alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Hadirkan Drama Kolosal Kepala Daerah Alumni

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mempererat jalinan tali silaturahmi. Lewat Ikatan Alumni Mahasiswa (IKA), UMM mengundang para lulusan untuk temu kangen dalam acara halalbihalal, Sabtu (12/6) lalu.

Gelaran yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom serta Youtube UMM. Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 1990-an. Tak hanya pada dekorasi panggung dan dress code para peserta, ada pula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada tahun 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk.

Hadir pada kesempatan itu yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy MAP. Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang telah sukses di dunia entertainment seperti juara tiga KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komedian Abdurrahim Arsyad. Bahkan, Abdur, yang merupakan alumnus UMM angkatan 2006 tidak hanya hadir, tapi juga sekaligus menjadi MC hingga akhir acara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk menambah kemeriahan, UMM turut mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gitasurya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Ada pula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Selain itu, ada hal unik yang sudah disiapkan dalam agenda halalbihalal tersebut, yaitu penampilan drama perkuliahan lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah. Kisah kelimanya dipadukan dengan apik oleh para pemeran. Tak jarang, penampilan ini mengundang tawa para alumni yang hadir. Tidak hanya menampilkan drama, tapi juga langsung menanyakan momen tersebut sembari bercanda tawa ke para bupati dan wakil bupati yang bersangkutan.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Hasbulla Furuada SP. Dulunya, dia merupakan salah satu anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serba kekurangan, Hasbulla kadang mengambil jambu di dekat kosnya.

“Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi, saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung, saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,” kenang Hasbulla.

Kisah lain yang didramakan adalah cerita Wakil Bupati Malang Drs H Didik Gatot Subroto SH MH. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya. “Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotokopi karena saking banyaknya teman yang memfotokopi catatan perkuliahan saya,” kata Didik.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mempererat jalinan tali silaturahmi. Lewat Ikatan Alumni Mahasiswa (IKA), UMM mengundang para lulusan untuk temu kangen dalam acara halalbihalal, Sabtu (12/6) lalu.

Gelaran yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom serta Youtube UMM. Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 1990-an. Tak hanya pada dekorasi panggung dan dress code para peserta, ada pula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada tahun 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk.

Hadir pada kesempatan itu yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy MAP. Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang telah sukses di dunia entertainment seperti juara tiga KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komedian Abdurrahim Arsyad. Bahkan, Abdur, yang merupakan alumnus UMM angkatan 2006 tidak hanya hadir, tapi juga sekaligus menjadi MC hingga akhir acara.

Untuk menambah kemeriahan, UMM turut mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gitasurya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Ada pula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Selain itu, ada hal unik yang sudah disiapkan dalam agenda halalbihalal tersebut, yaitu penampilan drama perkuliahan lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah. Kisah kelimanya dipadukan dengan apik oleh para pemeran. Tak jarang, penampilan ini mengundang tawa para alumni yang hadir. Tidak hanya menampilkan drama, tapi juga langsung menanyakan momen tersebut sembari bercanda tawa ke para bupati dan wakil bupati yang bersangkutan.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Hasbulla Furuada SP. Dulunya, dia merupakan salah satu anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serba kekurangan, Hasbulla kadang mengambil jambu di dekat kosnya.

“Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi, saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung, saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,” kenang Hasbulla.

Kisah lain yang didramakan adalah cerita Wakil Bupati Malang Drs H Didik Gatot Subroto SH MH. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya. “Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotokopi karena saking banyaknya teman yang memfotokopi catatan perkuliahan saya,” kata Didik.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mempererat jalinan tali silaturahmi. Lewat Ikatan Alumni Mahasiswa (IKA), UMM mengundang para lulusan untuk temu kangen dalam acara halalbihalal, Sabtu (12/6) lalu.

Gelaran yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom serta Youtube UMM. Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 1990-an. Tak hanya pada dekorasi panggung dan dress code para peserta, ada pula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada tahun 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk.

Hadir pada kesempatan itu yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy MAP. Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang telah sukses di dunia entertainment seperti juara tiga KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komedian Abdurrahim Arsyad. Bahkan, Abdur, yang merupakan alumnus UMM angkatan 2006 tidak hanya hadir, tapi juga sekaligus menjadi MC hingga akhir acara.

Untuk menambah kemeriahan, UMM turut mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gitasurya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Ada pula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Selain itu, ada hal unik yang sudah disiapkan dalam agenda halalbihalal tersebut, yaitu penampilan drama perkuliahan lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah. Kisah kelimanya dipadukan dengan apik oleh para pemeran. Tak jarang, penampilan ini mengundang tawa para alumni yang hadir. Tidak hanya menampilkan drama, tapi juga langsung menanyakan momen tersebut sembari bercanda tawa ke para bupati dan wakil bupati yang bersangkutan.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Hasbulla Furuada SP. Dulunya, dia merupakan salah satu anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serba kekurangan, Hasbulla kadang mengambil jambu di dekat kosnya.

“Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi, saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung, saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,” kenang Hasbulla.

Kisah lain yang didramakan adalah cerita Wakil Bupati Malang Drs H Didik Gatot Subroto SH MH. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya. “Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotokopi karena saking banyaknya teman yang memfotokopi catatan perkuliahan saya,” kata Didik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/