alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Solusi Persoalan Masyarakat dari DP3AKB Jember

Wujudkan Satu Kampus Satu Desa Binaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember terus menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendorong adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan anak dan perempuan di Jember.

Salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai Mitra DP3AKB Jember adalah Universitas Islam Jember (UIJ). Kerja sama ini juga sebagai wujud merealisasikan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UIJ. Sebab, semangatnya kurikulum MBKM terus mendorong perguruan tinggi untuk melebarkan relasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “MBKM itu harapannya ide mahasiswa dapat diaplikasikan sebagai solusi (atas persoalan masyarakat, Red),” kata Suprihandoko, Plt Kepala DP3AKB Jember, kemarin (16/12).

Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan bersama-sama terjun ke lapangan untuk ikut berdiskusi dan memecahkan masalah. Bentuk konkretnya, mahasiswa dapat ikut serta dalam memaksimalkan keberadaan kampung KB yang telah digagas oleh DP3AKB Jember. Bahkan nantinya, mahasiswa juga bisa menggagas sebuah kampung binaan yang diolah atau bekerja sama dengan DP3AKB Jember. “Harapannya, nanti satu kampus satu desa binaan. Dan program ini dapat dijadikan sarana laboratorium kampus,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, Suprihandoko juga berharap, adanya desa binaan itu nantinya tidak hanya bergantung pada satu kampus, namun bisa berbasis fakultas. Karenanya, dengan keberadaan desa binaan yang semakin masif, harapan membangun metropolitan di desa itu dapat direalisasikan lebih cepat.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada banyak kampus atau fakultas yang berkerja sama dengan DP3AKB Jember. Namun, hasil kerja sama itu masih belum tampak. Secara khusus tentang gagasan program yang bisa menjadi alternatif untuk mendorong keberadaan desa binaan. “Belum ada yang terbukti memberikan dampak yang nyata pada masyarakat,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember terus menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendorong adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan anak dan perempuan di Jember.

Salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai Mitra DP3AKB Jember adalah Universitas Islam Jember (UIJ). Kerja sama ini juga sebagai wujud merealisasikan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UIJ. Sebab, semangatnya kurikulum MBKM terus mendorong perguruan tinggi untuk melebarkan relasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “MBKM itu harapannya ide mahasiswa dapat diaplikasikan sebagai solusi (atas persoalan masyarakat, Red),” kata Suprihandoko, Plt Kepala DP3AKB Jember, kemarin (16/12).

Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan bersama-sama terjun ke lapangan untuk ikut berdiskusi dan memecahkan masalah. Bentuk konkretnya, mahasiswa dapat ikut serta dalam memaksimalkan keberadaan kampung KB yang telah digagas oleh DP3AKB Jember. Bahkan nantinya, mahasiswa juga bisa menggagas sebuah kampung binaan yang diolah atau bekerja sama dengan DP3AKB Jember. “Harapannya, nanti satu kampus satu desa binaan. Dan program ini dapat dijadikan sarana laboratorium kampus,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Suprihandoko juga berharap, adanya desa binaan itu nantinya tidak hanya bergantung pada satu kampus, namun bisa berbasis fakultas. Karenanya, dengan keberadaan desa binaan yang semakin masif, harapan membangun metropolitan di desa itu dapat direalisasikan lebih cepat.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada banyak kampus atau fakultas yang berkerja sama dengan DP3AKB Jember. Namun, hasil kerja sama itu masih belum tampak. Secara khusus tentang gagasan program yang bisa menjadi alternatif untuk mendorong keberadaan desa binaan. “Belum ada yang terbukti memberikan dampak yang nyata pada masyarakat,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember terus menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendorong adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan anak dan perempuan di Jember.

Salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai Mitra DP3AKB Jember adalah Universitas Islam Jember (UIJ). Kerja sama ini juga sebagai wujud merealisasikan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UIJ. Sebab, semangatnya kurikulum MBKM terus mendorong perguruan tinggi untuk melebarkan relasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “MBKM itu harapannya ide mahasiswa dapat diaplikasikan sebagai solusi (atas persoalan masyarakat, Red),” kata Suprihandoko, Plt Kepala DP3AKB Jember, kemarin (16/12).

Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan bersama-sama terjun ke lapangan untuk ikut berdiskusi dan memecahkan masalah. Bentuk konkretnya, mahasiswa dapat ikut serta dalam memaksimalkan keberadaan kampung KB yang telah digagas oleh DP3AKB Jember. Bahkan nantinya, mahasiswa juga bisa menggagas sebuah kampung binaan yang diolah atau bekerja sama dengan DP3AKB Jember. “Harapannya, nanti satu kampus satu desa binaan. Dan program ini dapat dijadikan sarana laboratorium kampus,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Suprihandoko juga berharap, adanya desa binaan itu nantinya tidak hanya bergantung pada satu kampus, namun bisa berbasis fakultas. Karenanya, dengan keberadaan desa binaan yang semakin masif, harapan membangun metropolitan di desa itu dapat direalisasikan lebih cepat.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada banyak kampus atau fakultas yang berkerja sama dengan DP3AKB Jember. Namun, hasil kerja sama itu masih belum tampak. Secara khusus tentang gagasan program yang bisa menjadi alternatif untuk mendorong keberadaan desa binaan. “Belum ada yang terbukti memberikan dampak yang nyata pada masyarakat,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/