alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Luas Lahan Bertambah, Ciptakan Lapangan Kerja

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat yang tinggal di sekitaran kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menyambut gembira dimulainya masa tanam tembakau. Sebab, tanam perdana yang berlangsung di Kebun Ajong Gayasan di Kecamatan Ajung, kemarin (19/5), ini bakal menjadi lahan pekerjaan bagi mereka. Terlebih untuk masa tanam tahun ini, ada penambahan luasan lahan. Dari sebelumnya 500 hektare menjadi 600 hektare.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi tanam, pagi itu sejumlah petani terlihat sibuk mengambil air. Mereka selanjutnya mengguyurkan air itu ke tanaman tembakau yang baru saja ditanam. “Hari ini merupakan tanam tembakau perdana musim tanam tahun atau MTT 2021/2022,” ungkap Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding.

Bersama rombongan dari Jakarta, Abdul Ghani sengaja datang ke Jember untuk mengapresiasi manajemen PTPN X, terkait dengan penanganan komoditas tembakau. Sebab, selama tiga tahun terakhir, dia melihat ada upaya sungguh-sungguh dan maksimal yang dilakukan PTPN X dan masyarakat sekitar dalam membudidayakan tembakau. Kerja keras itulah yang berbuah kesuksesan pada masa tanam lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menuturkan, masa tanam lalu pihaknya mampu menanam tembakau pada areal seluas 500 hektare. Dan kini naik menjadi 600 hektare. Peningkatan luas lahan tanam ini banyak mendatangkan manfaat. Tak hanya terkait dengan pemenuhan target pencapaian hasil panen yang bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Namun, juga semakin terbukanya lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar kebun.

Perluasan lahan tanam ini juga menjadi angin segar di masa pandemi ini. Ketika dampak wabah begitu dirasakan oleh masyarakat lantaran ada beberapa yang terkena imbas pengurangan pegawai. Maka langkah perluasan ini akan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat tersebut. Sebab, akan menciptakan lahan pekerjaan bagi mereka. “Per hektarenya, kami bisa memperkerjakan sekitar 100 orang. Belum lagi kalau pas masa panen,” ungkap Abdul Ghani.

Banyaknya penyerapan tenaga kerja itu juga bakal memiliki efek ekonomi berantai. Aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah setempat akan bertumbuh. Sebab, para pekerja yang mendapatkan penghasilan pasti memenuhi kebutuhan mereka dengan membeli barang kebutuhan seperti beras, gula, dan kebutuhan pokok lain. Sehingga menggerakkan roda ekonomi di kawasan.

Jika begitu, perluasan lahan dan penambahan peluang kerja bagi masyarakat ini memiliki andil besar membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Utamanya di bidang ekonomi. “Kalau mereka tidak bekerja, tentu tidak ada pergerakan ekonomi lantaran tidak memiliki penghasilan,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat yang tinggal di sekitaran kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menyambut gembira dimulainya masa tanam tembakau. Sebab, tanam perdana yang berlangsung di Kebun Ajong Gayasan di Kecamatan Ajung, kemarin (19/5), ini bakal menjadi lahan pekerjaan bagi mereka. Terlebih untuk masa tanam tahun ini, ada penambahan luasan lahan. Dari sebelumnya 500 hektare menjadi 600 hektare.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi tanam, pagi itu sejumlah petani terlihat sibuk mengambil air. Mereka selanjutnya mengguyurkan air itu ke tanaman tembakau yang baru saja ditanam. “Hari ini merupakan tanam tembakau perdana musim tanam tahun atau MTT 2021/2022,” ungkap Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding.

Bersama rombongan dari Jakarta, Abdul Ghani sengaja datang ke Jember untuk mengapresiasi manajemen PTPN X, terkait dengan penanganan komoditas tembakau. Sebab, selama tiga tahun terakhir, dia melihat ada upaya sungguh-sungguh dan maksimal yang dilakukan PTPN X dan masyarakat sekitar dalam membudidayakan tembakau. Kerja keras itulah yang berbuah kesuksesan pada masa tanam lalu.

Dia menuturkan, masa tanam lalu pihaknya mampu menanam tembakau pada areal seluas 500 hektare. Dan kini naik menjadi 600 hektare. Peningkatan luas lahan tanam ini banyak mendatangkan manfaat. Tak hanya terkait dengan pemenuhan target pencapaian hasil panen yang bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Namun, juga semakin terbukanya lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar kebun.

Perluasan lahan tanam ini juga menjadi angin segar di masa pandemi ini. Ketika dampak wabah begitu dirasakan oleh masyarakat lantaran ada beberapa yang terkena imbas pengurangan pegawai. Maka langkah perluasan ini akan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat tersebut. Sebab, akan menciptakan lahan pekerjaan bagi mereka. “Per hektarenya, kami bisa memperkerjakan sekitar 100 orang. Belum lagi kalau pas masa panen,” ungkap Abdul Ghani.

Banyaknya penyerapan tenaga kerja itu juga bakal memiliki efek ekonomi berantai. Aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah setempat akan bertumbuh. Sebab, para pekerja yang mendapatkan penghasilan pasti memenuhi kebutuhan mereka dengan membeli barang kebutuhan seperti beras, gula, dan kebutuhan pokok lain. Sehingga menggerakkan roda ekonomi di kawasan.

Jika begitu, perluasan lahan dan penambahan peluang kerja bagi masyarakat ini memiliki andil besar membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Utamanya di bidang ekonomi. “Kalau mereka tidak bekerja, tentu tidak ada pergerakan ekonomi lantaran tidak memiliki penghasilan,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat yang tinggal di sekitaran kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menyambut gembira dimulainya masa tanam tembakau. Sebab, tanam perdana yang berlangsung di Kebun Ajong Gayasan di Kecamatan Ajung, kemarin (19/5), ini bakal menjadi lahan pekerjaan bagi mereka. Terlebih untuk masa tanam tahun ini, ada penambahan luasan lahan. Dari sebelumnya 500 hektare menjadi 600 hektare.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi tanam, pagi itu sejumlah petani terlihat sibuk mengambil air. Mereka selanjutnya mengguyurkan air itu ke tanaman tembakau yang baru saja ditanam. “Hari ini merupakan tanam tembakau perdana musim tanam tahun atau MTT 2021/2022,” ungkap Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding.

Bersama rombongan dari Jakarta, Abdul Ghani sengaja datang ke Jember untuk mengapresiasi manajemen PTPN X, terkait dengan penanganan komoditas tembakau. Sebab, selama tiga tahun terakhir, dia melihat ada upaya sungguh-sungguh dan maksimal yang dilakukan PTPN X dan masyarakat sekitar dalam membudidayakan tembakau. Kerja keras itulah yang berbuah kesuksesan pada masa tanam lalu.

Dia menuturkan, masa tanam lalu pihaknya mampu menanam tembakau pada areal seluas 500 hektare. Dan kini naik menjadi 600 hektare. Peningkatan luas lahan tanam ini banyak mendatangkan manfaat. Tak hanya terkait dengan pemenuhan target pencapaian hasil panen yang bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Namun, juga semakin terbukanya lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar kebun.

Perluasan lahan tanam ini juga menjadi angin segar di masa pandemi ini. Ketika dampak wabah begitu dirasakan oleh masyarakat lantaran ada beberapa yang terkena imbas pengurangan pegawai. Maka langkah perluasan ini akan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat tersebut. Sebab, akan menciptakan lahan pekerjaan bagi mereka. “Per hektarenya, kami bisa memperkerjakan sekitar 100 orang. Belum lagi kalau pas masa panen,” ungkap Abdul Ghani.

Banyaknya penyerapan tenaga kerja itu juga bakal memiliki efek ekonomi berantai. Aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah setempat akan bertumbuh. Sebab, para pekerja yang mendapatkan penghasilan pasti memenuhi kebutuhan mereka dengan membeli barang kebutuhan seperti beras, gula, dan kebutuhan pokok lain. Sehingga menggerakkan roda ekonomi di kawasan.

Jika begitu, perluasan lahan dan penambahan peluang kerja bagi masyarakat ini memiliki andil besar membantu pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Utamanya di bidang ekonomi. “Kalau mereka tidak bekerja, tentu tidak ada pergerakan ekonomi lantaran tidak memiliki penghasilan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/