alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Airlangga: Indonesia Tak Mudah Terpecah Belah karena Berpedoman Alquran

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah atau terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat. Menurutnya, masyarakat Indonesia berpedoman pada Alquran untuk menghadirkan kemajuan peradaban.

Airlangga menilai turunnya Alquran menjadi momentum umat manusia mengetahui mana yang haq dan bathil.

“Mana kebaikan, mana keburukan, mana yang perlu kita amalkan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alquran adalah pedoman moral yang menjadi inspirasi kita dalam melangkah hidup yang kita lalui,” ujar Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketum Golkar ini menambahkan, untuk menghadirkan peradaban tersebut, Alquran menjelaskan bahwa fondasi utamanya adalah tingginya literasi. Airlangga menilai, Indonesia memiliki hal tersebut untuk menuju peradaban yang maju.

“Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah karena terpengaruh oleh berita-berita bohong atau (hoaks), dan bukan bangsa yang terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara kita,” tegas Airlangga.

BACA JUGA: Berbagi Bersama Anak Yatim, Airlangga Didoakan Jadi Presiden 2024

Ia juga menyampaikan hikmah dari peristiwa Nuzulul Alquran sangat agung. Yakni, memerintahkan setiap umat Islam untuk selalu belajar. Seperti hikmah yang bisa diambil dari lima ayat Surat Al ‘Alaq yang turun pertama kali untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, merujuk pada surat tersebut, Islam mendorong agar umatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa manfaat.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah atau terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat. Menurutnya, masyarakat Indonesia berpedoman pada Alquran untuk menghadirkan kemajuan peradaban.

Airlangga menilai turunnya Alquran menjadi momentum umat manusia mengetahui mana yang haq dan bathil.

“Mana kebaikan, mana keburukan, mana yang perlu kita amalkan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alquran adalah pedoman moral yang menjadi inspirasi kita dalam melangkah hidup yang kita lalui,” ujar Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/4).

Ketum Golkar ini menambahkan, untuk menghadirkan peradaban tersebut, Alquran menjelaskan bahwa fondasi utamanya adalah tingginya literasi. Airlangga menilai, Indonesia memiliki hal tersebut untuk menuju peradaban yang maju.

“Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah karena terpengaruh oleh berita-berita bohong atau (hoaks), dan bukan bangsa yang terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara kita,” tegas Airlangga.

BACA JUGA: Berbagi Bersama Anak Yatim, Airlangga Didoakan Jadi Presiden 2024

Ia juga menyampaikan hikmah dari peristiwa Nuzulul Alquran sangat agung. Yakni, memerintahkan setiap umat Islam untuk selalu belajar. Seperti hikmah yang bisa diambil dari lima ayat Surat Al ‘Alaq yang turun pertama kali untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, merujuk pada surat tersebut, Islam mendorong agar umatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa manfaat.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah atau terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat. Menurutnya, masyarakat Indonesia berpedoman pada Alquran untuk menghadirkan kemajuan peradaban.

Airlangga menilai turunnya Alquran menjadi momentum umat manusia mengetahui mana yang haq dan bathil.

“Mana kebaikan, mana keburukan, mana yang perlu kita amalkan, dan mana yang harus kita tinggalkan. Alquran adalah pedoman moral yang menjadi inspirasi kita dalam melangkah hidup yang kita lalui,” ujar Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (18/4).

Ketum Golkar ini menambahkan, untuk menghadirkan peradaban tersebut, Alquran menjelaskan bahwa fondasi utamanya adalah tingginya literasi. Airlangga menilai, Indonesia memiliki hal tersebut untuk menuju peradaban yang maju.

“Indonesia bukan bangsa yang mudah terpecah belah karena terpengaruh oleh berita-berita bohong atau (hoaks), dan bukan bangsa yang terpolarisasi karena perbedaan politik sesaat yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara kita,” tegas Airlangga.

BACA JUGA: Berbagi Bersama Anak Yatim, Airlangga Didoakan Jadi Presiden 2024

Ia juga menyampaikan hikmah dari peristiwa Nuzulul Alquran sangat agung. Yakni, memerintahkan setiap umat Islam untuk selalu belajar. Seperti hikmah yang bisa diambil dari lima ayat Surat Al ‘Alaq yang turun pertama kali untuk Rasulullah Muhammad SAW.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, merujuk pada surat tersebut, Islam mendorong agar umatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa manfaat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/