alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Jujukan Pembelajaran Berbagai Politeknik di Bawah Kementerian Pertanian

Keberhasilan Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan Teaching Factory (Tefa) kerap menjadi jujukan pembelajaran dari instansi luar hingga pemerintahan. Kini, giliran delapan politeknik di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang langsung sharing lapangan. Bagaimana Tefa Polije ini?

Mobile_AP_Rectangle 1

Kementan, kata Ismaya, yang ada politeknik tersebut tentu ingin melahirkan satu tenaga kerja yang terampil. Sehingga, bagaimana memindahkan dunia industri ke dalam kampus. Langkah itu salah satunya bisa diterapkan lewat Tefa untuk menciptakan lulusan yang siap terjun di lapangan, sesuai dengan kondisi dunia industri dan usaha.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar menambahkan, acara ini adalah bagian tindak lanjut dari aktivitas yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Pertanian di bawah Kementan. “Kurang lebih ada delapan politeknik yang datang. Tujuh dari Politeknik Pembangunan Pertanian dan satu dari PEPI. Semuanya di bawah Kementan,” ucapnya.

Menurutnya, kunjungan Tefa ini dapat menambah kompetensi mahasiswa dalam rangka praktik berskala industri. “Serta sejauh mana pengelolaan Tefa Polije ini. Di samping untuk kepentingan akademik, keberadaan Tefa juga menjadi pendukung dalam penerimaan negara melalui PNBP (penerimaan negara bukan pajak, Red),” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kunjungan ini akan bisa menjadi referensi pengembangan Tefa. “Apakah seperti Tefa di Polije, ataukah Tefa yang disesuaikan dengan kompetensi di sana,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Kementan, kata Ismaya, yang ada politeknik tersebut tentu ingin melahirkan satu tenaga kerja yang terampil. Sehingga, bagaimana memindahkan dunia industri ke dalam kampus. Langkah itu salah satunya bisa diterapkan lewat Tefa untuk menciptakan lulusan yang siap terjun di lapangan, sesuai dengan kondisi dunia industri dan usaha.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar menambahkan, acara ini adalah bagian tindak lanjut dari aktivitas yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Pertanian di bawah Kementan. “Kurang lebih ada delapan politeknik yang datang. Tujuh dari Politeknik Pembangunan Pertanian dan satu dari PEPI. Semuanya di bawah Kementan,” ucapnya.

Menurutnya, kunjungan Tefa ini dapat menambah kompetensi mahasiswa dalam rangka praktik berskala industri. “Serta sejauh mana pengelolaan Tefa Polije ini. Di samping untuk kepentingan akademik, keberadaan Tefa juga menjadi pendukung dalam penerimaan negara melalui PNBP (penerimaan negara bukan pajak, Red),” katanya.

Kunjungan ini akan bisa menjadi referensi pengembangan Tefa. “Apakah seperti Tefa di Polije, ataukah Tefa yang disesuaikan dengan kompetensi di sana,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

Kementan, kata Ismaya, yang ada politeknik tersebut tentu ingin melahirkan satu tenaga kerja yang terampil. Sehingga, bagaimana memindahkan dunia industri ke dalam kampus. Langkah itu salah satunya bisa diterapkan lewat Tefa untuk menciptakan lulusan yang siap terjun di lapangan, sesuai dengan kondisi dunia industri dan usaha.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar menambahkan, acara ini adalah bagian tindak lanjut dari aktivitas yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Pertanian di bawah Kementan. “Kurang lebih ada delapan politeknik yang datang. Tujuh dari Politeknik Pembangunan Pertanian dan satu dari PEPI. Semuanya di bawah Kementan,” ucapnya.

Menurutnya, kunjungan Tefa ini dapat menambah kompetensi mahasiswa dalam rangka praktik berskala industri. “Serta sejauh mana pengelolaan Tefa Polije ini. Di samping untuk kepentingan akademik, keberadaan Tefa juga menjadi pendukung dalam penerimaan negara melalui PNBP (penerimaan negara bukan pajak, Red),” katanya.

Kunjungan ini akan bisa menjadi referensi pengembangan Tefa. “Apakah seperti Tefa di Polije, ataukah Tefa yang disesuaikan dengan kompetensi di sana,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/