alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Universitas Muhammadiyah Jember Kukuhkan 103 Lulusan Perawat

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 103 mahasiswa yang terdiri atas 68 orang profesi Ners dan 35 Ahli Madya Keperawatan Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mulai mendapatkan amanah baru. Mereka siap mendedikasikan ilmu dan pengalamannya setelah dilantik pada Rapat Terbuka Senat dalam Rangka Sumpah dan Pelantikan Program Profesi Ners dan Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2020-2021, Sabtu, (16/10).

Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung luring itu dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), DPD PPNI, dan sejumlah institusi terkait. Dekan Fikes UM Jember Ns Sasmiyanto SKep MKes mengatakan, profesi perawat merupakan suatu bentuk pelayanan berdasarkan ilmu dan kiat kesehatan kepada masyarakat. “Prestasi luar biasa yang didapatkan di bangku pendidikan jangan sampai berhenti di sini,” pesannya.

Sebagai bentuk perhatian untuk kebutuhan mahasiswa, UM Jember telah banyak bekerja sama dengan institusi kesehatan. Baik dalam negeri maupun internasional. “Saat ini pemerintah juga terus berupaya memajukan program pendidikan, pelatihan, dan penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sasmiyanto juga mengharapkan para lulusan memiliki mimpi dan dikejar sampai bisa menggapainya. Salah satunya dengan cara dukungan orang tua dan tekad kuat. “Gali potensi diri agar mampu mengoptimalkan keahlian yang Anda miliki untuk memberdayakan orang lain,” pintanya kepada semua lulusan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 103 mahasiswa yang terdiri atas 68 orang profesi Ners dan 35 Ahli Madya Keperawatan Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mulai mendapatkan amanah baru. Mereka siap mendedikasikan ilmu dan pengalamannya setelah dilantik pada Rapat Terbuka Senat dalam Rangka Sumpah dan Pelantikan Program Profesi Ners dan Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2020-2021, Sabtu, (16/10).

Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung luring itu dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), DPD PPNI, dan sejumlah institusi terkait. Dekan Fikes UM Jember Ns Sasmiyanto SKep MKes mengatakan, profesi perawat merupakan suatu bentuk pelayanan berdasarkan ilmu dan kiat kesehatan kepada masyarakat. “Prestasi luar biasa yang didapatkan di bangku pendidikan jangan sampai berhenti di sini,” pesannya.

Sebagai bentuk perhatian untuk kebutuhan mahasiswa, UM Jember telah banyak bekerja sama dengan institusi kesehatan. Baik dalam negeri maupun internasional. “Saat ini pemerintah juga terus berupaya memajukan program pendidikan, pelatihan, dan penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri,” jelasnya.

Sasmiyanto juga mengharapkan para lulusan memiliki mimpi dan dikejar sampai bisa menggapainya. Salah satunya dengan cara dukungan orang tua dan tekad kuat. “Gali potensi diri agar mampu mengoptimalkan keahlian yang Anda miliki untuk memberdayakan orang lain,” pintanya kepada semua lulusan.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 103 mahasiswa yang terdiri atas 68 orang profesi Ners dan 35 Ahli Madya Keperawatan Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mulai mendapatkan amanah baru. Mereka siap mendedikasikan ilmu dan pengalamannya setelah dilantik pada Rapat Terbuka Senat dalam Rangka Sumpah dan Pelantikan Program Profesi Ners dan Ahli Madya Keperawatan Tahun Akademik 2020-2021, Sabtu, (16/10).

Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung luring itu dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), DPD PPNI, dan sejumlah institusi terkait. Dekan Fikes UM Jember Ns Sasmiyanto SKep MKes mengatakan, profesi perawat merupakan suatu bentuk pelayanan berdasarkan ilmu dan kiat kesehatan kepada masyarakat. “Prestasi luar biasa yang didapatkan di bangku pendidikan jangan sampai berhenti di sini,” pesannya.

Sebagai bentuk perhatian untuk kebutuhan mahasiswa, UM Jember telah banyak bekerja sama dengan institusi kesehatan. Baik dalam negeri maupun internasional. “Saat ini pemerintah juga terus berupaya memajukan program pendidikan, pelatihan, dan penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri,” jelasnya.

Sasmiyanto juga mengharapkan para lulusan memiliki mimpi dan dikejar sampai bisa menggapainya. Salah satunya dengan cara dukungan orang tua dan tekad kuat. “Gali potensi diri agar mampu mengoptimalkan keahlian yang Anda miliki untuk memberdayakan orang lain,” pintanya kepada semua lulusan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/