alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Polije Siap Tumbuhkan Geliat Pertanian Generasi Muda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) diundang khusus untuk menjadi panelis dalam Forum Grub Discussion (FGD) di agenda InAgro Expo 2022, Surabaya. Polije hadir mewakili perguruan tinggi bersama Universitas Brawijaya. FGD itu membahas topik tentang mewujudkan ketahanan pangan yang berdaya dan berjaya di Jawa Timur.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Polije Mahsus Nurmanto mengatakan, Polije sebagai perguruan tinggi terapan berbasis bidang dasar pertanian siap untuk menyediakan SDM pertanian, terutama para generasi muda.

“Polije dengan karakter khas perguruan tinggi terapan, ikut menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM pertanian. Terlebih generasi muda,” ungkapnya di Jember, Senin (15/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: 16 Mahasiswa Korea Akan Belajar Tukar Budaya di Polije

Menurut Mahsus, geliat pertanian Polije semakin meningkat. Hal ini menjadi titik terang bagi pertanian Polije. Anak muda, kata dia, memiliki peran dalam mengembangkan pertanian dengan sentuhan teknologi dan mekanisasi. “Pertanian tidak harus mencangkul dan membajak,” katanya.

Polije juga memberikan ruang untuk melatih dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sehingga saat lulus bisa menjadi petani yang berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan.

FGD itu dihadiri oleh para stakeholder seperti Apindo, Kadin Jatim, Ekspor Centre, Kadin Kediri, KTNA, HKTI Jatim dan HNSI. Mereka berdiskusi mengeksplorasi langkah yang bisa digunakan dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Foto     : Humas Polije untuk Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) diundang khusus untuk menjadi panelis dalam Forum Grub Discussion (FGD) di agenda InAgro Expo 2022, Surabaya. Polije hadir mewakili perguruan tinggi bersama Universitas Brawijaya. FGD itu membahas topik tentang mewujudkan ketahanan pangan yang berdaya dan berjaya di Jawa Timur.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Polije Mahsus Nurmanto mengatakan, Polije sebagai perguruan tinggi terapan berbasis bidang dasar pertanian siap untuk menyediakan SDM pertanian, terutama para generasi muda.

“Polije dengan karakter khas perguruan tinggi terapan, ikut menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM pertanian. Terlebih generasi muda,” ungkapnya di Jember, Senin (15/8).

BACA JUGA: 16 Mahasiswa Korea Akan Belajar Tukar Budaya di Polije

Menurut Mahsus, geliat pertanian Polije semakin meningkat. Hal ini menjadi titik terang bagi pertanian Polije. Anak muda, kata dia, memiliki peran dalam mengembangkan pertanian dengan sentuhan teknologi dan mekanisasi. “Pertanian tidak harus mencangkul dan membajak,” katanya.

Polije juga memberikan ruang untuk melatih dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sehingga saat lulus bisa menjadi petani yang berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan.

FGD itu dihadiri oleh para stakeholder seperti Apindo, Kadin Jatim, Ekspor Centre, Kadin Kediri, KTNA, HKTI Jatim dan HNSI. Mereka berdiskusi mengeksplorasi langkah yang bisa digunakan dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Foto     : Humas Polije untuk Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Politeknik Negeri Jember (Polije) diundang khusus untuk menjadi panelis dalam Forum Grub Discussion (FGD) di agenda InAgro Expo 2022, Surabaya. Polije hadir mewakili perguruan tinggi bersama Universitas Brawijaya. FGD itu membahas topik tentang mewujudkan ketahanan pangan yang berdaya dan berjaya di Jawa Timur.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Polije Mahsus Nurmanto mengatakan, Polije sebagai perguruan tinggi terapan berbasis bidang dasar pertanian siap untuk menyediakan SDM pertanian, terutama para generasi muda.

“Polije dengan karakter khas perguruan tinggi terapan, ikut menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM pertanian. Terlebih generasi muda,” ungkapnya di Jember, Senin (15/8).

BACA JUGA: 16 Mahasiswa Korea Akan Belajar Tukar Budaya di Polije

Menurut Mahsus, geliat pertanian Polije semakin meningkat. Hal ini menjadi titik terang bagi pertanian Polije. Anak muda, kata dia, memiliki peran dalam mengembangkan pertanian dengan sentuhan teknologi dan mekanisasi. “Pertanian tidak harus mencangkul dan membajak,” katanya.

Polije juga memberikan ruang untuk melatih dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sehingga saat lulus bisa menjadi petani yang berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan.

FGD itu dihadiri oleh para stakeholder seperti Apindo, Kadin Jatim, Ekspor Centre, Kadin Kediri, KTNA, HKTI Jatim dan HNSI. Mereka berdiskusi mengeksplorasi langkah yang bisa digunakan dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Foto     : Humas Polije untuk Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/