30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Perlu Percepatan Verifikasi Penerima Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – GUNA menghindari tumpang tindih data, secara khusus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta percepatan dan keseriusan dari Pemkab Jember dalam melakukan verifikasi data para penerima bantuan. “Jadi, kalau misalnya nanti Pak Bupati akan menyiapkan verifikasi data nelayan supaya tidak tumpang tindih datanya, maka itu akan sangat mempercepat proses penyaluran bansosnya,” kata Khofifah.

Jika nanti program pemerintah pusat bisa turun lebih cepat, Khofifah meyakini, maka verifikasi di daerah juga bisa lebih cepat untuk menghindari data ganda. “Maka kalau nanti intervensi dari pusat sudah turun, kami bisa melengkapi yang belum dapat. Baru  bisa melengkapi dan melapisi dengan stimulan UMKM dari Pemprov Jatim kaitan dengan program perlindungan sosial,” kata Khofifah.

Melalui berbagai macam variasi bantalan sosial yang diberikan tersebut, Khofifah mengharapkan bantuan itu bisa memberikan efek pada pengendalian angka inflasi di daerah. Ia juga menghendaki program-program yang diusung pemkab maupun pemkot se-Jatim bisa seiring dengan program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Sehingga semua lini bisa bergerak bersama, pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” harapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Merespons arahan Gubernur Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Jember hingga lini terbawah. Sebagai bentuk intervensi tambahan, Hendy menyebut bahwa Pemkab Jember juga telah menyiapkan bantuan berupa BLT dan sembako yang diperuntukkan bagi 260 ribu KK di seluruh Jember. “Pembagian BLT dan bantuan sembako ini juga sudah kami mulai lakukan. Secara bertahap hingga Desember mendatang,” pungkas Jember Hendy.

Fotografer: HUMAS PEMPROV JATIM UNTUK RADAR JEMBER
Editor: Maulana

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – GUNA menghindari tumpang tindih data, secara khusus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta percepatan dan keseriusan dari Pemkab Jember dalam melakukan verifikasi data para penerima bantuan. “Jadi, kalau misalnya nanti Pak Bupati akan menyiapkan verifikasi data nelayan supaya tidak tumpang tindih datanya, maka itu akan sangat mempercepat proses penyaluran bansosnya,” kata Khofifah.

Jika nanti program pemerintah pusat bisa turun lebih cepat, Khofifah meyakini, maka verifikasi di daerah juga bisa lebih cepat untuk menghindari data ganda. “Maka kalau nanti intervensi dari pusat sudah turun, kami bisa melengkapi yang belum dapat. Baru  bisa melengkapi dan melapisi dengan stimulan UMKM dari Pemprov Jatim kaitan dengan program perlindungan sosial,” kata Khofifah.

Melalui berbagai macam variasi bantalan sosial yang diberikan tersebut, Khofifah mengharapkan bantuan itu bisa memberikan efek pada pengendalian angka inflasi di daerah. Ia juga menghendaki program-program yang diusung pemkab maupun pemkot se-Jatim bisa seiring dengan program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Sehingga semua lini bisa bergerak bersama, pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” harapnya.

Merespons arahan Gubernur Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Jember hingga lini terbawah. Sebagai bentuk intervensi tambahan, Hendy menyebut bahwa Pemkab Jember juga telah menyiapkan bantuan berupa BLT dan sembako yang diperuntukkan bagi 260 ribu KK di seluruh Jember. “Pembagian BLT dan bantuan sembako ini juga sudah kami mulai lakukan. Secara bertahap hingga Desember mendatang,” pungkas Jember Hendy.

Fotografer: HUMAS PEMPROV JATIM UNTUK RADAR JEMBER
Editor: Maulana

JEMBER, RADARJEMBER.ID – GUNA menghindari tumpang tindih data, secara khusus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta percepatan dan keseriusan dari Pemkab Jember dalam melakukan verifikasi data para penerima bantuan. “Jadi, kalau misalnya nanti Pak Bupati akan menyiapkan verifikasi data nelayan supaya tidak tumpang tindih datanya, maka itu akan sangat mempercepat proses penyaluran bansosnya,” kata Khofifah.

Jika nanti program pemerintah pusat bisa turun lebih cepat, Khofifah meyakini, maka verifikasi di daerah juga bisa lebih cepat untuk menghindari data ganda. “Maka kalau nanti intervensi dari pusat sudah turun, kami bisa melengkapi yang belum dapat. Baru  bisa melengkapi dan melapisi dengan stimulan UMKM dari Pemprov Jatim kaitan dengan program perlindungan sosial,” kata Khofifah.

Melalui berbagai macam variasi bantalan sosial yang diberikan tersebut, Khofifah mengharapkan bantuan itu bisa memberikan efek pada pengendalian angka inflasi di daerah. Ia juga menghendaki program-program yang diusung pemkab maupun pemkot se-Jatim bisa seiring dengan program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi. “Sehingga semua lini bisa bergerak bersama, pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” harapnya.

Merespons arahan Gubernur Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Jember hingga lini terbawah. Sebagai bentuk intervensi tambahan, Hendy menyebut bahwa Pemkab Jember juga telah menyiapkan bantuan berupa BLT dan sembako yang diperuntukkan bagi 260 ribu KK di seluruh Jember. “Pembagian BLT dan bantuan sembako ini juga sudah kami mulai lakukan. Secara bertahap hingga Desember mendatang,” pungkas Jember Hendy.

Fotografer: HUMAS PEMPROV JATIM UNTUK RADAR JEMBER
Editor: Maulana

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/