alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Firn Al Taftazani Endriano Juara Provinsi

Pemilihan Duta Tari, Wakili Jatim Tingkat Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Darah seniman mengalir dalam tubuh lelaki asal Jatiroto tersebut. Lahir dari pasangan seni tari dan seni rupa membuat Firn Al Taftazani Endriano terjun di seni tari. Meski awalnya dilarang oleh sang bapak, dia tidak menyerah. Juara Satu Duta Putera Tari Provinsi berhasil dia buktikan.

Firn, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pilihan seni tari sudah dia mantapkan sejak kelas dua sekolah dasar (SD). Di usia itu, dia tertarik untuk belajar tari. “Sejak kecil sudah senang lihat orang nari. Hanya beberapa kali lihat, saya bisa menirukan gerakannya. Sejak saat itu, saya ingin mendalami tari. Terutama tari tradisional,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pilihan itu ditentang oleh bapaknya. Sebab, sang bapak khawatir pilihan tari akan membuatnya diejek oleh teman sejawatnya. “Sempat dilarang oleh bapak. Tapi, saya buktikan ke bapak bahwa saya bisa menjadi penari yang profesional. Sehingga, tidak akan ada teman-teman yang mengejek penari laki-laki seperti saya,” kata lelaki yang sedang menempuh pendidikan ilmu gizi di Universitas Airlangga tersebut.

Tajinya benar-benar terlihat saat mengikuti pemilihan Duta Putera Tari Jawa Timur. Berkat bakat alaminya, dia berhasil menjadi juara satu. “Ada kakak tingkat di kampus yang memberi informasi tentang pemilihan Duta Putera Tari. Setelah mempersiapkannya dengan matang, saya memutuskan untuk ikut. Alhamdulillah, bisa menjadi juara,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Darah seniman mengalir dalam tubuh lelaki asal Jatiroto tersebut. Lahir dari pasangan seni tari dan seni rupa membuat Firn Al Taftazani Endriano terjun di seni tari. Meski awalnya dilarang oleh sang bapak, dia tidak menyerah. Juara Satu Duta Putera Tari Provinsi berhasil dia buktikan.

Firn, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pilihan seni tari sudah dia mantapkan sejak kelas dua sekolah dasar (SD). Di usia itu, dia tertarik untuk belajar tari. “Sejak kecil sudah senang lihat orang nari. Hanya beberapa kali lihat, saya bisa menirukan gerakannya. Sejak saat itu, saya ingin mendalami tari. Terutama tari tradisional,” ungkapnya.

Pilihan itu ditentang oleh bapaknya. Sebab, sang bapak khawatir pilihan tari akan membuatnya diejek oleh teman sejawatnya. “Sempat dilarang oleh bapak. Tapi, saya buktikan ke bapak bahwa saya bisa menjadi penari yang profesional. Sehingga, tidak akan ada teman-teman yang mengejek penari laki-laki seperti saya,” kata lelaki yang sedang menempuh pendidikan ilmu gizi di Universitas Airlangga tersebut.

Tajinya benar-benar terlihat saat mengikuti pemilihan Duta Putera Tari Jawa Timur. Berkat bakat alaminya, dia berhasil menjadi juara satu. “Ada kakak tingkat di kampus yang memberi informasi tentang pemilihan Duta Putera Tari. Setelah mempersiapkannya dengan matang, saya memutuskan untuk ikut. Alhamdulillah, bisa menjadi juara,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Darah seniman mengalir dalam tubuh lelaki asal Jatiroto tersebut. Lahir dari pasangan seni tari dan seni rupa membuat Firn Al Taftazani Endriano terjun di seni tari. Meski awalnya dilarang oleh sang bapak, dia tidak menyerah. Juara Satu Duta Putera Tari Provinsi berhasil dia buktikan.

Firn, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pilihan seni tari sudah dia mantapkan sejak kelas dua sekolah dasar (SD). Di usia itu, dia tertarik untuk belajar tari. “Sejak kecil sudah senang lihat orang nari. Hanya beberapa kali lihat, saya bisa menirukan gerakannya. Sejak saat itu, saya ingin mendalami tari. Terutama tari tradisional,” ungkapnya.

Pilihan itu ditentang oleh bapaknya. Sebab, sang bapak khawatir pilihan tari akan membuatnya diejek oleh teman sejawatnya. “Sempat dilarang oleh bapak. Tapi, saya buktikan ke bapak bahwa saya bisa menjadi penari yang profesional. Sehingga, tidak akan ada teman-teman yang mengejek penari laki-laki seperti saya,” kata lelaki yang sedang menempuh pendidikan ilmu gizi di Universitas Airlangga tersebut.

Tajinya benar-benar terlihat saat mengikuti pemilihan Duta Putera Tari Jawa Timur. Berkat bakat alaminya, dia berhasil menjadi juara satu. “Ada kakak tingkat di kampus yang memberi informasi tentang pemilihan Duta Putera Tari. Setelah mempersiapkannya dengan matang, saya memutuskan untuk ikut. Alhamdulillah, bisa menjadi juara,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/