29.4 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Bantu Pengungsi Semeru Lumajang, UM Jember Terjunkan para Relawan Terlatih

Mobile_AP_Rectangle 1

Lumajang, Radar Jember – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terjunkan relawan-relawan dari mahasiswa dalam membantu menanggulangi dampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Penerjunan tersebut sekaligus menjadi langkah UM Jember dalam membantu proses pemulihan para pengungsi atau korban bencana.

Para relawan tersebut dikirim secara berkala selama lima hari secara bergantian. Sepuluh relawan pertama yang diterjunkan Sabtu, (11/12) lalu, berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang fokus bidangnya adalah di tenaga medis. Mereka akan dilatih dan dibina oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Lumajang.

Tak sampai di situ, UM Jember akan terus memperbarui tim relawan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan. Ketua MDMC Lumajang, Anggit, menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan kedatangan para relawan dari UM Jember. Dia juga meminta agar para relawan dapat bertugas dengan baik. “Setiap hari kita selalu ada evaluasi tentang kebutuhan, perencanaan, dan kejadian apa saja yang terjadi di lapangan. Intinya kita tetap harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan beberapa tim di lapangan yang akan diturunkan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Satriawan, selaku pimpinan Posyan (Pos layanan) memaparkan, relawan-relawan dari UM Jember akan fokus pada daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh tenaga medis. Kemudian untuk sektor logistik, ia menjelaskan sudah sangat terpenuhi dan berharap donasi berupa uang jauh lebih baik. “Barang logistik itu sudah sangat melimpah, jadi bukan kita tidak mau menerima donasi, tetapi agar lebih tepat sasaran atau sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Muhammad Thoriq Al Imani, koordinator relawan pertama menambahkan, relawan yang dipimpinnya telah melakukan pendataan yang dibagi menjadi empat desa, yaitu Candipuro, Labruk, Penanggal, dan Pusrajambi. Data-data tersebut, kata Thoriq, nantinya akan dilaporkan ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

“Sebelum terjun ke posko-posko, kita mendatangi penanggung jawab perawat di tiap-tiap desa, kemudian pembagian tugas seperti penyuluhan, pemeriksaan medis, dan trauma healing,” tambah Thoriq. Beberapa tim lainnya, juga ada yang fokus pada pendataan, mengkaji kesesuaian data dengan lapangan, dan beberapa penyuluhan medis sesuai arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Saat ini, UM Jember telah menerjunkan relawan kelompok keduanya ke lokasi untuk menggantikan kelompok pertama. Hal itu bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran sebagai bentuk realisasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (kl/mau)

- Advertisement -

Lumajang, Radar Jember – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terjunkan relawan-relawan dari mahasiswa dalam membantu menanggulangi dampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Penerjunan tersebut sekaligus menjadi langkah UM Jember dalam membantu proses pemulihan para pengungsi atau korban bencana.

Para relawan tersebut dikirim secara berkala selama lima hari secara bergantian. Sepuluh relawan pertama yang diterjunkan Sabtu, (11/12) lalu, berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang fokus bidangnya adalah di tenaga medis. Mereka akan dilatih dan dibina oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Lumajang.

Tak sampai di situ, UM Jember akan terus memperbarui tim relawan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan. Ketua MDMC Lumajang, Anggit, menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan kedatangan para relawan dari UM Jember. Dia juga meminta agar para relawan dapat bertugas dengan baik. “Setiap hari kita selalu ada evaluasi tentang kebutuhan, perencanaan, dan kejadian apa saja yang terjadi di lapangan. Intinya kita tetap harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan beberapa tim di lapangan yang akan diturunkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Satriawan, selaku pimpinan Posyan (Pos layanan) memaparkan, relawan-relawan dari UM Jember akan fokus pada daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh tenaga medis. Kemudian untuk sektor logistik, ia menjelaskan sudah sangat terpenuhi dan berharap donasi berupa uang jauh lebih baik. “Barang logistik itu sudah sangat melimpah, jadi bukan kita tidak mau menerima donasi, tetapi agar lebih tepat sasaran atau sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Muhammad Thoriq Al Imani, koordinator relawan pertama menambahkan, relawan yang dipimpinnya telah melakukan pendataan yang dibagi menjadi empat desa, yaitu Candipuro, Labruk, Penanggal, dan Pusrajambi. Data-data tersebut, kata Thoriq, nantinya akan dilaporkan ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

“Sebelum terjun ke posko-posko, kita mendatangi penanggung jawab perawat di tiap-tiap desa, kemudian pembagian tugas seperti penyuluhan, pemeriksaan medis, dan trauma healing,” tambah Thoriq. Beberapa tim lainnya, juga ada yang fokus pada pendataan, mengkaji kesesuaian data dengan lapangan, dan beberapa penyuluhan medis sesuai arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Saat ini, UM Jember telah menerjunkan relawan kelompok keduanya ke lokasi untuk menggantikan kelompok pertama. Hal itu bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran sebagai bentuk realisasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (kl/mau)

Lumajang, Radar Jember – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terjunkan relawan-relawan dari mahasiswa dalam membantu menanggulangi dampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Penerjunan tersebut sekaligus menjadi langkah UM Jember dalam membantu proses pemulihan para pengungsi atau korban bencana.

Para relawan tersebut dikirim secara berkala selama lima hari secara bergantian. Sepuluh relawan pertama yang diterjunkan Sabtu, (11/12) lalu, berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang fokus bidangnya adalah di tenaga medis. Mereka akan dilatih dan dibina oleh tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Lumajang.

Tak sampai di situ, UM Jember akan terus memperbarui tim relawan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan. Ketua MDMC Lumajang, Anggit, menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan kedatangan para relawan dari UM Jember. Dia juga meminta agar para relawan dapat bertugas dengan baik. “Setiap hari kita selalu ada evaluasi tentang kebutuhan, perencanaan, dan kejadian apa saja yang terjadi di lapangan. Intinya kita tetap harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan beberapa tim di lapangan yang akan diturunkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Satriawan, selaku pimpinan Posyan (Pos layanan) memaparkan, relawan-relawan dari UM Jember akan fokus pada daerah-daerah yang tidak tersentuh oleh tenaga medis. Kemudian untuk sektor logistik, ia menjelaskan sudah sangat terpenuhi dan berharap donasi berupa uang jauh lebih baik. “Barang logistik itu sudah sangat melimpah, jadi bukan kita tidak mau menerima donasi, tetapi agar lebih tepat sasaran atau sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Muhammad Thoriq Al Imani, koordinator relawan pertama menambahkan, relawan yang dipimpinnya telah melakukan pendataan yang dibagi menjadi empat desa, yaitu Candipuro, Labruk, Penanggal, dan Pusrajambi. Data-data tersebut, kata Thoriq, nantinya akan dilaporkan ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

“Sebelum terjun ke posko-posko, kita mendatangi penanggung jawab perawat di tiap-tiap desa, kemudian pembagian tugas seperti penyuluhan, pemeriksaan medis, dan trauma healing,” tambah Thoriq. Beberapa tim lainnya, juga ada yang fokus pada pendataan, mengkaji kesesuaian data dengan lapangan, dan beberapa penyuluhan medis sesuai arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Saat ini, UM Jember telah menerjunkan relawan kelompok keduanya ke lokasi untuk menggantikan kelompok pertama. Hal itu bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran sebagai bentuk realisasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (kl/mau)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca