alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Angkat Hasil Pertanian Lokal Potensial Berpigmen

Elfi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Baru UMM

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan Guru Besar, Jumat (18/9). Kali ini, dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Seperti pada pengukuhan guru besar sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, acara dilakukan di ruang terbuka agar sirkulasi udara lebih baik. Tepatnya di jembatan depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 Kampus III UMM.

Dalam orasi ilmiahnya, Elfi menyampaikan tajuk “Pemberdayaan Hasil Pertanian Lokal Potensial “Ber-Pigmen” dan Peran “Sadar Gizi” Keluarga Mendukung Ketahanan Pangan Halal Thoyyiban”. Dikatakannya, pentingnya ketahanan pangan dalam dalam ekonomi global dan nasional harus dipahami oleh berbagai kalangan, baik pemerintahan, organisasi internasional, pengelola sektor swasta, maupun lembaga kemasyarakatan. Hal ini dapat dimulai dari ketahanan pangan keluarga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu yang berpengaruh terhadap kualitas pangan adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Penggunaan warna pada suatu produk pangan (makanan- minuman) misalnya, menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas produk.

Selain lebih menarik, pewarna makanan dapat meningkatkan selera dan penerimaan konsumen. Sayangnya, kebutuhan pewarna sintetis yang masih disuplai dari luar negeri/ impor ini, penggunaannya kerap menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi takaran maupun cara penggunaan.

Melihat hal tersebut, Elfi mengembangkan penelitian tentang sumberdaya hayati Indonesia yang tinggi kandungan zat gizi dan non-gizi yang menyehatkan. Mengusung semangat “Mari dukung produk unggul lokal”, karya ini juga sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Konsumen semakin sadar bahwa agar kehidupan yang dijalani senantiasa sehat, maka bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga harus bergizi dan sehat. Mereka yang menyadari hal tersebut, juga lebih selektif dalam menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi,” urai Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center UMM ini.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan Guru Besar, Jumat (18/9). Kali ini, dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Seperti pada pengukuhan guru besar sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, acara dilakukan di ruang terbuka agar sirkulasi udara lebih baik. Tepatnya di jembatan depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 Kampus III UMM.

Dalam orasi ilmiahnya, Elfi menyampaikan tajuk “Pemberdayaan Hasil Pertanian Lokal Potensial “Ber-Pigmen” dan Peran “Sadar Gizi” Keluarga Mendukung Ketahanan Pangan Halal Thoyyiban”. Dikatakannya, pentingnya ketahanan pangan dalam dalam ekonomi global dan nasional harus dipahami oleh berbagai kalangan, baik pemerintahan, organisasi internasional, pengelola sektor swasta, maupun lembaga kemasyarakatan. Hal ini dapat dimulai dari ketahanan pangan keluarga.

Salah satu yang berpengaruh terhadap kualitas pangan adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Penggunaan warna pada suatu produk pangan (makanan- minuman) misalnya, menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas produk.

Selain lebih menarik, pewarna makanan dapat meningkatkan selera dan penerimaan konsumen. Sayangnya, kebutuhan pewarna sintetis yang masih disuplai dari luar negeri/ impor ini, penggunaannya kerap menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi takaran maupun cara penggunaan.

Melihat hal tersebut, Elfi mengembangkan penelitian tentang sumberdaya hayati Indonesia yang tinggi kandungan zat gizi dan non-gizi yang menyehatkan. Mengusung semangat “Mari dukung produk unggul lokal”, karya ini juga sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Konsumen semakin sadar bahwa agar kehidupan yang dijalani senantiasa sehat, maka bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga harus bergizi dan sehat. Mereka yang menyadari hal tersebut, juga lebih selektif dalam menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi,” urai Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center UMM ini.

MALANG, RADARJEMBER.ID – UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan Guru Besar, Jumat (18/9). Kali ini, dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. dikukuhkan sebagai guru besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Seperti pada pengukuhan guru besar sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, acara dilakukan di ruang terbuka agar sirkulasi udara lebih baik. Tepatnya di jembatan depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 Kampus III UMM.

Dalam orasi ilmiahnya, Elfi menyampaikan tajuk “Pemberdayaan Hasil Pertanian Lokal Potensial “Ber-Pigmen” dan Peran “Sadar Gizi” Keluarga Mendukung Ketahanan Pangan Halal Thoyyiban”. Dikatakannya, pentingnya ketahanan pangan dalam dalam ekonomi global dan nasional harus dipahami oleh berbagai kalangan, baik pemerintahan, organisasi internasional, pengelola sektor swasta, maupun lembaga kemasyarakatan. Hal ini dapat dimulai dari ketahanan pangan keluarga.

Salah satu yang berpengaruh terhadap kualitas pangan adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) seperti pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Penggunaan warna pada suatu produk pangan (makanan- minuman) misalnya, menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas produk.

Selain lebih menarik, pewarna makanan dapat meningkatkan selera dan penerimaan konsumen. Sayangnya, kebutuhan pewarna sintetis yang masih disuplai dari luar negeri/ impor ini, penggunaannya kerap menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi takaran maupun cara penggunaan.

Melihat hal tersebut, Elfi mengembangkan penelitian tentang sumberdaya hayati Indonesia yang tinggi kandungan zat gizi dan non-gizi yang menyehatkan. Mengusung semangat “Mari dukung produk unggul lokal”, karya ini juga sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Konsumen semakin sadar bahwa agar kehidupan yang dijalani senantiasa sehat, maka bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga harus bergizi dan sehat. Mereka yang menyadari hal tersebut, juga lebih selektif dalam menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi,” urai Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center UMM ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/