alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Nantikan Penampilan memukau Peserta di Taman Botani

Peserta Bakal Tampil di Taman Botani Sukorambi. Tampilkan Kreasi Batik Khas Jember untuk Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKORAMBI, RADAR JEMBER.ID – Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berkolaborasi dan berakselerasi memberdayakan pelaku UMKM. Mulai dari bisnis di bidang pariwisata, kuliner, hingga seni dan budaya daerah.

Salah satu UMKM di bidang seni dan budaya yang kini diperjuangkan adalah batik. Bertepatan dengan bulan perayaan Hari Batik Nasional (HBN), Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember dan segenap private sector yang ada di Jember menggelar ajang lomba desain motif dan fashion batik khas Jember.

Salah satu private sector yang banyak mendukung kegiatan tersebut yakni Taman Botani Sukorambi serta BIN Cigar. Febrian Ananta Kahar, pemilik Taman Botani Sukorambi, menuturkan, adanya kompetisi tersebut tentu menjadi semangat baru bagi para pembatik untuk terus unjuk gigi. Mengingat, lebih dari setahun mereka juga terdampak pandemi yang menyebabkan bisnis mereka ikut menurun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Adanya lomba ini untuk mencari yang terbaik. Mereka diharapkan berkompetisi dengan maksimal, dengan sepenuh hatinya. Dan ini penting, karena UMKM kita harus tahu di mana posisi dia berada, posisinya dia sebagai orang Jember, kualitasnya di mana. Karena saat lomba, itu ada juri yang menilai, memberi kritik dan saran. Nah, itu dapat menjadi masukan nantinya,” tuturnya.

Selain untuk mengetahui kemampuan masing-masing pembatik, ajang tersebut juga memberi pengetahuan terhadap masyarakat luas. Bahwa ada banyak karya luar biasa yang diciptakan oleh para pembatik di Jember.

Karya-karya tersebut kemudian dipilih yang terbaik, yang dapat merepresentasikan kondisi atau potensi yang ada di Jember. “Ini juga menunjukkan kepada publik bahwa ini batik Jember, itu ciri khas Jember. Misal ada gambar biji kopi, ada daun tembakau,” ungkapnya.

Menurut pengusaha asal Jember itu, pada dasarnya Jember memiliki banyak potensi yang dapat dikenalkan kepada masyarakat luar. Pengenalan potensi tersebut salah satunya dapat melalui batik.

Dia menjabarkan, beberapa waktu lalu saat adanya Jatim Fair, banyak masyarakat luar tak menyangka bahwa ada banyak kekayaan Jember yang tak dimiliki oleh daerah lain. Mulai dari budaya atau tradisi, suku dan bahasa, hingga kekayaan alam yang dimilikinya. “Batik itu bukan hanya terletak pada prosesnya, tapi juga pascaprosesnya. Bagaimana kita bisa menjual, bagaimana kita memperkenalkan kepada publik bahwa kita punya banyak hal di Jember. Itulah perlu adanya lomba, presentasi dari Jember sendiri,” imbuhnya.

- Advertisement -

SUKORAMBI, RADAR JEMBER.ID – Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berkolaborasi dan berakselerasi memberdayakan pelaku UMKM. Mulai dari bisnis di bidang pariwisata, kuliner, hingga seni dan budaya daerah.

Salah satu UMKM di bidang seni dan budaya yang kini diperjuangkan adalah batik. Bertepatan dengan bulan perayaan Hari Batik Nasional (HBN), Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember dan segenap private sector yang ada di Jember menggelar ajang lomba desain motif dan fashion batik khas Jember.

Salah satu private sector yang banyak mendukung kegiatan tersebut yakni Taman Botani Sukorambi serta BIN Cigar. Febrian Ananta Kahar, pemilik Taman Botani Sukorambi, menuturkan, adanya kompetisi tersebut tentu menjadi semangat baru bagi para pembatik untuk terus unjuk gigi. Mengingat, lebih dari setahun mereka juga terdampak pandemi yang menyebabkan bisnis mereka ikut menurun.

“Adanya lomba ini untuk mencari yang terbaik. Mereka diharapkan berkompetisi dengan maksimal, dengan sepenuh hatinya. Dan ini penting, karena UMKM kita harus tahu di mana posisi dia berada, posisinya dia sebagai orang Jember, kualitasnya di mana. Karena saat lomba, itu ada juri yang menilai, memberi kritik dan saran. Nah, itu dapat menjadi masukan nantinya,” tuturnya.

Selain untuk mengetahui kemampuan masing-masing pembatik, ajang tersebut juga memberi pengetahuan terhadap masyarakat luas. Bahwa ada banyak karya luar biasa yang diciptakan oleh para pembatik di Jember.

Karya-karya tersebut kemudian dipilih yang terbaik, yang dapat merepresentasikan kondisi atau potensi yang ada di Jember. “Ini juga menunjukkan kepada publik bahwa ini batik Jember, itu ciri khas Jember. Misal ada gambar biji kopi, ada daun tembakau,” ungkapnya.

Menurut pengusaha asal Jember itu, pada dasarnya Jember memiliki banyak potensi yang dapat dikenalkan kepada masyarakat luar. Pengenalan potensi tersebut salah satunya dapat melalui batik.

Dia menjabarkan, beberapa waktu lalu saat adanya Jatim Fair, banyak masyarakat luar tak menyangka bahwa ada banyak kekayaan Jember yang tak dimiliki oleh daerah lain. Mulai dari budaya atau tradisi, suku dan bahasa, hingga kekayaan alam yang dimilikinya. “Batik itu bukan hanya terletak pada prosesnya, tapi juga pascaprosesnya. Bagaimana kita bisa menjual, bagaimana kita memperkenalkan kepada publik bahwa kita punya banyak hal di Jember. Itulah perlu adanya lomba, presentasi dari Jember sendiri,” imbuhnya.

SUKORAMBI, RADAR JEMBER.ID – Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berkolaborasi dan berakselerasi memberdayakan pelaku UMKM. Mulai dari bisnis di bidang pariwisata, kuliner, hingga seni dan budaya daerah.

Salah satu UMKM di bidang seni dan budaya yang kini diperjuangkan adalah batik. Bertepatan dengan bulan perayaan Hari Batik Nasional (HBN), Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember dan segenap private sector yang ada di Jember menggelar ajang lomba desain motif dan fashion batik khas Jember.

Salah satu private sector yang banyak mendukung kegiatan tersebut yakni Taman Botani Sukorambi serta BIN Cigar. Febrian Ananta Kahar, pemilik Taman Botani Sukorambi, menuturkan, adanya kompetisi tersebut tentu menjadi semangat baru bagi para pembatik untuk terus unjuk gigi. Mengingat, lebih dari setahun mereka juga terdampak pandemi yang menyebabkan bisnis mereka ikut menurun.

“Adanya lomba ini untuk mencari yang terbaik. Mereka diharapkan berkompetisi dengan maksimal, dengan sepenuh hatinya. Dan ini penting, karena UMKM kita harus tahu di mana posisi dia berada, posisinya dia sebagai orang Jember, kualitasnya di mana. Karena saat lomba, itu ada juri yang menilai, memberi kritik dan saran. Nah, itu dapat menjadi masukan nantinya,” tuturnya.

Selain untuk mengetahui kemampuan masing-masing pembatik, ajang tersebut juga memberi pengetahuan terhadap masyarakat luas. Bahwa ada banyak karya luar biasa yang diciptakan oleh para pembatik di Jember.

Karya-karya tersebut kemudian dipilih yang terbaik, yang dapat merepresentasikan kondisi atau potensi yang ada di Jember. “Ini juga menunjukkan kepada publik bahwa ini batik Jember, itu ciri khas Jember. Misal ada gambar biji kopi, ada daun tembakau,” ungkapnya.

Menurut pengusaha asal Jember itu, pada dasarnya Jember memiliki banyak potensi yang dapat dikenalkan kepada masyarakat luar. Pengenalan potensi tersebut salah satunya dapat melalui batik.

Dia menjabarkan, beberapa waktu lalu saat adanya Jatim Fair, banyak masyarakat luar tak menyangka bahwa ada banyak kekayaan Jember yang tak dimiliki oleh daerah lain. Mulai dari budaya atau tradisi, suku dan bahasa, hingga kekayaan alam yang dimilikinya. “Batik itu bukan hanya terletak pada prosesnya, tapi juga pascaprosesnya. Bagaimana kita bisa menjual, bagaimana kita memperkenalkan kepada publik bahwa kita punya banyak hal di Jember. Itulah perlu adanya lomba, presentasi dari Jember sendiri,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/