alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Menuju Politeknik Kelas Dunia, Polije Gelar Talkshow Pendekatan SDC

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan berbagai stakeholder seperti Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), mahasiswa, dan alumni untuk membahas penyusunan skenario jangka panjang, menuju politeknik unggul se-Asia, Politeknik Negeri Jember (Polije) kini menggelar talkshow dengan seluruh sivitas akademika guna membangun daya analisa riset dan penguatan perencanaan Polije dengan pendekatan System Dynamic Center (SDC) sesuai hasil FGD, Rabu (13/10).

Pada forum yang digelar di auditorium vokasi tersebut, Direktur Polije Saiful Anwar STP MP menyampaikan, dari berbagai produk inovatif dan karya ilmiah yang dihasilkan, sudah selayaknya Polije menjadi kebanggaan masyarakat. Berdasarkan hasil diskusi pada FGD, pendekatan SDC merupakan langkah praktis yang mampu mengantarkan Polije pada visi utamanya, yakni menjadi Politeknik kelas dunia yang unggul se Asia pada 2035.

“Sudah menjadi keniscayaan, bahwa dalam rangka mewujudkan visi Polije menjadi Politeknik Unggul di tahun 2035, ini memerlukan investasi yang cukup besar. Maka harus disiapkan perencanaan yang SMART, yaitu spesifik, missionable, activable, relevance dan timeless,” ungkap Anwar dalam sambutannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, hasil analisis yang dilakukan oleh beberapa tim menunjukkan bahwa Polije merupakan kampus vokasi yang aktif berinovasi di bidang teknologi. Namun, khusus di bidang penelitian atau riset masih perlu ditingkatkan. Hal itu menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki dengan memperbanyak penelitian.

“Setiap tahun kita selalu mendapatkan tambahan dosen baru yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sehingga ini bisa kita maksimalkan, dan apa yang menjadi atensi oleh tim SDC, juga menjadi perhatian bagi kita semua,” imbuhnya.

Melalui sistem tersebut, secara otomatis akan terbentuk ringkasan, yang bersifat lebih spesifik, sehingga mampu menyelesaikan target atau visi Polije. Visi menjadi unggul, harus definiskan sesuai dengan kapasitas yang ada di dalam kampus itu sendiri. Tentunya secara langsung ataupun tidak, kontribusi inovasi yang sudah dibagun dan diwujudkan oleh tim SDC dalam berbagai sektor, semuanya akan diinventarisir untuk rencana jangka panjang Polije.

“Ini yang perlu kita tekankan, unggul secara definisi seperti apa. Sehingga ini menjadi kekhasan Politeknik Negeri Jember,” jelasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan berbagai stakeholder seperti Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), mahasiswa, dan alumni untuk membahas penyusunan skenario jangka panjang, menuju politeknik unggul se-Asia, Politeknik Negeri Jember (Polije) kini menggelar talkshow dengan seluruh sivitas akademika guna membangun daya analisa riset dan penguatan perencanaan Polije dengan pendekatan System Dynamic Center (SDC) sesuai hasil FGD, Rabu (13/10).

Pada forum yang digelar di auditorium vokasi tersebut, Direktur Polije Saiful Anwar STP MP menyampaikan, dari berbagai produk inovatif dan karya ilmiah yang dihasilkan, sudah selayaknya Polije menjadi kebanggaan masyarakat. Berdasarkan hasil diskusi pada FGD, pendekatan SDC merupakan langkah praktis yang mampu mengantarkan Polije pada visi utamanya, yakni menjadi Politeknik kelas dunia yang unggul se Asia pada 2035.

“Sudah menjadi keniscayaan, bahwa dalam rangka mewujudkan visi Polije menjadi Politeknik Unggul di tahun 2035, ini memerlukan investasi yang cukup besar. Maka harus disiapkan perencanaan yang SMART, yaitu spesifik, missionable, activable, relevance dan timeless,” ungkap Anwar dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, hasil analisis yang dilakukan oleh beberapa tim menunjukkan bahwa Polije merupakan kampus vokasi yang aktif berinovasi di bidang teknologi. Namun, khusus di bidang penelitian atau riset masih perlu ditingkatkan. Hal itu menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki dengan memperbanyak penelitian.

“Setiap tahun kita selalu mendapatkan tambahan dosen baru yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sehingga ini bisa kita maksimalkan, dan apa yang menjadi atensi oleh tim SDC, juga menjadi perhatian bagi kita semua,” imbuhnya.

Melalui sistem tersebut, secara otomatis akan terbentuk ringkasan, yang bersifat lebih spesifik, sehingga mampu menyelesaikan target atau visi Polije. Visi menjadi unggul, harus definiskan sesuai dengan kapasitas yang ada di dalam kampus itu sendiri. Tentunya secara langsung ataupun tidak, kontribusi inovasi yang sudah dibagun dan diwujudkan oleh tim SDC dalam berbagai sektor, semuanya akan diinventarisir untuk rencana jangka panjang Polije.

“Ini yang perlu kita tekankan, unggul secara definisi seperti apa. Sehingga ini menjadi kekhasan Politeknik Negeri Jember,” jelasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Setelah menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan berbagai stakeholder seperti Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), mahasiswa, dan alumni untuk membahas penyusunan skenario jangka panjang, menuju politeknik unggul se-Asia, Politeknik Negeri Jember (Polije) kini menggelar talkshow dengan seluruh sivitas akademika guna membangun daya analisa riset dan penguatan perencanaan Polije dengan pendekatan System Dynamic Center (SDC) sesuai hasil FGD, Rabu (13/10).

Pada forum yang digelar di auditorium vokasi tersebut, Direktur Polije Saiful Anwar STP MP menyampaikan, dari berbagai produk inovatif dan karya ilmiah yang dihasilkan, sudah selayaknya Polije menjadi kebanggaan masyarakat. Berdasarkan hasil diskusi pada FGD, pendekatan SDC merupakan langkah praktis yang mampu mengantarkan Polije pada visi utamanya, yakni menjadi Politeknik kelas dunia yang unggul se Asia pada 2035.

“Sudah menjadi keniscayaan, bahwa dalam rangka mewujudkan visi Polije menjadi Politeknik Unggul di tahun 2035, ini memerlukan investasi yang cukup besar. Maka harus disiapkan perencanaan yang SMART, yaitu spesifik, missionable, activable, relevance dan timeless,” ungkap Anwar dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, hasil analisis yang dilakukan oleh beberapa tim menunjukkan bahwa Polije merupakan kampus vokasi yang aktif berinovasi di bidang teknologi. Namun, khusus di bidang penelitian atau riset masih perlu ditingkatkan. Hal itu menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki dengan memperbanyak penelitian.

“Setiap tahun kita selalu mendapatkan tambahan dosen baru yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sehingga ini bisa kita maksimalkan, dan apa yang menjadi atensi oleh tim SDC, juga menjadi perhatian bagi kita semua,” imbuhnya.

Melalui sistem tersebut, secara otomatis akan terbentuk ringkasan, yang bersifat lebih spesifik, sehingga mampu menyelesaikan target atau visi Polije. Visi menjadi unggul, harus definiskan sesuai dengan kapasitas yang ada di dalam kampus itu sendiri. Tentunya secara langsung ataupun tidak, kontribusi inovasi yang sudah dibagun dan diwujudkan oleh tim SDC dalam berbagai sektor, semuanya akan diinventarisir untuk rencana jangka panjang Polije.

“Ini yang perlu kita tekankan, unggul secara definisi seperti apa. Sehingga ini menjadi kekhasan Politeknik Negeri Jember,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/