alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pentingnya Mengetahui Faktor Pencetus Asma

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Asma merupakan suatu kondisi saluran udara mengalami peradangan dan bersifat kronis. Banyak orang yang mengira bahwa asma adalah penyakit menular. Ada juga yang bertanya apakah asma bisa disembuhkan atau tidak. Untuk menjawab hal itu, RS Bina Sehat Jember menggelar Bincang Sehat bersama pakar yang mengusung tema “Kendalikan Asma dengan Mengetahui Faktor Pencetus” bersama narasumber dr Retna Dwi Puspitarini SpP.

BACA JUGA : Suarakan Pembentukan Perda Pencegahan Narkoba

Dalam pemaparannya, Retna menegaskan bahwa asma bukan penyakit menular. Melainkan penyakit turunan (gen) yang tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dilakukan pencegahan agar tidak kambuh dengan mengetahui faktor pencetusnya. “Penting bagi setiap orang yang mempunyai asma untuk mengetahui pencetus penyakit asmanya, agar tidak mudah kambuh,” jelasnya,

Mobile_AP_Rectangle 2

Dokter Retna menjelaskan, pencetus penyakit asma bermacam-macam. Di antaranya alergi dingin, asap rokok, alergi panas, alergi debu, alergi makanan, kelelahan fisik, dan stres. Faktor pencetus tersebut bisa diketahui dengan cara melakukan tes alergi pada pasien yang menderita asma. Apabila dada mulai terasa berat, batuk-batuk, bisa dipastikan asmanya akan kambuh akibat pencetusnya tersebut.

“Untuk mengatasi asma yang kambuh, lihat dulu pencetusnya apa, karena penanganannya bisa dengan obat atau tanpa obat. Apabila dirasa berat, segera bawa ke rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, Retna menganjurkan untuk selalu sedia obat-obatan atau alat semprot pereda asma untuk tindakan pertolongan pertama apabila kambuh. Selain itu, disarankan kepada para orang tua untuk benar-benar mengontrol sang anak yang memiliki keturunan asma agar tidak menyebabkan gangguan tumbuh kembang kepada sang anak sehingga akan sakit-sakitan dan akan mengganggu prestasi sang anak.

Terakhir, Retna juga mengimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Serta menghindari pencetusnya demi penyakit asma yang terkontrol. “Jangan berkecil hati, meskipun asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Akan tetapi, jika kita tahu pencetusnya, maka asmanya akan bisa terkontrol sempurna,” pungkasnya. (RSBS)

 

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Asma merupakan suatu kondisi saluran udara mengalami peradangan dan bersifat kronis. Banyak orang yang mengira bahwa asma adalah penyakit menular. Ada juga yang bertanya apakah asma bisa disembuhkan atau tidak. Untuk menjawab hal itu, RS Bina Sehat Jember menggelar Bincang Sehat bersama pakar yang mengusung tema “Kendalikan Asma dengan Mengetahui Faktor Pencetus” bersama narasumber dr Retna Dwi Puspitarini SpP.

BACA JUGA : Suarakan Pembentukan Perda Pencegahan Narkoba

Dalam pemaparannya, Retna menegaskan bahwa asma bukan penyakit menular. Melainkan penyakit turunan (gen) yang tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dilakukan pencegahan agar tidak kambuh dengan mengetahui faktor pencetusnya. “Penting bagi setiap orang yang mempunyai asma untuk mengetahui pencetus penyakit asmanya, agar tidak mudah kambuh,” jelasnya,

Dokter Retna menjelaskan, pencetus penyakit asma bermacam-macam. Di antaranya alergi dingin, asap rokok, alergi panas, alergi debu, alergi makanan, kelelahan fisik, dan stres. Faktor pencetus tersebut bisa diketahui dengan cara melakukan tes alergi pada pasien yang menderita asma. Apabila dada mulai terasa berat, batuk-batuk, bisa dipastikan asmanya akan kambuh akibat pencetusnya tersebut.

“Untuk mengatasi asma yang kambuh, lihat dulu pencetusnya apa, karena penanganannya bisa dengan obat atau tanpa obat. Apabila dirasa berat, segera bawa ke rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, Retna menganjurkan untuk selalu sedia obat-obatan atau alat semprot pereda asma untuk tindakan pertolongan pertama apabila kambuh. Selain itu, disarankan kepada para orang tua untuk benar-benar mengontrol sang anak yang memiliki keturunan asma agar tidak menyebabkan gangguan tumbuh kembang kepada sang anak sehingga akan sakit-sakitan dan akan mengganggu prestasi sang anak.

Terakhir, Retna juga mengimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Serta menghindari pencetusnya demi penyakit asma yang terkontrol. “Jangan berkecil hati, meskipun asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Akan tetapi, jika kita tahu pencetusnya, maka asmanya akan bisa terkontrol sempurna,” pungkasnya. (RSBS)

 

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Asma merupakan suatu kondisi saluran udara mengalami peradangan dan bersifat kronis. Banyak orang yang mengira bahwa asma adalah penyakit menular. Ada juga yang bertanya apakah asma bisa disembuhkan atau tidak. Untuk menjawab hal itu, RS Bina Sehat Jember menggelar Bincang Sehat bersama pakar yang mengusung tema “Kendalikan Asma dengan Mengetahui Faktor Pencetus” bersama narasumber dr Retna Dwi Puspitarini SpP.

BACA JUGA : Suarakan Pembentukan Perda Pencegahan Narkoba

Dalam pemaparannya, Retna menegaskan bahwa asma bukan penyakit menular. Melainkan penyakit turunan (gen) yang tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dilakukan pencegahan agar tidak kambuh dengan mengetahui faktor pencetusnya. “Penting bagi setiap orang yang mempunyai asma untuk mengetahui pencetus penyakit asmanya, agar tidak mudah kambuh,” jelasnya,

Dokter Retna menjelaskan, pencetus penyakit asma bermacam-macam. Di antaranya alergi dingin, asap rokok, alergi panas, alergi debu, alergi makanan, kelelahan fisik, dan stres. Faktor pencetus tersebut bisa diketahui dengan cara melakukan tes alergi pada pasien yang menderita asma. Apabila dada mulai terasa berat, batuk-batuk, bisa dipastikan asmanya akan kambuh akibat pencetusnya tersebut.

“Untuk mengatasi asma yang kambuh, lihat dulu pencetusnya apa, karena penanganannya bisa dengan obat atau tanpa obat. Apabila dirasa berat, segera bawa ke rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, Retna menganjurkan untuk selalu sedia obat-obatan atau alat semprot pereda asma untuk tindakan pertolongan pertama apabila kambuh. Selain itu, disarankan kepada para orang tua untuk benar-benar mengontrol sang anak yang memiliki keturunan asma agar tidak menyebabkan gangguan tumbuh kembang kepada sang anak sehingga akan sakit-sakitan dan akan mengganggu prestasi sang anak.

Terakhir, Retna juga mengimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Serta menghindari pencetusnya demi penyakit asma yang terkontrol. “Jangan berkecil hati, meskipun asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Akan tetapi, jika kita tahu pencetusnya, maka asmanya akan bisa terkontrol sempurna,” pungkasnya. (RSBS)

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/