alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Perkuat Profil Lulusan Bidang Pendidikan

Mahasiswa UM Jember Lolos Program Kampus Mengajar Kemendikbud

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 25 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember dinyatakan lolos seleksi dalam program Mengajar Kampus Merdeka Tahap 1, yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Jumat (12/3) kemarin. Dengan kelulusan itu, mereka akan ditugaskan mengajar di sekolah dasar, khususnya yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Wakil Dekan FKIP UM Jember Dr Fitri Amilia menjelaskan, Program Kampus Mengajar Kemendikbud itu menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman. “Daerah tertinggal memiliki tantangan belajar, para guru harus beradaptasi dengan teknologi. Mahasiswa kampus mengajar ini membantu mengubah tantangan menjadi harapan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, mereka yang terpilih sudah teruji dan telah memiliki kompetensi yang memadai. Dan mereka yang mengikuti program tersebut akan mendapat pengakuan konversi mata kuliah 12 SKS. “Sehingga ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka, sekaligus menguatkan profil lulusan UM Jember,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

25 mahasiswa yang dinyatakan lolos itu selanjutnya akan diberikan pembekalan, lalu penugasan, hingga penarikan pada sekitar akhir Juni mendatang. Khusnul Khotimah, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris yang menjadi salah satu peserta yang lolos mengaku selama masa seleksi dia harus diuji dalam berbagai bidang. Dari seputar kebhinekaan sampai keberagaman agama, adat, dan lainnya.

Khusnul bersama rekan lainnya optimistis bisa menjalankan program Kampus Mengajar dengan optimal. “Semoga ini bisa membantu guru di sekolah 3T, ataupun yang masih akreditasi C. Dan sekaligus menggali potensi desa tersebut,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 25 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember dinyatakan lolos seleksi dalam program Mengajar Kampus Merdeka Tahap 1, yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Jumat (12/3) kemarin. Dengan kelulusan itu, mereka akan ditugaskan mengajar di sekolah dasar, khususnya yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Wakil Dekan FKIP UM Jember Dr Fitri Amilia menjelaskan, Program Kampus Mengajar Kemendikbud itu menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman. “Daerah tertinggal memiliki tantangan belajar, para guru harus beradaptasi dengan teknologi. Mahasiswa kampus mengajar ini membantu mengubah tantangan menjadi harapan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, mereka yang terpilih sudah teruji dan telah memiliki kompetensi yang memadai. Dan mereka yang mengikuti program tersebut akan mendapat pengakuan konversi mata kuliah 12 SKS. “Sehingga ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka, sekaligus menguatkan profil lulusan UM Jember,” terangnya.

25 mahasiswa yang dinyatakan lolos itu selanjutnya akan diberikan pembekalan, lalu penugasan, hingga penarikan pada sekitar akhir Juni mendatang. Khusnul Khotimah, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris yang menjadi salah satu peserta yang lolos mengaku selama masa seleksi dia harus diuji dalam berbagai bidang. Dari seputar kebhinekaan sampai keberagaman agama, adat, dan lainnya.

Khusnul bersama rekan lainnya optimistis bisa menjalankan program Kampus Mengajar dengan optimal. “Semoga ini bisa membantu guru di sekolah 3T, ataupun yang masih akreditasi C. Dan sekaligus menggali potensi desa tersebut,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 25 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember dinyatakan lolos seleksi dalam program Mengajar Kampus Merdeka Tahap 1, yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI, Jumat (12/3) kemarin. Dengan kelulusan itu, mereka akan ditugaskan mengajar di sekolah dasar, khususnya yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Wakil Dekan FKIP UM Jember Dr Fitri Amilia menjelaskan, Program Kampus Mengajar Kemendikbud itu menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman. “Daerah tertinggal memiliki tantangan belajar, para guru harus beradaptasi dengan teknologi. Mahasiswa kampus mengajar ini membantu mengubah tantangan menjadi harapan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, mereka yang terpilih sudah teruji dan telah memiliki kompetensi yang memadai. Dan mereka yang mengikuti program tersebut akan mendapat pengakuan konversi mata kuliah 12 SKS. “Sehingga ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka, sekaligus menguatkan profil lulusan UM Jember,” terangnya.

25 mahasiswa yang dinyatakan lolos itu selanjutnya akan diberikan pembekalan, lalu penugasan, hingga penarikan pada sekitar akhir Juni mendatang. Khusnul Khotimah, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris yang menjadi salah satu peserta yang lolos mengaku selama masa seleksi dia harus diuji dalam berbagai bidang. Dari seputar kebhinekaan sampai keberagaman agama, adat, dan lainnya.

Khusnul bersama rekan lainnya optimistis bisa menjalankan program Kampus Mengajar dengan optimal. “Semoga ini bisa membantu guru di sekolah 3T, ataupun yang masih akreditasi C. Dan sekaligus menggali potensi desa tersebut,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/