alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Menko Airlangga Tinjau Persiapan WSBK di KEK Mandalika

Mobile_AP_Rectangle 1

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes
Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah
melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan
penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle
bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju
kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar
kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area
sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan
(prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya
diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang
ditentukan.

Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol
Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.
“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa
terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank
yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar
Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan
merchandise produksi UMKM setempat. Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan
kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival
kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara

pendamping. Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai
“Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan
internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga
menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi
partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal
ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal. Di
sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik
yang diawali dengan sambutan tarian tradisional.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Kepala BNPB,
Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Sekretaris Kemenko Perekonomian,
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko
Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi
Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kemenko Marves, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirijen Adwil Kemendagri, Anggota
DPR, dan Direktur Utama ITDC. (*)

 

- Advertisement -

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes
Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah
melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan
penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle
bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju
kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar
kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area
sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan
(prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya
diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang
ditentukan.

Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol
Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.
“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa
terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank
yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar
Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan
merchandise produksi UMKM setempat. Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan
kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival
kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara

pendamping. Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai
“Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan
internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga
menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi
partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal
ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal. Di
sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik
yang diawali dengan sambutan tarian tradisional.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Kepala BNPB,
Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Sekretaris Kemenko Perekonomian,
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko
Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi
Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kemenko Marves, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirijen Adwil Kemendagri, Anggota
DPR, dan Direktur Utama ITDC. (*)

 

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes
Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah
melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan
penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle
bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju
kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar
kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area
sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan
(prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya
diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang
ditentukan.

Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol
Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.
“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa
terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank
yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar
Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan
merchandise produksi UMKM setempat. Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan
kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival
kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara

pendamping. Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai
“Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan
internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga
menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi
partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal
ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal. Di
sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik
yang diawali dengan sambutan tarian tradisional.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Kepala BNPB,
Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Sekretaris Kemenko Perekonomian,
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko
Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi
Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kemenko Marves, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirijen Adwil Kemendagri, Anggota
DPR, dan Direktur Utama ITDC. (*)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/