alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Belasan Pasien Bibir Sumbing Screening di RSBS

Sebelum Operasi Gratis pada 21 Mei 2022

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Bibir sumbing adalah salah satu kasus kesehatan yang masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, khususnya pada anak-anak. Meski bibir sumbing dapat ditangani, tetapi ada sebagian besar yang tak teratasi karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Jika dibiarkan, penderita tidak bisa makan dan bicara dengan benar, bahkan tak mampu bersekolah. Oleh karena itu, program aksi kemanusiaan operasi gratis bagi duafa yang digagas oleh dr Hj Faida MMR akan kembali digelar untuk kasus operasi bibir sumbing pada Sabtu 21 Mei.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Koordinator Kasus Bibir Sumbing Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dr Maria Ulfah MMRS menjelaskan, bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang ditandai adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Celah tersebut dapat berada di tengah, kanan, atau pun kiri, termasuk di langit-langit mulut. Penyebabnya beragam. Mulai dari kecenderungan genetik hingga faktor lingkungan atau nutrisi. “Ada tantangan besar yang dihadapi penderita jika tidak segera ditangani. Selain terancam hidup dalam isolasi, seperti sulit berteman, mereka juga akan kesulitan makan, bernapas, bicara, hingga kekurangan gizi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ulfah melanjutkan, penanganan yang terbaik untuk kasus sumbing ialah dengan operasi. Semakin cepat dioperasi, maka dampak dari kondisi sumbing dapat diminimalisasi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak semua anak dengan bibir sumbing akan mendapatkan penanganan yang sama. Tergantung usia dan seberapa parah kondisi sumbing yang dialami. “Untuk pasien bayi yang akan dioperasi, minimal berusia 3 bulan, memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram, dan dalam keadaan sehat, seperti tidak batuk atau flu. Maka dari itu, pasien yang sudah mendaftar nantinya akan di-screening terlebih dulu,” lanjutnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Bibir sumbing adalah salah satu kasus kesehatan yang masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, khususnya pada anak-anak. Meski bibir sumbing dapat ditangani, tetapi ada sebagian besar yang tak teratasi karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Jika dibiarkan, penderita tidak bisa makan dan bicara dengan benar, bahkan tak mampu bersekolah. Oleh karena itu, program aksi kemanusiaan operasi gratis bagi duafa yang digagas oleh dr Hj Faida MMR akan kembali digelar untuk kasus operasi bibir sumbing pada Sabtu 21 Mei.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Koordinator Kasus Bibir Sumbing Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dr Maria Ulfah MMRS menjelaskan, bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang ditandai adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Celah tersebut dapat berada di tengah, kanan, atau pun kiri, termasuk di langit-langit mulut. Penyebabnya beragam. Mulai dari kecenderungan genetik hingga faktor lingkungan atau nutrisi. “Ada tantangan besar yang dihadapi penderita jika tidak segera ditangani. Selain terancam hidup dalam isolasi, seperti sulit berteman, mereka juga akan kesulitan makan, bernapas, bicara, hingga kekurangan gizi,” jelasnya.

Ulfah melanjutkan, penanganan yang terbaik untuk kasus sumbing ialah dengan operasi. Semakin cepat dioperasi, maka dampak dari kondisi sumbing dapat diminimalisasi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak semua anak dengan bibir sumbing akan mendapatkan penanganan yang sama. Tergantung usia dan seberapa parah kondisi sumbing yang dialami. “Untuk pasien bayi yang akan dioperasi, minimal berusia 3 bulan, memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram, dan dalam keadaan sehat, seperti tidak batuk atau flu. Maka dari itu, pasien yang sudah mendaftar nantinya akan di-screening terlebih dulu,” lanjutnya.

KALIWATES, Radar Jember – Bibir sumbing adalah salah satu kasus kesehatan yang masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, khususnya pada anak-anak. Meski bibir sumbing dapat ditangani, tetapi ada sebagian besar yang tak teratasi karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Jika dibiarkan, penderita tidak bisa makan dan bicara dengan benar, bahkan tak mampu bersekolah. Oleh karena itu, program aksi kemanusiaan operasi gratis bagi duafa yang digagas oleh dr Hj Faida MMR akan kembali digelar untuk kasus operasi bibir sumbing pada Sabtu 21 Mei.

BACA JUGA : Wisatawan Disuguhi Event Menarik saat Perayaan Waisak

Koordinator Kasus Bibir Sumbing Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dr Maria Ulfah MMRS menjelaskan, bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang ditandai adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Celah tersebut dapat berada di tengah, kanan, atau pun kiri, termasuk di langit-langit mulut. Penyebabnya beragam. Mulai dari kecenderungan genetik hingga faktor lingkungan atau nutrisi. “Ada tantangan besar yang dihadapi penderita jika tidak segera ditangani. Selain terancam hidup dalam isolasi, seperti sulit berteman, mereka juga akan kesulitan makan, bernapas, bicara, hingga kekurangan gizi,” jelasnya.

Ulfah melanjutkan, penanganan yang terbaik untuk kasus sumbing ialah dengan operasi. Semakin cepat dioperasi, maka dampak dari kondisi sumbing dapat diminimalisasi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak semua anak dengan bibir sumbing akan mendapatkan penanganan yang sama. Tergantung usia dan seberapa parah kondisi sumbing yang dialami. “Untuk pasien bayi yang akan dioperasi, minimal berusia 3 bulan, memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram, dan dalam keadaan sehat, seperti tidak batuk atau flu. Maka dari itu, pasien yang sudah mendaftar nantinya akan di-screening terlebih dulu,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/