskan mengenai jenis komunikasi visual secara umum yang terdiri atas kaligrafi, seni leter, desain huruf, dan tipografi. Ia mengulas secara singkat masing-masing jenis komunikasi visual sebelum menjelaskan secara detail mengenai tipografi yang menjadi pembahasan utama dalam acara kuliah tamu tersebut.

Lebih lanjut, Adien memaparkan bahwa tipografi merupakan seni tata huruf. Orang yang melakukan pekerjaan seperti desainer grafis, penata letak, maupun penulis yang menggunakan tipografi disebut tipografer. Pada pemaparan tersebut, ia juga menampilkan contoh-contoh yang sangat jelas.

“Tipografi dalam bahasa Indonesia disebut tata huruf dan secara tradisonal disebut seni.  Pelakunya disebut tipografer seperti desainer grafis, penata letak, penulis, dan lain-lain,” kata Adien.

Dirinya juga mengulas mengenai sejarah perkembangan tipografi dunia yang terdiri atas tradisi barat dan tradisi timur. “Tradisi tipografi dunia itu ada dua, yaitu tradisi barat yang ditandai dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Tradisi timur ditandai dengan rangkaian tradisi percetakan di Tiongkok, Korea, dan Jepang,” ucapnya.

KALIWATES, Radar Jember – Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB Unej) telah mengadakan acara kuliah tamu matakuliah Tata Letak dan Perwajahan dengan topik “Tipografi sebagai Kurir Komunikasi Visual” pada Selasa (19/04). Acara tersebut dilaksanakan secara daring. Pesertanya pun sejumlah dosen FIB Unej dan mahasiswa.

Kuliah tamu tersebut merupakan kerja sama dari Jurusan Sastra Indonesia FIB Unej dan mahasiswa matakuliah Tata Letak dan Perwajahan. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Dekan FIB Unej Prof Dr Sukarno M Litt.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara kuliah tamu tersebut adalah Adien Gunarta dari Tim Desain dan Komunikasi Wikimedia Indonesia sekaligus dosen Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh moderator Didik Suharijadi SS MA, dosen FIB Unej, dan pewara Dara La Zarosa, mahasiswa FIB Unej.

Adien Gunarta menjelaskan mengenai jenis komunikasi visual secara umum yang terdiri atas kaligrafi, seni leter, desain huruf, dan tipografi. Ia mengulas secara singkat masing-masing jenis komunikasi visual sebelum menjelaskan secara detail mengenai tipografi yang menjadi pembahasan utama dalam acara kuliah tamu tersebut.

Lebih lanjut, Adien memaparkan bahwa tipografi merupakan seni tata huruf. Orang yang melakukan pekerjaan seperti desainer grafis, penata letak, maupun penulis yang menggunakan tipografi disebut tipografer. Pada pemaparan tersebut, ia juga menampilkan contoh-contoh yang sangat jelas.

“Tipografi dalam bahasa Indonesia disebut tata huruf dan secara tradisonal disebut seni.  Pelakunya disebut tipografer seperti desainer grafis, penata letak, penulis, dan lain-lain,” kata Adien.

Dirinya juga mengulas mengenai sejarah perkembangan tipografi dunia yang terdiri atas tradisi barat dan tradisi timur. “Tradisi tipografi dunia itu ada dua, yaitu tradisi barat yang ditandai dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Tradisi timur ditandai dengan rangkaian tradisi percetakan di Tiongkok, Korea, dan Jepang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/