alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Kokohkan Persatuan Bangsa dan NKRI dengan Revolusi Ahlak

Reses Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Sosialisasi Empat Pilar

Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGRONG.RADARJEMBER.ID – Rasulullah Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk merevolusi ahlak manusia yang saat itu hidup di tengah kebobrokan moral sangat kronis. Sekitar 14 abad kemudian, para founding fathers negara ini, Negara Kesatuan Repbulik Indonesia, secara cemerlang menerjemahkan nilai-nilai ahlak tersebut. Yakni ke dalam pedoman kebangsaan yang kita kenal sebagai Pancasila.

Oleh karena itu, di saat krisis multidimensi, terutama krisis moral dan ahlak yang terus saja menghantam bangsa ini, maka jawabannya adalah merevolusi ahlak rakyat Indonesia. Bagi kita bangsa Indonesia, revolusi ahlak tidak lain adalah kembali mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara konsekuen dalam kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Sabtu (14/11). Anggota MPR Itu mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga dengan sebaik-baiknya. “Meski bangsa kita mengalami berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanannya hingga kini, namun berkat persatuan tetap utuh,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Revolusi ahlak dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu artinya implementasi etika, ahlak, serta moralitas mulia seperti telah dicontohkan para pendiri NKRI. Tinggalkan moralitas buruk yang menodai cita-cita luhur para pahlawan dan semua pendahulu kita. “Kedepankan sikap kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia kokoh, adil dan sejahtera,” lanjut Amin.

Menurut Amin, dekadensi moral saat ini makin parah dan mengkhawatirkan. Mulai dari maraknya hubungan sesama jenis (LGBT), hubungan seks bebas, terus tingginya kasus korupsi, dan penipuan online maupun offline, hingga maraknya kebohongan dan hoaks atau kita kenal dengan era Post Truth. “Perpecahan yang membuat bangsa ini seakan terbelah begitu gamblang dipertontonkan terutama di media sosial. Ini harus diakhiri dengan revolusi ahlak,” tegas Amin.

- Advertisement -

JENGGRONG.RADARJEMBER.ID – Rasulullah Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk merevolusi ahlak manusia yang saat itu hidup di tengah kebobrokan moral sangat kronis. Sekitar 14 abad kemudian, para founding fathers negara ini, Negara Kesatuan Repbulik Indonesia, secara cemerlang menerjemahkan nilai-nilai ahlak tersebut. Yakni ke dalam pedoman kebangsaan yang kita kenal sebagai Pancasila.

Oleh karena itu, di saat krisis multidimensi, terutama krisis moral dan ahlak yang terus saja menghantam bangsa ini, maka jawabannya adalah merevolusi ahlak rakyat Indonesia. Bagi kita bangsa Indonesia, revolusi ahlak tidak lain adalah kembali mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara konsekuen dalam kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Sabtu (14/11). Anggota MPR Itu mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga dengan sebaik-baiknya. “Meski bangsa kita mengalami berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanannya hingga kini, namun berkat persatuan tetap utuh,” ujarnya.

Revolusi ahlak dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu artinya implementasi etika, ahlak, serta moralitas mulia seperti telah dicontohkan para pendiri NKRI. Tinggalkan moralitas buruk yang menodai cita-cita luhur para pahlawan dan semua pendahulu kita. “Kedepankan sikap kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia kokoh, adil dan sejahtera,” lanjut Amin.

Menurut Amin, dekadensi moral saat ini makin parah dan mengkhawatirkan. Mulai dari maraknya hubungan sesama jenis (LGBT), hubungan seks bebas, terus tingginya kasus korupsi, dan penipuan online maupun offline, hingga maraknya kebohongan dan hoaks atau kita kenal dengan era Post Truth. “Perpecahan yang membuat bangsa ini seakan terbelah begitu gamblang dipertontonkan terutama di media sosial. Ini harus diakhiri dengan revolusi ahlak,” tegas Amin.

JENGGRONG.RADARJEMBER.ID – Rasulullah Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk merevolusi ahlak manusia yang saat itu hidup di tengah kebobrokan moral sangat kronis. Sekitar 14 abad kemudian, para founding fathers negara ini, Negara Kesatuan Repbulik Indonesia, secara cemerlang menerjemahkan nilai-nilai ahlak tersebut. Yakni ke dalam pedoman kebangsaan yang kita kenal sebagai Pancasila.

Oleh karena itu, di saat krisis multidimensi, terutama krisis moral dan ahlak yang terus saja menghantam bangsa ini, maka jawabannya adalah merevolusi ahlak rakyat Indonesia. Bagi kita bangsa Indonesia, revolusi ahlak tidak lain adalah kembali mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara konsekuen dalam kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Sabtu (14/11). Anggota MPR Itu mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga dengan sebaik-baiknya. “Meski bangsa kita mengalami berbagai peristiwa kelam dalam sejarah perjalanannya hingga kini, namun berkat persatuan tetap utuh,” ujarnya.

Revolusi ahlak dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu artinya implementasi etika, ahlak, serta moralitas mulia seperti telah dicontohkan para pendiri NKRI. Tinggalkan moralitas buruk yang menodai cita-cita luhur para pahlawan dan semua pendahulu kita. “Kedepankan sikap kebersamaan, saling mengisi dengan satu tujuan Indonesia kokoh, adil dan sejahtera,” lanjut Amin.

Menurut Amin, dekadensi moral saat ini makin parah dan mengkhawatirkan. Mulai dari maraknya hubungan sesama jenis (LGBT), hubungan seks bebas, terus tingginya kasus korupsi, dan penipuan online maupun offline, hingga maraknya kebohongan dan hoaks atau kita kenal dengan era Post Truth. “Perpecahan yang membuat bangsa ini seakan terbelah begitu gamblang dipertontonkan terutama di media sosial. Ini harus diakhiri dengan revolusi ahlak,” tegas Amin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/