alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

RSBS Gelar Operasi Katarak Gratis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS) menggelar operasi katarak gratis untuk 13 pasien duafa, kemarin (14/3). Mereka yang telah dioperasi merasa senang dan sangat bersyukur.

Baca Juga : Content Creator Asal Bondowoso Ajak Warga Hormat Bendera secara Virtual

Salah satu pasien duafa yang dioperasi adalah Maliki. Pria 55 tahun ini mengaku senang karena sudah dioperasi. Bekerja sebagai penjual kopi di daerah Balung membuat keinginannya untuk operasi harus ditahan karena terkendala biaya. Baginya, bisa makan sehari-hari saja sudah sangat bersyukur. “Selama lima bulan ini saya berusaha untuk membiasakan diri dengan kondisi katarak di mata kiri. Susah untuk melihat. Tapi, sebagai kepala keluarga saya harus bekerja,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS) menggelar operasi katarak gratis untuk 13 pasien duafa, kemarin (14/3). Mereka yang telah dioperasi merasa senang dan sangat bersyukur.

Baca Juga : Content Creator Asal Bondowoso Ajak Warga Hormat Bendera secara Virtual

Salah satu pasien duafa yang dioperasi adalah Maliki. Pria 55 tahun ini mengaku senang karena sudah dioperasi. Bekerja sebagai penjual kopi di daerah Balung membuat keinginannya untuk operasi harus ditahan karena terkendala biaya. Baginya, bisa makan sehari-hari saja sudah sangat bersyukur. “Selama lima bulan ini saya berusaha untuk membiasakan diri dengan kondisi katarak di mata kiri. Susah untuk melihat. Tapi, sebagai kepala keluarga saya harus bekerja,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS) menggelar operasi katarak gratis untuk 13 pasien duafa, kemarin (14/3). Mereka yang telah dioperasi merasa senang dan sangat bersyukur.

Baca Juga : Content Creator Asal Bondowoso Ajak Warga Hormat Bendera secara Virtual

Salah satu pasien duafa yang dioperasi adalah Maliki. Pria 55 tahun ini mengaku senang karena sudah dioperasi. Bekerja sebagai penjual kopi di daerah Balung membuat keinginannya untuk operasi harus ditahan karena terkendala biaya. Baginya, bisa makan sehari-hari saja sudah sangat bersyukur. “Selama lima bulan ini saya berusaha untuk membiasakan diri dengan kondisi katarak di mata kiri. Susah untuk melihat. Tapi, sebagai kepala keluarga saya harus bekerja,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/