alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Khofifah Buktikan Penurunan Angka Kemiskinan Tertinggi Secara Nasional

Dalam Setahun Entaskan 391.400 jiwa

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Pencapaian luar biasa kembali diwujudkan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kali ini, keberhasilan itu dibuktikan melalui penurunan angka kemiskinan tertinggi secara nasional.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan penurunan angka kemiskinan di Jatim tertinggi selama dua periode berturut. Pada periode Maret 2021 – September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021 – Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa.

Dalam catatan BPS, terdapat 10 provinsi dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi selama periode Maret 2021 – Maret 2022. Antara lain Provinsi Jatim dengan penurunan kemiskinan sebanyak 391.400 jiwa, Jawa Tengah turun sebanyak 278.300 jiwa, Jawa Barat turun sebanyak 124,400 jiwa, Lampung turun 81.500 jiwa, Sumatera Utara turun 75.700 jiwa, dan Sumatera Selatan turun 69.100 jiwa. Selain itu penurunan tertinggi juga dialami Provinsi Banten sebesar 53.200 jiwa, DI Yogyakarta turun 51.700 jiwa, NTT turun 37.700 jiwa dan Sumatra Barat turun 35.500 jiwa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kemiskinan di Jatim kembali turun signifikan. Ini artinya, ikhtiar dan sinergi yang dilakukan seluruh stake holder Jatim di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 telah berjalan efektif.

“Pencapaian ini tidak mungkin dapat diraih tanpa dukungan kuat seluruh elemen strategis se -Jatim. Maka kami sampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas setiap upaya yang telah dilakukan dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jatim,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (16/7).

Tidak hanya turun signifikan, Jatim juga berhasil menjadi kontributor terbesar dalam penurunan angka kemiskinan secara nasional sebesar 28,3%.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, penurunan kemiskinan berseiring dengan keberhasilan Jatim dalam meningkatkan status kemandirian desa dari tahun 2021 sebesar 697 Desa Mandiri menjadi 1.490 Desa Mandiri di tahun 2022, atau meningkat 113,77%. Peningkatan desa mandiri itu juga merupakan capaian tertinggi secara nasional.

“Dengan meningkatnya status desa  menjadi mandiri, kita terus berharap akan terjadi peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di pedesaan. Penurunan kemiskinan di pedesaan satu tahun terakhir periode Maret 2021 – Maret 2022 mencapai 1,36% dari angka 15,05% menjadi 13,69%,” tutur Khofifah.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Pencapaian luar biasa kembali diwujudkan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kali ini, keberhasilan itu dibuktikan melalui penurunan angka kemiskinan tertinggi secara nasional.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan penurunan angka kemiskinan di Jatim tertinggi selama dua periode berturut. Pada periode Maret 2021 – September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021 – Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa.

Dalam catatan BPS, terdapat 10 provinsi dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi selama periode Maret 2021 – Maret 2022. Antara lain Provinsi Jatim dengan penurunan kemiskinan sebanyak 391.400 jiwa, Jawa Tengah turun sebanyak 278.300 jiwa, Jawa Barat turun sebanyak 124,400 jiwa, Lampung turun 81.500 jiwa, Sumatera Utara turun 75.700 jiwa, dan Sumatera Selatan turun 69.100 jiwa. Selain itu penurunan tertinggi juga dialami Provinsi Banten sebesar 53.200 jiwa, DI Yogyakarta turun 51.700 jiwa, NTT turun 37.700 jiwa dan Sumatra Barat turun 35.500 jiwa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kemiskinan di Jatim kembali turun signifikan. Ini artinya, ikhtiar dan sinergi yang dilakukan seluruh stake holder Jatim di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 telah berjalan efektif.

“Pencapaian ini tidak mungkin dapat diraih tanpa dukungan kuat seluruh elemen strategis se -Jatim. Maka kami sampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas setiap upaya yang telah dilakukan dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jatim,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (16/7).

Tidak hanya turun signifikan, Jatim juga berhasil menjadi kontributor terbesar dalam penurunan angka kemiskinan secara nasional sebesar 28,3%.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, penurunan kemiskinan berseiring dengan keberhasilan Jatim dalam meningkatkan status kemandirian desa dari tahun 2021 sebesar 697 Desa Mandiri menjadi 1.490 Desa Mandiri di tahun 2022, atau meningkat 113,77%. Peningkatan desa mandiri itu juga merupakan capaian tertinggi secara nasional.

“Dengan meningkatnya status desa  menjadi mandiri, kita terus berharap akan terjadi peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di pedesaan. Penurunan kemiskinan di pedesaan satu tahun terakhir periode Maret 2021 – Maret 2022 mencapai 1,36% dari angka 15,05% menjadi 13,69%,” tutur Khofifah.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- Pencapaian luar biasa kembali diwujudkan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kali ini, keberhasilan itu dibuktikan melalui penurunan angka kemiskinan tertinggi secara nasional.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan penurunan angka kemiskinan di Jatim tertinggi selama dua periode berturut. Pada periode Maret 2021 – September 2021, penurunan angka kemiskinan di Jatim mencapai 313.130 jiwa. Kemudian, pada periode Maret 2021 – Maret 2022, penurunan angka kemiskinan berhasil mencapai angka 391.400 jiwa.

Dalam catatan BPS, terdapat 10 provinsi dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi selama periode Maret 2021 – Maret 2022. Antara lain Provinsi Jatim dengan penurunan kemiskinan sebanyak 391.400 jiwa, Jawa Tengah turun sebanyak 278.300 jiwa, Jawa Barat turun sebanyak 124,400 jiwa, Lampung turun 81.500 jiwa, Sumatera Utara turun 75.700 jiwa, dan Sumatera Selatan turun 69.100 jiwa. Selain itu penurunan tertinggi juga dialami Provinsi Banten sebesar 53.200 jiwa, DI Yogyakarta turun 51.700 jiwa, NTT turun 37.700 jiwa dan Sumatra Barat turun 35.500 jiwa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kemiskinan di Jatim kembali turun signifikan. Ini artinya, ikhtiar dan sinergi yang dilakukan seluruh stake holder Jatim di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 telah berjalan efektif.

“Pencapaian ini tidak mungkin dapat diraih tanpa dukungan kuat seluruh elemen strategis se -Jatim. Maka kami sampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas setiap upaya yang telah dilakukan dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jatim,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (16/7).

Tidak hanya turun signifikan, Jatim juga berhasil menjadi kontributor terbesar dalam penurunan angka kemiskinan secara nasional sebesar 28,3%.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, penurunan kemiskinan berseiring dengan keberhasilan Jatim dalam meningkatkan status kemandirian desa dari tahun 2021 sebesar 697 Desa Mandiri menjadi 1.490 Desa Mandiri di tahun 2022, atau meningkat 113,77%. Peningkatan desa mandiri itu juga merupakan capaian tertinggi secara nasional.

“Dengan meningkatnya status desa  menjadi mandiri, kita terus berharap akan terjadi peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di pedesaan. Penurunan kemiskinan di pedesaan satu tahun terakhir periode Maret 2021 – Maret 2022 mencapai 1,36% dari angka 15,05% menjadi 13,69%,” tutur Khofifah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/