alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Satgas UMM Sigap Tangani Wabah Ternak PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat atasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kampus Putih telah memiliki tim Satuan tugas (Satgas) khusus yang terjun dan membantu peternak dalam menangani wabah tersebut. Adapun tim ini berada di bawah koordinasi dari Dinas Peternakan atau dinas terkait yang ada di kabupaten maupun kota.

Ketua satgas PMK UMM, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya juga sudah memberikan edukasi terkait PMK kepada para mahasiswa peternakan yang ada di Kampus Putih. “Banyak dari mahasiswa yang memang pekerjaan orang tuanya adalah peternak. Jadi mereka bisa memberikan pemahaman kepada warga sekitar yang ada di daerahnya agar ternak yang dimiliki tidak terjangkit virus ini,” tambahnya saat ditemui pada Sabtu (18/6).

Timnya juga sudah memberikan konsultasi kepada peternak sekitar. Meski terbatas, bantuan tersebut dirasa bisa menjadi langkah untuk menekan angka penularan PMK. Lili, sapaan akrabnya, juga sering memberikan pemahaman dan arahan untuk menanggapi pertanyaan dari para mahasiswa atau warga yang ternaknya menderita penyakit ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun tim Satgas UMM tidak bisa bergerak langsung tanpa intruksi dari dinas peternakan. Hal itu karena penyebaran virus PMK yang mudah menular dan sangat cepat. Ditakutkan, penanganan tanpa koordinasi malah membuat penyebarannya semakin tidak terkontrol.

“Memang ada larangan dari dinas untuk langsung turun tanpa koordinasi. Maka, kami menunggu intruksi dari dinas peternakan atau dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Bahkan pihak yang boleh menangani langsung hanya dokter hewan. Para mahasiswa tidak dibolehkan untuk turut serta menangani. Hanya diperbolehkan untuk turut melakukan pencatatan dan juga handling,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lili mengatakan bahwa timnya yang terdiri dari dosen, dokter hewan, dan mahasiswa segera terjun langsung ke lapangan pada minggu depan. Dimulai dengan upaya melakukan vaksinasi bagi hewan ternak di beberapa daerah yang ada di Malang. Di samping itu, Kampus Putih UMM juga telah membuka call center dan layanan aduan penanganan PMK bagi masyarakat luar. Dengan begitu, para peternak bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan cara menangani ternak yang tertular PMK.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat atasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kampus Putih telah memiliki tim Satuan tugas (Satgas) khusus yang terjun dan membantu peternak dalam menangani wabah tersebut. Adapun tim ini berada di bawah koordinasi dari Dinas Peternakan atau dinas terkait yang ada di kabupaten maupun kota.

Ketua satgas PMK UMM, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya juga sudah memberikan edukasi terkait PMK kepada para mahasiswa peternakan yang ada di Kampus Putih. “Banyak dari mahasiswa yang memang pekerjaan orang tuanya adalah peternak. Jadi mereka bisa memberikan pemahaman kepada warga sekitar yang ada di daerahnya agar ternak yang dimiliki tidak terjangkit virus ini,” tambahnya saat ditemui pada Sabtu (18/6).

Timnya juga sudah memberikan konsultasi kepada peternak sekitar. Meski terbatas, bantuan tersebut dirasa bisa menjadi langkah untuk menekan angka penularan PMK. Lili, sapaan akrabnya, juga sering memberikan pemahaman dan arahan untuk menanggapi pertanyaan dari para mahasiswa atau warga yang ternaknya menderita penyakit ini.

Adapun tim Satgas UMM tidak bisa bergerak langsung tanpa intruksi dari dinas peternakan. Hal itu karena penyebaran virus PMK yang mudah menular dan sangat cepat. Ditakutkan, penanganan tanpa koordinasi malah membuat penyebarannya semakin tidak terkontrol.

“Memang ada larangan dari dinas untuk langsung turun tanpa koordinasi. Maka, kami menunggu intruksi dari dinas peternakan atau dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Bahkan pihak yang boleh menangani langsung hanya dokter hewan. Para mahasiswa tidak dibolehkan untuk turut serta menangani. Hanya diperbolehkan untuk turut melakukan pencatatan dan juga handling,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lili mengatakan bahwa timnya yang terdiri dari dosen, dokter hewan, dan mahasiswa segera terjun langsung ke lapangan pada minggu depan. Dimulai dengan upaya melakukan vaksinasi bagi hewan ternak di beberapa daerah yang ada di Malang. Di samping itu, Kampus Putih UMM juga telah membuka call center dan layanan aduan penanganan PMK bagi masyarakat luar. Dengan begitu, para peternak bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan cara menangani ternak yang tertular PMK.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat atasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kampus Putih telah memiliki tim Satuan tugas (Satgas) khusus yang terjun dan membantu peternak dalam menangani wabah tersebut. Adapun tim ini berada di bawah koordinasi dari Dinas Peternakan atau dinas terkait yang ada di kabupaten maupun kota.

Ketua satgas PMK UMM, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya juga sudah memberikan edukasi terkait PMK kepada para mahasiswa peternakan yang ada di Kampus Putih. “Banyak dari mahasiswa yang memang pekerjaan orang tuanya adalah peternak. Jadi mereka bisa memberikan pemahaman kepada warga sekitar yang ada di daerahnya agar ternak yang dimiliki tidak terjangkit virus ini,” tambahnya saat ditemui pada Sabtu (18/6).

Timnya juga sudah memberikan konsultasi kepada peternak sekitar. Meski terbatas, bantuan tersebut dirasa bisa menjadi langkah untuk menekan angka penularan PMK. Lili, sapaan akrabnya, juga sering memberikan pemahaman dan arahan untuk menanggapi pertanyaan dari para mahasiswa atau warga yang ternaknya menderita penyakit ini.

Adapun tim Satgas UMM tidak bisa bergerak langsung tanpa intruksi dari dinas peternakan. Hal itu karena penyebaran virus PMK yang mudah menular dan sangat cepat. Ditakutkan, penanganan tanpa koordinasi malah membuat penyebarannya semakin tidak terkontrol.

“Memang ada larangan dari dinas untuk langsung turun tanpa koordinasi. Maka, kami menunggu intruksi dari dinas peternakan atau dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Bahkan pihak yang boleh menangani langsung hanya dokter hewan. Para mahasiswa tidak dibolehkan untuk turut serta menangani. Hanya diperbolehkan untuk turut melakukan pencatatan dan juga handling,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lili mengatakan bahwa timnya yang terdiri dari dosen, dokter hewan, dan mahasiswa segera terjun langsung ke lapangan pada minggu depan. Dimulai dengan upaya melakukan vaksinasi bagi hewan ternak di beberapa daerah yang ada di Malang. Di samping itu, Kampus Putih UMM juga telah membuka call center dan layanan aduan penanganan PMK bagi masyarakat luar. Dengan begitu, para peternak bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan cara menangani ternak yang tertular PMK.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/