alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman, Terus Berprestasi di Tengah Pandemi

Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah

Mobile_AP_Rectangle 1

SLEMAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Sleman kembali merayakan hari jadinya ke-106, Minggu (15/5/2022). Serangkaian acara peringatan hari jadi dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Puncak acara Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman diawali dengan lung tinampen Kendogo Pusoko oleh Panewu Depok Wawan Widiantoro kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara, selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Kendogo Pusoko sebagai simbol punjering pemerintahan Kabupaten Sleman itu lantas diserahkan kepada bregada prajurit untuk dikirab menuju ibu kota Kabupaten Sleman saat ini yang berada di Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tradisi ini dikenal dengan sebutan Kirab Bedhol Projo. Sebagai simbol pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, yang semula berada di Padukuhan Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ke Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman,” jelas Wawan.

Selanjutnya, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Beran, dilaksanakan upacara pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turun Sih, Dwaja Mega Ngapak, dan lambang daerah Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah Harda Kiswaya. Untuk diserahkan pula kepada Aji Wulantara.

BACA JUGA: Hari Jadi Jember Didiskusikan

Tumbak Kyai Turun Sih yang merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta lambang daerah tersebut lantas dikirab menuju Lapangan Pemkab Sleman yang berjarak sekitar 100 meter dari Pendopo Parasamya. Disatukan dengan Kendaga Pusaka yang diambil dari Ambarrukmo dalam Upacara Puncak Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti bregada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Turut hadir jajaran Forkopimda Sleman serta para mantan bupati dan wakil bupati.

Bertindak sebagai pengageng (inspektur upacara) Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo. Upacara diawali dengan masuknya 5 bregada perangkat daerah yang dipandu Srikandi Polisi Pamong Praja Sleman diiringi gendhing Lancaran Suba. Kemudian masuk Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih disertai lambang daerah, Dwaja Mega Ngapak diiringi gendhing Gati Langen Branta.

Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman bertema “Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah”.

- Advertisement -

SLEMAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Sleman kembali merayakan hari jadinya ke-106, Minggu (15/5/2022). Serangkaian acara peringatan hari jadi dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Puncak acara Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman diawali dengan lung tinampen Kendogo Pusoko oleh Panewu Depok Wawan Widiantoro kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara, selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Kendogo Pusoko sebagai simbol punjering pemerintahan Kabupaten Sleman itu lantas diserahkan kepada bregada prajurit untuk dikirab menuju ibu kota Kabupaten Sleman saat ini yang berada di Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman.

“Tradisi ini dikenal dengan sebutan Kirab Bedhol Projo. Sebagai simbol pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, yang semula berada di Padukuhan Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ke Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman,” jelas Wawan.

Selanjutnya, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Beran, dilaksanakan upacara pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turun Sih, Dwaja Mega Ngapak, dan lambang daerah Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah Harda Kiswaya. Untuk diserahkan pula kepada Aji Wulantara.

BACA JUGA: Hari Jadi Jember Didiskusikan

Tumbak Kyai Turun Sih yang merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta lambang daerah tersebut lantas dikirab menuju Lapangan Pemkab Sleman yang berjarak sekitar 100 meter dari Pendopo Parasamya. Disatukan dengan Kendaga Pusaka yang diambil dari Ambarrukmo dalam Upacara Puncak Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti bregada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Turut hadir jajaran Forkopimda Sleman serta para mantan bupati dan wakil bupati.

Bertindak sebagai pengageng (inspektur upacara) Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo. Upacara diawali dengan masuknya 5 bregada perangkat daerah yang dipandu Srikandi Polisi Pamong Praja Sleman diiringi gendhing Lancaran Suba. Kemudian masuk Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih disertai lambang daerah, Dwaja Mega Ngapak diiringi gendhing Gati Langen Branta.

Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman bertema “Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah”.

SLEMAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Sleman kembali merayakan hari jadinya ke-106, Minggu (15/5/2022). Serangkaian acara peringatan hari jadi dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Puncak acara Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman diawali dengan lung tinampen Kendogo Pusoko oleh Panewu Depok Wawan Widiantoro kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara, selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Kendogo Pusoko sebagai simbol punjering pemerintahan Kabupaten Sleman itu lantas diserahkan kepada bregada prajurit untuk dikirab menuju ibu kota Kabupaten Sleman saat ini yang berada di Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman.

“Tradisi ini dikenal dengan sebutan Kirab Bedhol Projo. Sebagai simbol pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, yang semula berada di Padukuhan Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ke Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman,” jelas Wawan.

Selanjutnya, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Beran, dilaksanakan upacara pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turun Sih, Dwaja Mega Ngapak, dan lambang daerah Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah Harda Kiswaya. Untuk diserahkan pula kepada Aji Wulantara.

BACA JUGA: Hari Jadi Jember Didiskusikan

Tumbak Kyai Turun Sih yang merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta lambang daerah tersebut lantas dikirab menuju Lapangan Pemkab Sleman yang berjarak sekitar 100 meter dari Pendopo Parasamya. Disatukan dengan Kendaga Pusaka yang diambil dari Ambarrukmo dalam Upacara Puncak Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti bregada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Turut hadir jajaran Forkopimda Sleman serta para mantan bupati dan wakil bupati.

Bertindak sebagai pengageng (inspektur upacara) Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo. Upacara diawali dengan masuknya 5 bregada perangkat daerah yang dipandu Srikandi Polisi Pamong Praja Sleman diiringi gendhing Lancaran Suba. Kemudian masuk Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih disertai lambang daerah, Dwaja Mega Ngapak diiringi gendhing Gati Langen Branta.

Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman bertema “Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah”.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/