alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Mari Peduli JKN-KIS dan Rasakan Keberadaannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja sebagai seorang security atau satuan pengamanan yang harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua orang membuat Junaedi (46) harus selalu memiliki kondisi yang fit dan bugar. Tetapi apa daya dalam beberapa bulan terakhir dirinya menderita infeksi usus yang membuat dirinya bekerja tidak maksimal.

Infeksi usus atau enterokolitis adalah peradangan yang terjadi pada usus kecil maupun usus besar. Diare dan muntah-muntah merupakan gejala yang umum dirasakan oleh penderita kondisi ini.

Junaedi menderita infeksi usus di pankreas dengan gejala sering muntah, tetapi karena ketidakfahamannya dirinya kira hanya masuk angin biasa saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya sering mengalami muntah-muntah karena penyakit saya ini, tetapi saya kira ini masuk angin biasa, lama kelamaan kok tambah parah dan akhirmya saya memutuskan membawanya ke dokter untuk melakukan pengecekan,”ucap Junaedi
Setelah dibawa ke dokter disampaikan perihal penyakitnya yang harus dilakukan diagnosis dengan beberapa tahapan.

Proses diagnosis diawali dengan pemeriksaan gejala dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait faktor risiko yang dimilikinya.

Setelah itu, proses diagnosis dilanjutkan dengan tes darah atau feses. Tes darah biasanya digunakan untuk mendeteksi kadar meningkatnya sel darah putih, yang merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi. Sedangkan pemeriksaan feses digunakan untuk mendeteksi jenis organisme penyebab infeksi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja sebagai seorang security atau satuan pengamanan yang harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua orang membuat Junaedi (46) harus selalu memiliki kondisi yang fit dan bugar. Tetapi apa daya dalam beberapa bulan terakhir dirinya menderita infeksi usus yang membuat dirinya bekerja tidak maksimal.

Infeksi usus atau enterokolitis adalah peradangan yang terjadi pada usus kecil maupun usus besar. Diare dan muntah-muntah merupakan gejala yang umum dirasakan oleh penderita kondisi ini.

Junaedi menderita infeksi usus di pankreas dengan gejala sering muntah, tetapi karena ketidakfahamannya dirinya kira hanya masuk angin biasa saja.

“Saya sering mengalami muntah-muntah karena penyakit saya ini, tetapi saya kira ini masuk angin biasa, lama kelamaan kok tambah parah dan akhirmya saya memutuskan membawanya ke dokter untuk melakukan pengecekan,”ucap Junaedi
Setelah dibawa ke dokter disampaikan perihal penyakitnya yang harus dilakukan diagnosis dengan beberapa tahapan.

Proses diagnosis diawali dengan pemeriksaan gejala dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait faktor risiko yang dimilikinya.

Setelah itu, proses diagnosis dilanjutkan dengan tes darah atau feses. Tes darah biasanya digunakan untuk mendeteksi kadar meningkatnya sel darah putih, yang merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi. Sedangkan pemeriksaan feses digunakan untuk mendeteksi jenis organisme penyebab infeksi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja sebagai seorang security atau satuan pengamanan yang harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua orang membuat Junaedi (46) harus selalu memiliki kondisi yang fit dan bugar. Tetapi apa daya dalam beberapa bulan terakhir dirinya menderita infeksi usus yang membuat dirinya bekerja tidak maksimal.

Infeksi usus atau enterokolitis adalah peradangan yang terjadi pada usus kecil maupun usus besar. Diare dan muntah-muntah merupakan gejala yang umum dirasakan oleh penderita kondisi ini.

Junaedi menderita infeksi usus di pankreas dengan gejala sering muntah, tetapi karena ketidakfahamannya dirinya kira hanya masuk angin biasa saja.

“Saya sering mengalami muntah-muntah karena penyakit saya ini, tetapi saya kira ini masuk angin biasa, lama kelamaan kok tambah parah dan akhirmya saya memutuskan membawanya ke dokter untuk melakukan pengecekan,”ucap Junaedi
Setelah dibawa ke dokter disampaikan perihal penyakitnya yang harus dilakukan diagnosis dengan beberapa tahapan.

Proses diagnosis diawali dengan pemeriksaan gejala dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait faktor risiko yang dimilikinya.

Setelah itu, proses diagnosis dilanjutkan dengan tes darah atau feses. Tes darah biasanya digunakan untuk mendeteksi kadar meningkatnya sel darah putih, yang merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi. Sedangkan pemeriksaan feses digunakan untuk mendeteksi jenis organisme penyebab infeksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/