alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Menko Airlangga Dorong Peran Aktif Kalangan Dunia Usaha

pada B20 Presidensi G20 Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1. Kasus konfirmasi per 1 juta penduduk berada pada skala yang sangat rendah yaitu 0,74 kasus, jauh lebih rendah dari banyak negara-negara besar lain. Hal tersebut tentunya didukung oleh program vaksinasi yang sudah berjalan baik dan akan terus diakselerasi.

Seiring dengan situasi kesehatan yang membaik, sehingga menumbuhkan kembali kepercayaan diri masyarakat untuk kembali beraktivitas, tren pemulihan ekonomi pun makin terlihat jelas. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2021 sebesar 3,51% (yoy). Secara fundamental dari sisi internal, yakni sisi konsumsi, investasi, dan ekspor mulai tumbuh positif kembali.

“Dalam Presidensi G20 Indonesia yang baru saja dimulai, Indonesia akan mendorong kontribusi aktif untuk memperkuat arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Dan WHO menginginkan di akhir tahun ini, kita sebagai negara G20 akan mencapai 133 juta orang yang sudah mendapatkan vaksin kedua di Desember ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia bertajuk “Empowering Business Colaboration”, di Jakarta, Rabu (15/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menko Airlangga juga menuturkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cenderung baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya,dengan tingkat kerentanan (vulnerability) relatif rendah. Hal ini ditunjukkan oleh tata kelola yang baik, utang yang terjaga, dan cadangan devisa yang cukup tinggi.

“Pemerintah sudah melakukan tiga hal, kebijakan fiskal oleh Kemenkeu, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, dan reformasi struktural. Ini adalah tiga hal yang diapresiasi berbagai lembaga di dunia, dan ini akan menyokong pertumbuhan ekonomi di 2022 juga,” ungkap Menko Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia yang telah dimulai 1 Desember 2021 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk membuat pemulihan ekonomi yang lebih cepat, bersama-sama dengan pemulihan seluruh negara di dunia, dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkesinambungan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1. Kasus konfirmasi per 1 juta penduduk berada pada skala yang sangat rendah yaitu 0,74 kasus, jauh lebih rendah dari banyak negara-negara besar lain. Hal tersebut tentunya didukung oleh program vaksinasi yang sudah berjalan baik dan akan terus diakselerasi.

Seiring dengan situasi kesehatan yang membaik, sehingga menumbuhkan kembali kepercayaan diri masyarakat untuk kembali beraktivitas, tren pemulihan ekonomi pun makin terlihat jelas. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2021 sebesar 3,51% (yoy). Secara fundamental dari sisi internal, yakni sisi konsumsi, investasi, dan ekspor mulai tumbuh positif kembali.

“Dalam Presidensi G20 Indonesia yang baru saja dimulai, Indonesia akan mendorong kontribusi aktif untuk memperkuat arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Dan WHO menginginkan di akhir tahun ini, kita sebagai negara G20 akan mencapai 133 juta orang yang sudah mendapatkan vaksin kedua di Desember ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia bertajuk “Empowering Business Colaboration”, di Jakarta, Rabu (15/12).

Menko Airlangga juga menuturkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cenderung baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya,dengan tingkat kerentanan (vulnerability) relatif rendah. Hal ini ditunjukkan oleh tata kelola yang baik, utang yang terjaga, dan cadangan devisa yang cukup tinggi.

“Pemerintah sudah melakukan tiga hal, kebijakan fiskal oleh Kemenkeu, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, dan reformasi struktural. Ini adalah tiga hal yang diapresiasi berbagai lembaga di dunia, dan ini akan menyokong pertumbuhan ekonomi di 2022 juga,” ungkap Menko Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia yang telah dimulai 1 Desember 2021 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk membuat pemulihan ekonomi yang lebih cepat, bersama-sama dengan pemulihan seluruh negara di dunia, dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkesinambungan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1. Kasus konfirmasi per 1 juta penduduk berada pada skala yang sangat rendah yaitu 0,74 kasus, jauh lebih rendah dari banyak negara-negara besar lain. Hal tersebut tentunya didukung oleh program vaksinasi yang sudah berjalan baik dan akan terus diakselerasi.

Seiring dengan situasi kesehatan yang membaik, sehingga menumbuhkan kembali kepercayaan diri masyarakat untuk kembali beraktivitas, tren pemulihan ekonomi pun makin terlihat jelas. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2021 sebesar 3,51% (yoy). Secara fundamental dari sisi internal, yakni sisi konsumsi, investasi, dan ekspor mulai tumbuh positif kembali.

“Dalam Presidensi G20 Indonesia yang baru saja dimulai, Indonesia akan mendorong kontribusi aktif untuk memperkuat arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Dan WHO menginginkan di akhir tahun ini, kita sebagai negara G20 akan mencapai 133 juta orang yang sudah mendapatkan vaksin kedua di Desember ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia bertajuk “Empowering Business Colaboration”, di Jakarta, Rabu (15/12).

Menko Airlangga juga menuturkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cenderung baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya,dengan tingkat kerentanan (vulnerability) relatif rendah. Hal ini ditunjukkan oleh tata kelola yang baik, utang yang terjaga, dan cadangan devisa yang cukup tinggi.

“Pemerintah sudah melakukan tiga hal, kebijakan fiskal oleh Kemenkeu, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, dan reformasi struktural. Ini adalah tiga hal yang diapresiasi berbagai lembaga di dunia, dan ini akan menyokong pertumbuhan ekonomi di 2022 juga,” ungkap Menko Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia yang telah dimulai 1 Desember 2021 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk membuat pemulihan ekonomi yang lebih cepat, bersama-sama dengan pemulihan seluruh negara di dunia, dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan berkesinambungan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/