alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Sruput Kopi, Gairahkan Usaha, dan Kembangkan Perekonomian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 ini tidak menyulutkan semangat masyarakat sehingga hanya berdiam diri dan berpangku tangan kepada orang lain. Harus ada upaya untuk mencari peluang yang bisa digunakan untuk bertahan hidup serta meningkatkan perekonomian masing-masing. Salah satunya adalah berbisnis di dunia perkopian.

“Meski terdampak pandemi, orang-orang tetap minum kopi,” tutur Salah seorang Panelis Fun Cupping Cahya Ismayadi. Menurutnya, banyak usaha yang ambruk karena pandemi. “Justru bisnis kopi malah naik,” ungkapnya. Terbukti, dengan adanya bencana global, pergerakan kopi cukup bisa bertahan jika dibandingkan dengan usaha lain. “Artinya, kopi ini merupakan kebutuhan yang tak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

“Saya kira, event yang dibuat Bank Indonesia dan Puslitkoka ini bisa membaca bahwa nilai ekonomis kopi itu bisa menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian di berbagai lini,” paparnya. Terutama untuk para petani, pedagang, dan pengusaha. “Tak luput, bersama peralatan pendukungnya seperti industri kemasan dan filter,” katanya. Jadi, secara ekonomi, ada berbagai aspek terikat yang juga ikut tumbuh. Dengan begitu, penyedia tenaga kerja juga semakin banyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Lelang kopi ini menunjukkan bahwa ada bentuk perhatian khusus yang ditujukan untuk dunia perkopian,” ucap Panelis Fun Cupping lain bernama Yusianto. Yusianto menuturkan Bank Indonesia menganggap bahwa kopi adalah salah satu komoditas ekspor yang jika nilainya tinggi, nilai rupiah bakal tersanggah dan tidak terjatuh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 ini tidak menyulutkan semangat masyarakat sehingga hanya berdiam diri dan berpangku tangan kepada orang lain. Harus ada upaya untuk mencari peluang yang bisa digunakan untuk bertahan hidup serta meningkatkan perekonomian masing-masing. Salah satunya adalah berbisnis di dunia perkopian.

“Meski terdampak pandemi, orang-orang tetap minum kopi,” tutur Salah seorang Panelis Fun Cupping Cahya Ismayadi. Menurutnya, banyak usaha yang ambruk karena pandemi. “Justru bisnis kopi malah naik,” ungkapnya. Terbukti, dengan adanya bencana global, pergerakan kopi cukup bisa bertahan jika dibandingkan dengan usaha lain. “Artinya, kopi ini merupakan kebutuhan yang tak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

“Saya kira, event yang dibuat Bank Indonesia dan Puslitkoka ini bisa membaca bahwa nilai ekonomis kopi itu bisa menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian di berbagai lini,” paparnya. Terutama untuk para petani, pedagang, dan pengusaha. “Tak luput, bersama peralatan pendukungnya seperti industri kemasan dan filter,” katanya. Jadi, secara ekonomi, ada berbagai aspek terikat yang juga ikut tumbuh. Dengan begitu, penyedia tenaga kerja juga semakin banyak.

“Lelang kopi ini menunjukkan bahwa ada bentuk perhatian khusus yang ditujukan untuk dunia perkopian,” ucap Panelis Fun Cupping lain bernama Yusianto. Yusianto menuturkan Bank Indonesia menganggap bahwa kopi adalah salah satu komoditas ekspor yang jika nilainya tinggi, nilai rupiah bakal tersanggah dan tidak terjatuh.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya pandemi Covid-19 ini tidak menyulutkan semangat masyarakat sehingga hanya berdiam diri dan berpangku tangan kepada orang lain. Harus ada upaya untuk mencari peluang yang bisa digunakan untuk bertahan hidup serta meningkatkan perekonomian masing-masing. Salah satunya adalah berbisnis di dunia perkopian.

“Meski terdampak pandemi, orang-orang tetap minum kopi,” tutur Salah seorang Panelis Fun Cupping Cahya Ismayadi. Menurutnya, banyak usaha yang ambruk karena pandemi. “Justru bisnis kopi malah naik,” ungkapnya. Terbukti, dengan adanya bencana global, pergerakan kopi cukup bisa bertahan jika dibandingkan dengan usaha lain. “Artinya, kopi ini merupakan kebutuhan yang tak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

“Saya kira, event yang dibuat Bank Indonesia dan Puslitkoka ini bisa membaca bahwa nilai ekonomis kopi itu bisa menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian di berbagai lini,” paparnya. Terutama untuk para petani, pedagang, dan pengusaha. “Tak luput, bersama peralatan pendukungnya seperti industri kemasan dan filter,” katanya. Jadi, secara ekonomi, ada berbagai aspek terikat yang juga ikut tumbuh. Dengan begitu, penyedia tenaga kerja juga semakin banyak.

“Lelang kopi ini menunjukkan bahwa ada bentuk perhatian khusus yang ditujukan untuk dunia perkopian,” ucap Panelis Fun Cupping lain bernama Yusianto. Yusianto menuturkan Bank Indonesia menganggap bahwa kopi adalah salah satu komoditas ekspor yang jika nilainya tinggi, nilai rupiah bakal tersanggah dan tidak terjatuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/