alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

LP2M Unej Bina 427 Desa di Sembilan Kabupaten

Mobile_AP_Rectangle 1

Optimisme senada juga diungkapkan Direktur Pengembangan Satuan Permukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT Rasyid Althaf. Menurut alumnus Unej ini, pemerintah melalui Kemendes PDTT menjalankan strategi pengembangan desa melalui peningkatan sumber daya manusia desa, khususnya perangkat desa. Penerapan kebijakan dari bawah, sehingga membuka ruang partisipasi dan kreasi yang lebih luas dalam pengembangan desa berbasis potensi dan mendorong desa bekerja sama dengan banyak pihak. “Kesemuanya diharapkan mampu melahirkan daya ungkit ekonomi desa agar desa menjadi sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, beruntunglah desa-desa yang sudah menjalin kerja sama dengan Unej. Sebab, jika menemui kesulitan, maka bisa langsung berkonsultasi dengan LP2M Unej. “Menurut saya ada tiga bidang kerja sama yang terbuka dilakukan antara Kemendes PDTT dengan Unej, yakni program rekognisi pembelajaran lampau bagi perangkat desa, pelaksanaan program KKN tematik, dan pengabdian masyarakat bagi para dosen,” ungkap Rasyid Althaf, yang menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Unej.

Rasyid menitipkan lima pesan terkait SDGs Desa kepada para kepala Badan Pemberdayaan Desa, kepala Bappekab, dan para kepala desa yang ikut serta dalam acara tersebut. “Saya titip lima hal. Pertama, jangan ada warga desa yang kelaparan. Kedua, libatkan warga desa dalam program padat karya tunai desa. Ketiga, pengawasan dan evaluasi program desa harus dilakukan secara partisipatif. Keempat, jalankan program peningkatan perangkat desa melalui kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi. Serta memulai program digitalisasi desa,” pesannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, dalam laporannya Ketua LP2M Unej Prof Yuli Witono menyampaikan ada 427 desa di 88 kecamatan di sembilan kabupaten yang dibina oleh Unej. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 28 kecamatan di Jember, 20 kecamatan di Bondowoso, 15 kecamatan di Lumajang, 8 kecamatan di Probolinggo, 7 kecamatan di Situbondo, 5 kecamatan di Banyuwangi, dan 3 kecamatan di Pasuruan. “Selain kabupaten di wilayah Tapal Kuda di Jatim, LP2M juga dipercaya membina Desa Bungoro di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Desa Simpang Teritip di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung,” pungkas Prof Yuli Witono. (c2/dwi)

- Advertisement -

Optimisme senada juga diungkapkan Direktur Pengembangan Satuan Permukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT Rasyid Althaf. Menurut alumnus Unej ini, pemerintah melalui Kemendes PDTT menjalankan strategi pengembangan desa melalui peningkatan sumber daya manusia desa, khususnya perangkat desa. Penerapan kebijakan dari bawah, sehingga membuka ruang partisipasi dan kreasi yang lebih luas dalam pengembangan desa berbasis potensi dan mendorong desa bekerja sama dengan banyak pihak. “Kesemuanya diharapkan mampu melahirkan daya ungkit ekonomi desa agar desa menjadi sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, beruntunglah desa-desa yang sudah menjalin kerja sama dengan Unej. Sebab, jika menemui kesulitan, maka bisa langsung berkonsultasi dengan LP2M Unej. “Menurut saya ada tiga bidang kerja sama yang terbuka dilakukan antara Kemendes PDTT dengan Unej, yakni program rekognisi pembelajaran lampau bagi perangkat desa, pelaksanaan program KKN tematik, dan pengabdian masyarakat bagi para dosen,” ungkap Rasyid Althaf, yang menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Unej.

Rasyid menitipkan lima pesan terkait SDGs Desa kepada para kepala Badan Pemberdayaan Desa, kepala Bappekab, dan para kepala desa yang ikut serta dalam acara tersebut. “Saya titip lima hal. Pertama, jangan ada warga desa yang kelaparan. Kedua, libatkan warga desa dalam program padat karya tunai desa. Ketiga, pengawasan dan evaluasi program desa harus dilakukan secara partisipatif. Keempat, jalankan program peningkatan perangkat desa melalui kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi. Serta memulai program digitalisasi desa,” pesannya.

Sebelumnya, dalam laporannya Ketua LP2M Unej Prof Yuli Witono menyampaikan ada 427 desa di 88 kecamatan di sembilan kabupaten yang dibina oleh Unej. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 28 kecamatan di Jember, 20 kecamatan di Bondowoso, 15 kecamatan di Lumajang, 8 kecamatan di Probolinggo, 7 kecamatan di Situbondo, 5 kecamatan di Banyuwangi, dan 3 kecamatan di Pasuruan. “Selain kabupaten di wilayah Tapal Kuda di Jatim, LP2M juga dipercaya membina Desa Bungoro di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Desa Simpang Teritip di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung,” pungkas Prof Yuli Witono. (c2/dwi)

Optimisme senada juga diungkapkan Direktur Pengembangan Satuan Permukiman dan Satuan Kawasan Pengembangan Kemendes PDTT Rasyid Althaf. Menurut alumnus Unej ini, pemerintah melalui Kemendes PDTT menjalankan strategi pengembangan desa melalui peningkatan sumber daya manusia desa, khususnya perangkat desa. Penerapan kebijakan dari bawah, sehingga membuka ruang partisipasi dan kreasi yang lebih luas dalam pengembangan desa berbasis potensi dan mendorong desa bekerja sama dengan banyak pihak. “Kesemuanya diharapkan mampu melahirkan daya ungkit ekonomi desa agar desa menjadi sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, beruntunglah desa-desa yang sudah menjalin kerja sama dengan Unej. Sebab, jika menemui kesulitan, maka bisa langsung berkonsultasi dengan LP2M Unej. “Menurut saya ada tiga bidang kerja sama yang terbuka dilakukan antara Kemendes PDTT dengan Unej, yakni program rekognisi pembelajaran lampau bagi perangkat desa, pelaksanaan program KKN tematik, dan pengabdian masyarakat bagi para dosen,” ungkap Rasyid Althaf, yang menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Unej.

Rasyid menitipkan lima pesan terkait SDGs Desa kepada para kepala Badan Pemberdayaan Desa, kepala Bappekab, dan para kepala desa yang ikut serta dalam acara tersebut. “Saya titip lima hal. Pertama, jangan ada warga desa yang kelaparan. Kedua, libatkan warga desa dalam program padat karya tunai desa. Ketiga, pengawasan dan evaluasi program desa harus dilakukan secara partisipatif. Keempat, jalankan program peningkatan perangkat desa melalui kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi. Serta memulai program digitalisasi desa,” pesannya.

Sebelumnya, dalam laporannya Ketua LP2M Unej Prof Yuli Witono menyampaikan ada 427 desa di 88 kecamatan di sembilan kabupaten yang dibina oleh Unej. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 28 kecamatan di Jember, 20 kecamatan di Bondowoso, 15 kecamatan di Lumajang, 8 kecamatan di Probolinggo, 7 kecamatan di Situbondo, 5 kecamatan di Banyuwangi, dan 3 kecamatan di Pasuruan. “Selain kabupaten di wilayah Tapal Kuda di Jatim, LP2M juga dipercaya membina Desa Bungoro di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Desa Simpang Teritip di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung,” pungkas Prof Yuli Witono. (c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/