alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pentingnya Netralitas ASN dalam Pilkada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak ada pilihan lain bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bersikap netral saat pesta demokrasi berlangsung. Hal ini perlu diperhatikan oleh ASN untuk menghindari sanksi dikarenakan terlibat aksi dukung mendukung di perhelatan pilkada.

Hal itu dikatakan oleh Agus Pramusinto, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN), Jumat (20/11) saat webinar membangun meritokrasi dan demokrasi di Indonesia. “Netralitas jangan diartikan ASN tidak boleh memilih ketika ada gelaran pesta demokrasi. ASN tetap memiliki hak untuk mencoblos, namun hindari untuk condong ke salah satu pasangan calon (paslon),” tegas Agus.

Selain itu Agus mengatakan, ASN tidak perlu ketakutan karena tidak ikut mendukung paslon dan terancam akan disingkirkan dari jabatan manakala paslon tersebut terpilih. Karena untuk memutasi atau menggeser ASN tidaklah mudah dan harus sesuai aturan berlaku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief selalu mewanti-wanti ASN untuk tetap tampil profesional dan tidak melanggar aturan netralitas. Karena hal itu berdampak terhadap penjatuhan sanksi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak ada pilihan lain bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bersikap netral saat pesta demokrasi berlangsung. Hal ini perlu diperhatikan oleh ASN untuk menghindari sanksi dikarenakan terlibat aksi dukung mendukung di perhelatan pilkada.

Hal itu dikatakan oleh Agus Pramusinto, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN), Jumat (20/11) saat webinar membangun meritokrasi dan demokrasi di Indonesia. “Netralitas jangan diartikan ASN tidak boleh memilih ketika ada gelaran pesta demokrasi. ASN tetap memiliki hak untuk mencoblos, namun hindari untuk condong ke salah satu pasangan calon (paslon),” tegas Agus.

Selain itu Agus mengatakan, ASN tidak perlu ketakutan karena tidak ikut mendukung paslon dan terancam akan disingkirkan dari jabatan manakala paslon tersebut terpilih. Karena untuk memutasi atau menggeser ASN tidaklah mudah dan harus sesuai aturan berlaku.

Terpisah, Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief selalu mewanti-wanti ASN untuk tetap tampil profesional dan tidak melanggar aturan netralitas. Karena hal itu berdampak terhadap penjatuhan sanksi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak ada pilihan lain bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bersikap netral saat pesta demokrasi berlangsung. Hal ini perlu diperhatikan oleh ASN untuk menghindari sanksi dikarenakan terlibat aksi dukung mendukung di perhelatan pilkada.

Hal itu dikatakan oleh Agus Pramusinto, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN), Jumat (20/11) saat webinar membangun meritokrasi dan demokrasi di Indonesia. “Netralitas jangan diartikan ASN tidak boleh memilih ketika ada gelaran pesta demokrasi. ASN tetap memiliki hak untuk mencoblos, namun hindari untuk condong ke salah satu pasangan calon (paslon),” tegas Agus.

Selain itu Agus mengatakan, ASN tidak perlu ketakutan karena tidak ikut mendukung paslon dan terancam akan disingkirkan dari jabatan manakala paslon tersebut terpilih. Karena untuk memutasi atau menggeser ASN tidaklah mudah dan harus sesuai aturan berlaku.

Terpisah, Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief selalu mewanti-wanti ASN untuk tetap tampil profesional dan tidak melanggar aturan netralitas. Karena hal itu berdampak terhadap penjatuhan sanksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/