alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Polije Siap Menuju Politeknik Unggul Asia

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Siap menuju politeknik unggul se Asia tahun 2035, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar forum group discussion (FGD) penyusunan skenario kebijakan program serta key perfomance indicator, Selasa (12/10).

Direktur Polije Saiful Anwar mengatakan, kegiatan FGD kali ini merupakan forum rencana strategis, serta pengembangan rancangan teknokratik untuk rencana pengembangan jangka panjang guna mencapai target sebagai politeknik unggul di tahun 2035.

“Jadi RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) tahun 2035 itu adalah rencana jangka panjangnya. Kemudian dari 15 tahun mulai 2020 sampai 2035, kami bagi menjadi tiga fase yang disebut rencana strategis jangka menengah,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anwar menjelaskan, rencana tersebut terbagi menjadi tiga fase dengan waktu lima tahunan. Yaitu 2020-2024, 2025-2029, dan 2030-2034, kemudian menuju 2035 yang juga sebagai masa bonus demografi bagi Indonesia. Perencanaan tersebut dilakukan demi memudahkan dalam membidik, memprediksi, dan melihat tren di setiap fase.

“Saya tidak bisa memprediksi sendiri terkait dengan kebutuhan SDM yang kompeten dan berkualitas yang kami persiapkan dari internal Polije untuk memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu, melalui FGD ini kami hadirkan mereka-mereka para industri prioritas. Juga mitra Polije dan beberapa lainnya yang secara stragtegis memprediksi kebutuhan tren SDM di lima tahun, sepuluh tahun ke depan, dan 15 tahun ke depan seperti apa. Isu globalnya seperti apa,” paparnya.

Peserta FGD tersebut diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari multikomunitas, mulai dari alumni Polije, kemudian tenaga pendidik, mahasiswa, beberapa OPD, para praktisi, serta industri yang cukup representatif di sektor Kabupaten Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Siap menuju politeknik unggul se Asia tahun 2035, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar forum group discussion (FGD) penyusunan skenario kebijakan program serta key perfomance indicator, Selasa (12/10).

Direktur Polije Saiful Anwar mengatakan, kegiatan FGD kali ini merupakan forum rencana strategis, serta pengembangan rancangan teknokratik untuk rencana pengembangan jangka panjang guna mencapai target sebagai politeknik unggul di tahun 2035.

“Jadi RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) tahun 2035 itu adalah rencana jangka panjangnya. Kemudian dari 15 tahun mulai 2020 sampai 2035, kami bagi menjadi tiga fase yang disebut rencana strategis jangka menengah,” tuturnya.

Anwar menjelaskan, rencana tersebut terbagi menjadi tiga fase dengan waktu lima tahunan. Yaitu 2020-2024, 2025-2029, dan 2030-2034, kemudian menuju 2035 yang juga sebagai masa bonus demografi bagi Indonesia. Perencanaan tersebut dilakukan demi memudahkan dalam membidik, memprediksi, dan melihat tren di setiap fase.

“Saya tidak bisa memprediksi sendiri terkait dengan kebutuhan SDM yang kompeten dan berkualitas yang kami persiapkan dari internal Polije untuk memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu, melalui FGD ini kami hadirkan mereka-mereka para industri prioritas. Juga mitra Polije dan beberapa lainnya yang secara stragtegis memprediksi kebutuhan tren SDM di lima tahun, sepuluh tahun ke depan, dan 15 tahun ke depan seperti apa. Isu globalnya seperti apa,” paparnya.

Peserta FGD tersebut diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari multikomunitas, mulai dari alumni Polije, kemudian tenaga pendidik, mahasiswa, beberapa OPD, para praktisi, serta industri yang cukup representatif di sektor Kabupaten Jember.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Siap menuju politeknik unggul se Asia tahun 2035, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar forum group discussion (FGD) penyusunan skenario kebijakan program serta key perfomance indicator, Selasa (12/10).

Direktur Polije Saiful Anwar mengatakan, kegiatan FGD kali ini merupakan forum rencana strategis, serta pengembangan rancangan teknokratik untuk rencana pengembangan jangka panjang guna mencapai target sebagai politeknik unggul di tahun 2035.

“Jadi RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) tahun 2035 itu adalah rencana jangka panjangnya. Kemudian dari 15 tahun mulai 2020 sampai 2035, kami bagi menjadi tiga fase yang disebut rencana strategis jangka menengah,” tuturnya.

Anwar menjelaskan, rencana tersebut terbagi menjadi tiga fase dengan waktu lima tahunan. Yaitu 2020-2024, 2025-2029, dan 2030-2034, kemudian menuju 2035 yang juga sebagai masa bonus demografi bagi Indonesia. Perencanaan tersebut dilakukan demi memudahkan dalam membidik, memprediksi, dan melihat tren di setiap fase.

“Saya tidak bisa memprediksi sendiri terkait dengan kebutuhan SDM yang kompeten dan berkualitas yang kami persiapkan dari internal Polije untuk memenuhi kebutuhan pasar. Oleh karena itu, melalui FGD ini kami hadirkan mereka-mereka para industri prioritas. Juga mitra Polije dan beberapa lainnya yang secara stragtegis memprediksi kebutuhan tren SDM di lima tahun, sepuluh tahun ke depan, dan 15 tahun ke depan seperti apa. Isu globalnya seperti apa,” paparnya.

Peserta FGD tersebut diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari multikomunitas, mulai dari alumni Polije, kemudian tenaga pendidik, mahasiswa, beberapa OPD, para praktisi, serta industri yang cukup representatif di sektor Kabupaten Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/