alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

BRI Gelar Gathering bersama Nasabah, Balik Untung Usaha Melambung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendalian kasus Covid-19 yang dilakukan pemerintah mulai menimbulkan dampak positif. Perekonomian nasional secara makro sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Cabang BRI Jember Mohamad Sukari dalam acara gathering nasabah Kupedes dengan tema Balik Untung Usaha Melambung. Agenda itu berlangsung di lantai tiga Gedung BRI Jember, Rabu (16/5).

Menurut Sukari, pada krisis kali ini banyak sekali pelaku usaha yang jatuh, namun banyak juga mendapatkan manfaat. Sehingga diharapkan UMKM sebagai pelaku ekonomi mampu menangkap peluang tersebut. “Harapannya adalah UMKM sudah mulai jalan lagi, wisata sudah mulai dibuka. Ini adalah sebuah peluang. Bapak ibu sebagai pelaku ekonomi harus menangkap peluang ini. Terlambat start bisa ketinggalan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada acara yang dihadiri 40 nasabah BRI dari pelaku UMKM itu, Sukari menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat minus tahun 2020 triwulan III, sekarang sudah mulai positif. Dan Jember mulai mengalami pertumbuhan di semester I tahun 2022. Sehingga menggerakkan berbagai usaha, seperti properti, makanan, dan wisata yang sudah mulai menggeliat. “Usaha properti di Jember pertumbuhannya luar biasa warung makan sudah penuh, dan wisata Papuma yang mulai banyak pengunjung. Artinya adalah harapan baru bagi para pelaku usaha,” katanya.

Pandemi yang sudah mereda, menurut dia, bukan hanya sebagai masalah, tapi juga menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik. Teknologi menjadi semakin berkembang saat adanya pandemi. Karena pemakaian digital semakin diperlukan sebagai sarana komunikasi di saat pandemi. “BRI mengalami lompatan luar biasa saat adanya Covid-19. Yakni bagaimana melayani nasabah tidak harus ketemu, sehingga kita buat inovasi itu. Selain itu, adanya pandemi BRI mendapat berkah dan menjadi holding PNM dan BRI bergabung,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Sukari, BRI mengajak para peserta yang hadir dalam gathering, agar usaha itu bisa lebih baik dari yang sebelumnya dengan adanya lompatan-lompatan. “Sekadar contoh penjual kue yang tidak menggunakan online biasanya hanya laku 100, setelah menggunakan online bisa-bisa menjadi laku 1.000,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendalian kasus Covid-19 yang dilakukan pemerintah mulai menimbulkan dampak positif. Perekonomian nasional secara makro sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Cabang BRI Jember Mohamad Sukari dalam acara gathering nasabah Kupedes dengan tema Balik Untung Usaha Melambung. Agenda itu berlangsung di lantai tiga Gedung BRI Jember, Rabu (16/5).

Menurut Sukari, pada krisis kali ini banyak sekali pelaku usaha yang jatuh, namun banyak juga mendapatkan manfaat. Sehingga diharapkan UMKM sebagai pelaku ekonomi mampu menangkap peluang tersebut. “Harapannya adalah UMKM sudah mulai jalan lagi, wisata sudah mulai dibuka. Ini adalah sebuah peluang. Bapak ibu sebagai pelaku ekonomi harus menangkap peluang ini. Terlambat start bisa ketinggalan,” ujarnya.

Pada acara yang dihadiri 40 nasabah BRI dari pelaku UMKM itu, Sukari menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat minus tahun 2020 triwulan III, sekarang sudah mulai positif. Dan Jember mulai mengalami pertumbuhan di semester I tahun 2022. Sehingga menggerakkan berbagai usaha, seperti properti, makanan, dan wisata yang sudah mulai menggeliat. “Usaha properti di Jember pertumbuhannya luar biasa warung makan sudah penuh, dan wisata Papuma yang mulai banyak pengunjung. Artinya adalah harapan baru bagi para pelaku usaha,” katanya.

Pandemi yang sudah mereda, menurut dia, bukan hanya sebagai masalah, tapi juga menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik. Teknologi menjadi semakin berkembang saat adanya pandemi. Karena pemakaian digital semakin diperlukan sebagai sarana komunikasi di saat pandemi. “BRI mengalami lompatan luar biasa saat adanya Covid-19. Yakni bagaimana melayani nasabah tidak harus ketemu, sehingga kita buat inovasi itu. Selain itu, adanya pandemi BRI mendapat berkah dan menjadi holding PNM dan BRI bergabung,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Sukari, BRI mengajak para peserta yang hadir dalam gathering, agar usaha itu bisa lebih baik dari yang sebelumnya dengan adanya lompatan-lompatan. “Sekadar contoh penjual kue yang tidak menggunakan online biasanya hanya laku 100, setelah menggunakan online bisa-bisa menjadi laku 1.000,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendalian kasus Covid-19 yang dilakukan pemerintah mulai menimbulkan dampak positif. Perekonomian nasional secara makro sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Cabang BRI Jember Mohamad Sukari dalam acara gathering nasabah Kupedes dengan tema Balik Untung Usaha Melambung. Agenda itu berlangsung di lantai tiga Gedung BRI Jember, Rabu (16/5).

Menurut Sukari, pada krisis kali ini banyak sekali pelaku usaha yang jatuh, namun banyak juga mendapatkan manfaat. Sehingga diharapkan UMKM sebagai pelaku ekonomi mampu menangkap peluang tersebut. “Harapannya adalah UMKM sudah mulai jalan lagi, wisata sudah mulai dibuka. Ini adalah sebuah peluang. Bapak ibu sebagai pelaku ekonomi harus menangkap peluang ini. Terlambat start bisa ketinggalan,” ujarnya.

Pada acara yang dihadiri 40 nasabah BRI dari pelaku UMKM itu, Sukari menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional yang sempat minus tahun 2020 triwulan III, sekarang sudah mulai positif. Dan Jember mulai mengalami pertumbuhan di semester I tahun 2022. Sehingga menggerakkan berbagai usaha, seperti properti, makanan, dan wisata yang sudah mulai menggeliat. “Usaha properti di Jember pertumbuhannya luar biasa warung makan sudah penuh, dan wisata Papuma yang mulai banyak pengunjung. Artinya adalah harapan baru bagi para pelaku usaha,” katanya.

Pandemi yang sudah mereda, menurut dia, bukan hanya sebagai masalah, tapi juga menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik. Teknologi menjadi semakin berkembang saat adanya pandemi. Karena pemakaian digital semakin diperlukan sebagai sarana komunikasi di saat pandemi. “BRI mengalami lompatan luar biasa saat adanya Covid-19. Yakni bagaimana melayani nasabah tidak harus ketemu, sehingga kita buat inovasi itu. Selain itu, adanya pandemi BRI mendapat berkah dan menjadi holding PNM dan BRI bergabung,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Sukari, BRI mengajak para peserta yang hadir dalam gathering, agar usaha itu bisa lebih baik dari yang sebelumnya dengan adanya lompatan-lompatan. “Sekadar contoh penjual kue yang tidak menggunakan online biasanya hanya laku 100, setelah menggunakan online bisa-bisa menjadi laku 1.000,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/