alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Menko Airlangga Tinjau Persiapan WSBK di KEK Mandalika

Mobile_AP_Rectangle 1

LOMBOKTENGAH, RADARJEMBER.ID- Dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit.Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok.

Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang.

Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET). “Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya
membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang
17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97% dan ditargetkan selesai
dalam waktu dekat. Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan, ditambah dengan
pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler. Pembangunan
sirkuit tersebut menggunakan teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA),
sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330
KM per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.
Sirkuit ini telah siap 100% dan saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)
tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit
Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas
pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang
dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas
penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses
kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili
Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya
Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya
yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah
Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan,
rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan
pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan
pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah
sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

- Advertisement -

LOMBOKTENGAH, RADARJEMBER.ID- Dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit.Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok.

Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang.

Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET). “Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya
membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang
17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97% dan ditargetkan selesai
dalam waktu dekat. Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan, ditambah dengan
pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler. Pembangunan
sirkuit tersebut menggunakan teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA),
sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330
KM per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.
Sirkuit ini telah siap 100% dan saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)
tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit
Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas
pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang
dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas
penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses
kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili
Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya
Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya
yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah
Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan,
rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan
pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan
pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah
sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

LOMBOKTENGAH, RADARJEMBER.ID- Dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit.Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok.

Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang.

Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET). “Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya
membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang
17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97% dan ditargetkan selesai
dalam waktu dekat. Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan, ditambah dengan
pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler. Pembangunan
sirkuit tersebut menggunakan teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA),
sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330
KM per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.
Sirkuit ini telah siap 100% dan saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)
tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit
Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas
pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang
dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas
penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses
kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili
Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya
Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya
yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah
Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan,
rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan
pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan
pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah
sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/