alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Polije Resmikan TPA Daycare demi Tingkatkan Kinerja Pegawai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije, meresmikan Taman Penitipan Anak (TPA) Daycare. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung TPA Daycare yang berada di sisi barat Kampus Polije Jl Mastrip, Krajan Timur, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kamis (19/5).

Direktur Polije Saiful Anwar mengapresiasi keberadaan TPA Daycare ini. “Sejak saya di posisi direktur dua sudah muncul ide seperti ini. Hanya saja baru terealisasi sekarang,” jelas Saiful, saat memberikan sambutan.

Keberadaan TPA ini dinilainya sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawai, utamanya para pegawai yang mempunyai anak dan masih dalam pengawasan. “Karena di rumah tidak ada yang menjaga, sehingga dibawa ke kampus,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, Saiful mengungkapkan, problem pegawai yang membawa anak saat bekerja cukup menjadi kendala. Karena mereka harus membagi waktu antara menjalankan kewajiban dari institusi dengan kewajiban menjaga anaknya. “Sebab, kalau dua hal ini dikerjakan bersama-sama angka kinerjanya akan terbagi dua. 50 persen ke anak dan 50 persen lagi ke institusi,” urainya.

BACA JUGA: Wujud Peduli, Polije Bagikan Beras dan Bingkisan ke Warga Sekitar Kampus

Sebenarnya, kata dia, institusi tidak melarang terkait hal itu. Kendati demikian, problem membawa anak ke kampus tetap perlu dicarikan jalan keluar agar kinerja para pegawai tidak terganggu oleh aktivitas lain. “Sehingga mereka bisa fokus bekerja di Polije ini,” paparnya.

Masalah tersebut menemukan titik terang ketika pada 2015 lalu, Ketua DWP Sustin Farlinda Saiful Anwar, memberikan solusi. Para pegawai diperbolehkan membawa anaknya karena kampus menyediakan fasilitas wahana bermain bagi mereka. “Ini dilakukan dalam rangka mencapai kemaksimalan kinerja Polije. Dan kehadiran TPA ini menjadi solusi istimewa,” terang Saiful.

Seiring dengan peresmian TPA ini, ada harapan agar program itu bisa berkembang tak hanya untuk internal Polije. “Apalagi terkait alih status dari Satker Polije ke Satker BLU,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije, meresmikan Taman Penitipan Anak (TPA) Daycare. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung TPA Daycare yang berada di sisi barat Kampus Polije Jl Mastrip, Krajan Timur, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kamis (19/5).

Direktur Polije Saiful Anwar mengapresiasi keberadaan TPA Daycare ini. “Sejak saya di posisi direktur dua sudah muncul ide seperti ini. Hanya saja baru terealisasi sekarang,” jelas Saiful, saat memberikan sambutan.

Keberadaan TPA ini dinilainya sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawai, utamanya para pegawai yang mempunyai anak dan masih dalam pengawasan. “Karena di rumah tidak ada yang menjaga, sehingga dibawa ke kampus,” terangnya.

Awalnya, Saiful mengungkapkan, problem pegawai yang membawa anak saat bekerja cukup menjadi kendala. Karena mereka harus membagi waktu antara menjalankan kewajiban dari institusi dengan kewajiban menjaga anaknya. “Sebab, kalau dua hal ini dikerjakan bersama-sama angka kinerjanya akan terbagi dua. 50 persen ke anak dan 50 persen lagi ke institusi,” urainya.

BACA JUGA: Wujud Peduli, Polije Bagikan Beras dan Bingkisan ke Warga Sekitar Kampus

Sebenarnya, kata dia, institusi tidak melarang terkait hal itu. Kendati demikian, problem membawa anak ke kampus tetap perlu dicarikan jalan keluar agar kinerja para pegawai tidak terganggu oleh aktivitas lain. “Sehingga mereka bisa fokus bekerja di Polije ini,” paparnya.

Masalah tersebut menemukan titik terang ketika pada 2015 lalu, Ketua DWP Sustin Farlinda Saiful Anwar, memberikan solusi. Para pegawai diperbolehkan membawa anaknya karena kampus menyediakan fasilitas wahana bermain bagi mereka. “Ini dilakukan dalam rangka mencapai kemaksimalan kinerja Polije. Dan kehadiran TPA ini menjadi solusi istimewa,” terang Saiful.

Seiring dengan peresmian TPA ini, ada harapan agar program itu bisa berkembang tak hanya untuk internal Polije. “Apalagi terkait alih status dari Satker Polije ke Satker BLU,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije, meresmikan Taman Penitipan Anak (TPA) Daycare. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung TPA Daycare yang berada di sisi barat Kampus Polije Jl Mastrip, Krajan Timur, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kamis (19/5).

Direktur Polije Saiful Anwar mengapresiasi keberadaan TPA Daycare ini. “Sejak saya di posisi direktur dua sudah muncul ide seperti ini. Hanya saja baru terealisasi sekarang,” jelas Saiful, saat memberikan sambutan.

Keberadaan TPA ini dinilainya sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawai, utamanya para pegawai yang mempunyai anak dan masih dalam pengawasan. “Karena di rumah tidak ada yang menjaga, sehingga dibawa ke kampus,” terangnya.

Awalnya, Saiful mengungkapkan, problem pegawai yang membawa anak saat bekerja cukup menjadi kendala. Karena mereka harus membagi waktu antara menjalankan kewajiban dari institusi dengan kewajiban menjaga anaknya. “Sebab, kalau dua hal ini dikerjakan bersama-sama angka kinerjanya akan terbagi dua. 50 persen ke anak dan 50 persen lagi ke institusi,” urainya.

BACA JUGA: Wujud Peduli, Polije Bagikan Beras dan Bingkisan ke Warga Sekitar Kampus

Sebenarnya, kata dia, institusi tidak melarang terkait hal itu. Kendati demikian, problem membawa anak ke kampus tetap perlu dicarikan jalan keluar agar kinerja para pegawai tidak terganggu oleh aktivitas lain. “Sehingga mereka bisa fokus bekerja di Polije ini,” paparnya.

Masalah tersebut menemukan titik terang ketika pada 2015 lalu, Ketua DWP Sustin Farlinda Saiful Anwar, memberikan solusi. Para pegawai diperbolehkan membawa anaknya karena kampus menyediakan fasilitas wahana bermain bagi mereka. “Ini dilakukan dalam rangka mencapai kemaksimalan kinerja Polije. Dan kehadiran TPA ini menjadi solusi istimewa,” terang Saiful.

Seiring dengan peresmian TPA ini, ada harapan agar program itu bisa berkembang tak hanya untuk internal Polije. “Apalagi terkait alih status dari Satker Polije ke Satker BLU,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/