alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Pakai Bio Salin dari Agrosolution PT Pupuk Kaltim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agrosolution menjadi salah satu program PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk meningkatkan produksi pertanian, serta mengurangi ketergantungan pupuk subsidi. Melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang satu holding dengan PT Pupuk Indonesia, produk itu mampu menaikan produksi pertanian di lahan rawa terdampak air asin.

Moch Said, petani asal Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mengatakan, pada musim tanam kedua tahun ini dirinya lebih bahagia. Pasalnya, dia optimistis lahan pertanian padi yang berada di dekat muara akan menghasilkan gabah, seperti lahan pertanian yang tidak terdampak air asin. “Kalau sawah saya yang dekat muara itu, saat air pasang, air laut masuk. Itu yang biasanya membuat hasil tidak maksimal,” jelasnya.

Panen sebelumnya dia berhasil menaikan produksi gabah dari biasanya hanya 6-7 ton per hektare, menjadi 9-12 ton per hektare. “Panen kemarin, dapat 11,5 ton per hektare. Jumlahnya jauh dari yang biasanya hanya sektiar 6 ton per hektare,” ucap Said.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Muneng Makmur 2 Desa Mayangan itu, menuturkan, hasil 10-12 ton per hektare itu, karena telah mencoba formulasi program agrosolution dari Pupuk Kaltim. Selain mengubah cara pandang petani terkait pupuk dengan memakai pupuk nonsubsidi. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah menambah Bio Salin pada saat persemaian bibit. “Menambah Bio Salin itu memperkuat tanaman padi yang akan ditanam ke sawah. Padinya itu tidak gampang stress,” ucapnya.

Bila tidak ditambah Bio Salin, padi baru yang ditanam itu akan stres di lahan terdampak air asin. “Kalau tidak pakai Bio Salin, padi baru segar kembali sekitar 10 hari. Tapi pakai Bio Salin, tidak stres,” jelasnya.

Dia yang mencoba bibit padi dengan Bio Salin dengan tidak, perbedaannya tidak hanya tentang peningkatan produksi gabah, tapi juga masa panen. “Kalau pakai Bio Salin, masa panennya lebih cepat sekitar 10 hari,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agrosolution menjadi salah satu program PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk meningkatkan produksi pertanian, serta mengurangi ketergantungan pupuk subsidi. Melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang satu holding dengan PT Pupuk Indonesia, produk itu mampu menaikan produksi pertanian di lahan rawa terdampak air asin.

Moch Said, petani asal Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mengatakan, pada musim tanam kedua tahun ini dirinya lebih bahagia. Pasalnya, dia optimistis lahan pertanian padi yang berada di dekat muara akan menghasilkan gabah, seperti lahan pertanian yang tidak terdampak air asin. “Kalau sawah saya yang dekat muara itu, saat air pasang, air laut masuk. Itu yang biasanya membuat hasil tidak maksimal,” jelasnya.

Panen sebelumnya dia berhasil menaikan produksi gabah dari biasanya hanya 6-7 ton per hektare, menjadi 9-12 ton per hektare. “Panen kemarin, dapat 11,5 ton per hektare. Jumlahnya jauh dari yang biasanya hanya sektiar 6 ton per hektare,” ucap Said.

Pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Muneng Makmur 2 Desa Mayangan itu, menuturkan, hasil 10-12 ton per hektare itu, karena telah mencoba formulasi program agrosolution dari Pupuk Kaltim. Selain mengubah cara pandang petani terkait pupuk dengan memakai pupuk nonsubsidi. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah menambah Bio Salin pada saat persemaian bibit. “Menambah Bio Salin itu memperkuat tanaman padi yang akan ditanam ke sawah. Padinya itu tidak gampang stress,” ucapnya.

Bila tidak ditambah Bio Salin, padi baru yang ditanam itu akan stres di lahan terdampak air asin. “Kalau tidak pakai Bio Salin, padi baru segar kembali sekitar 10 hari. Tapi pakai Bio Salin, tidak stres,” jelasnya.

Dia yang mencoba bibit padi dengan Bio Salin dengan tidak, perbedaannya tidak hanya tentang peningkatan produksi gabah, tapi juga masa panen. “Kalau pakai Bio Salin, masa panennya lebih cepat sekitar 10 hari,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agrosolution menjadi salah satu program PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk meningkatkan produksi pertanian, serta mengurangi ketergantungan pupuk subsidi. Melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang satu holding dengan PT Pupuk Indonesia, produk itu mampu menaikan produksi pertanian di lahan rawa terdampak air asin.

Moch Said, petani asal Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mengatakan, pada musim tanam kedua tahun ini dirinya lebih bahagia. Pasalnya, dia optimistis lahan pertanian padi yang berada di dekat muara akan menghasilkan gabah, seperti lahan pertanian yang tidak terdampak air asin. “Kalau sawah saya yang dekat muara itu, saat air pasang, air laut masuk. Itu yang biasanya membuat hasil tidak maksimal,” jelasnya.

Panen sebelumnya dia berhasil menaikan produksi gabah dari biasanya hanya 6-7 ton per hektare, menjadi 9-12 ton per hektare. “Panen kemarin, dapat 11,5 ton per hektare. Jumlahnya jauh dari yang biasanya hanya sektiar 6 ton per hektare,” ucap Said.

Pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Muneng Makmur 2 Desa Mayangan itu, menuturkan, hasil 10-12 ton per hektare itu, karena telah mencoba formulasi program agrosolution dari Pupuk Kaltim. Selain mengubah cara pandang petani terkait pupuk dengan memakai pupuk nonsubsidi. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah menambah Bio Salin pada saat persemaian bibit. “Menambah Bio Salin itu memperkuat tanaman padi yang akan ditanam ke sawah. Padinya itu tidak gampang stress,” ucapnya.

Bila tidak ditambah Bio Salin, padi baru yang ditanam itu akan stres di lahan terdampak air asin. “Kalau tidak pakai Bio Salin, padi baru segar kembali sekitar 10 hari. Tapi pakai Bio Salin, tidak stres,” jelasnya.

Dia yang mencoba bibit padi dengan Bio Salin dengan tidak, perbedaannya tidak hanya tentang peningkatan produksi gabah, tapi juga masa panen. “Kalau pakai Bio Salin, masa panennya lebih cepat sekitar 10 hari,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/