alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dukung GLS, Siswa SMAN 1 Tenggarang Wajib Baca Buku 15 Menit Sebelum KBM

Mobile_AP_Rectangle 1

Buku yang dibaca, sambungnya, malah buku-buku non pelajaran fiksi maupun non fiksi. “Kegiatan ini telah berjalan tiga tahun terakhir namun sempat terhenti akibat pandemic COVID-19 yang pembelajaran dilakukan secara daring. Kegiatan membaca 15 menit segera dihidupkan kembali setelah ada pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Tenggarang,” imbuhnya.

Tim Literasi SMASGA Hari Rabu, 12 Januari 2022, secara khusus melakukan rapat koordinasi untuk segera kembali menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. “Pembiasaan Literasi hampir sama dengan pembiasaan sebelumnya, namun terdapat penambahan unsur baru di dalamnya,” ungkapnya.

Jika pada pembiasaan sebelumnya fokus pada kegiatan literasi membaca, pembiasaan yang akan datang juga mengaitkan pada literasi numerasi. “Budaya literasi siswa tidak hanya dibudayakan tetapi juga dikembangkan,” imbuhnya. Pasalnya, dia mengakui budaya literasi anak zaman milineal menurun dibandingkan generasi sebelumnya karena terkena imbas digitalisasi dunia saat ini. Siswa lebih suka main gatget dari pada membaca buku-buku, meskipun buku novel atau komik sekalipun.

- Advertisement -

Buku yang dibaca, sambungnya, malah buku-buku non pelajaran fiksi maupun non fiksi. “Kegiatan ini telah berjalan tiga tahun terakhir namun sempat terhenti akibat pandemic COVID-19 yang pembelajaran dilakukan secara daring. Kegiatan membaca 15 menit segera dihidupkan kembali setelah ada pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Tenggarang,” imbuhnya.

Tim Literasi SMASGA Hari Rabu, 12 Januari 2022, secara khusus melakukan rapat koordinasi untuk segera kembali menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. “Pembiasaan Literasi hampir sama dengan pembiasaan sebelumnya, namun terdapat penambahan unsur baru di dalamnya,” ungkapnya.

Jika pada pembiasaan sebelumnya fokus pada kegiatan literasi membaca, pembiasaan yang akan datang juga mengaitkan pada literasi numerasi. “Budaya literasi siswa tidak hanya dibudayakan tetapi juga dikembangkan,” imbuhnya. Pasalnya, dia mengakui budaya literasi anak zaman milineal menurun dibandingkan generasi sebelumnya karena terkena imbas digitalisasi dunia saat ini. Siswa lebih suka main gatget dari pada membaca buku-buku, meskipun buku novel atau komik sekalipun.

Buku yang dibaca, sambungnya, malah buku-buku non pelajaran fiksi maupun non fiksi. “Kegiatan ini telah berjalan tiga tahun terakhir namun sempat terhenti akibat pandemic COVID-19 yang pembelajaran dilakukan secara daring. Kegiatan membaca 15 menit segera dihidupkan kembali setelah ada pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Tenggarang,” imbuhnya.

Tim Literasi SMASGA Hari Rabu, 12 Januari 2022, secara khusus melakukan rapat koordinasi untuk segera kembali menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. “Pembiasaan Literasi hampir sama dengan pembiasaan sebelumnya, namun terdapat penambahan unsur baru di dalamnya,” ungkapnya.

Jika pada pembiasaan sebelumnya fokus pada kegiatan literasi membaca, pembiasaan yang akan datang juga mengaitkan pada literasi numerasi. “Budaya literasi siswa tidak hanya dibudayakan tetapi juga dikembangkan,” imbuhnya. Pasalnya, dia mengakui budaya literasi anak zaman milineal menurun dibandingkan generasi sebelumnya karena terkena imbas digitalisasi dunia saat ini. Siswa lebih suka main gatget dari pada membaca buku-buku, meskipun buku novel atau komik sekalipun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/