alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

ITB WiGa Sukses Dampingi Kampoeng Batara

Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUWANGI,  Radar Semeru — Kerja sama Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang dengan Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) yang sudah berjalan empat tahun terus berbuah manis. Terbaru, organisasi yang terletak di lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, itu kini telah menjadi Yayasan Kampoeng Batara.

Sejak tahun 2017, Kampoeng Batara sering mendapat berbagai program hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kerja sama dengan ITB WiGa Lumajang. Hibah program itu terus digunakan untuk menggali segala potensi yang dimiliki kampung tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM mengatakan, keberhasilan menjadikan Kampoeng Batara sebagai yayasan melewati sejumlah proses yang cukup panjang. Diawali dengan eksplorasi budaya, pendampingan UMKM Bambu Papring, hingga terus mendorong organisasi itu memiliki badan hukum seperti sekarang.

“Setelah 4 tahun bermain bersama anak-anak Batara dan mendampingi UMKM Bambu Papring, hari ini (kemarin, Red) legal sudah Yayasan Kampoeng Batara. ITB Widya Gama Lumajang telah memfasilitasi dan mendampingi proses hukum pendirian Yayasan Kampoeng Batara. Saya ucapkan selamat,” katanya.

Dr Ratna melanjutkan, upaya ini juga tidak lepas dari peran serta kerja keras seluruh warga setempat. Terutama Widi Nur Mahmudi, selaku pendiri dan ketua yayasan yang memperjuangkan anak-anak setempat untuk memiliki pendidikan yang sama dengan pendidikan anak-anak lainnya.

“Kami hanya menebar manfaat untuk masyarakat sekitar. Kami akan terus memberikan pendampingan selama dibutuhkan. Kampoeng Batara telah ada sebelum kami dan para penyandang CSR menunjukkan kepedulian. Sungguh kami bukan apa-apa, sedikit sumbangsih yang kami berikan semoga bisa memberikan manfaat,” katanya.

Harapannya, kerja sama yang sudah terjalin itu bisa terus meningkat. Apalagi Rektor ITB WiGa Lumajang Wijayanti Daniar Paramita SE MM rupanya juga didapuk sebagai pembina Yayasan Kampoeng Batara. ITB WiGa Lumajang terus bergerak dan menebar manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Semoga Kampoeng Batara semakin berkibar dan terus membekali anak-anak Batara dengan edukasi tanpa batas. Sehat selalu Cak Widi. Belajar cerdas tanpa batas. Semua orang adalah guru. Alam raya sekolahku,” tambahnya.

Sementara itu, Widi Nur Mahmudi mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Menurutnya, keberhasilan organisasi yang berubah menjadi yayasan merupakan berkah yang harus disyukuri. “Alhamdulillah, Kampoeng Batara dibuatkan legalitas,” pungkasnya. (kl/son/c2/fid)

- Advertisement -

BANYUWANGI,  Radar Semeru — Kerja sama Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang dengan Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) yang sudah berjalan empat tahun terus berbuah manis. Terbaru, organisasi yang terletak di lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, itu kini telah menjadi Yayasan Kampoeng Batara.

Sejak tahun 2017, Kampoeng Batara sering mendapat berbagai program hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kerja sama dengan ITB WiGa Lumajang. Hibah program itu terus digunakan untuk menggali segala potensi yang dimiliki kampung tersebut.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM mengatakan, keberhasilan menjadikan Kampoeng Batara sebagai yayasan melewati sejumlah proses yang cukup panjang. Diawali dengan eksplorasi budaya, pendampingan UMKM Bambu Papring, hingga terus mendorong organisasi itu memiliki badan hukum seperti sekarang.

“Setelah 4 tahun bermain bersama anak-anak Batara dan mendampingi UMKM Bambu Papring, hari ini (kemarin, Red) legal sudah Yayasan Kampoeng Batara. ITB Widya Gama Lumajang telah memfasilitasi dan mendampingi proses hukum pendirian Yayasan Kampoeng Batara. Saya ucapkan selamat,” katanya.

Dr Ratna melanjutkan, upaya ini juga tidak lepas dari peran serta kerja keras seluruh warga setempat. Terutama Widi Nur Mahmudi, selaku pendiri dan ketua yayasan yang memperjuangkan anak-anak setempat untuk memiliki pendidikan yang sama dengan pendidikan anak-anak lainnya.

“Kami hanya menebar manfaat untuk masyarakat sekitar. Kami akan terus memberikan pendampingan selama dibutuhkan. Kampoeng Batara telah ada sebelum kami dan para penyandang CSR menunjukkan kepedulian. Sungguh kami bukan apa-apa, sedikit sumbangsih yang kami berikan semoga bisa memberikan manfaat,” katanya.

Harapannya, kerja sama yang sudah terjalin itu bisa terus meningkat. Apalagi Rektor ITB WiGa Lumajang Wijayanti Daniar Paramita SE MM rupanya juga didapuk sebagai pembina Yayasan Kampoeng Batara. ITB WiGa Lumajang terus bergerak dan menebar manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Semoga Kampoeng Batara semakin berkibar dan terus membekali anak-anak Batara dengan edukasi tanpa batas. Sehat selalu Cak Widi. Belajar cerdas tanpa batas. Semua orang adalah guru. Alam raya sekolahku,” tambahnya.

Sementara itu, Widi Nur Mahmudi mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Menurutnya, keberhasilan organisasi yang berubah menjadi yayasan merupakan berkah yang harus disyukuri. “Alhamdulillah, Kampoeng Batara dibuatkan legalitas,” pungkasnya. (kl/son/c2/fid)

BANYUWANGI,  Radar Semeru — Kerja sama Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang dengan Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) yang sudah berjalan empat tahun terus berbuah manis. Terbaru, organisasi yang terletak di lingkungan Papring, Kecamatan Kalipuro, itu kini telah menjadi Yayasan Kampoeng Batara.

Sejak tahun 2017, Kampoeng Batara sering mendapat berbagai program hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui kerja sama dengan ITB WiGa Lumajang. Hibah program itu terus digunakan untuk menggali segala potensi yang dimiliki kampung tersebut.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM mengatakan, keberhasilan menjadikan Kampoeng Batara sebagai yayasan melewati sejumlah proses yang cukup panjang. Diawali dengan eksplorasi budaya, pendampingan UMKM Bambu Papring, hingga terus mendorong organisasi itu memiliki badan hukum seperti sekarang.

“Setelah 4 tahun bermain bersama anak-anak Batara dan mendampingi UMKM Bambu Papring, hari ini (kemarin, Red) legal sudah Yayasan Kampoeng Batara. ITB Widya Gama Lumajang telah memfasilitasi dan mendampingi proses hukum pendirian Yayasan Kampoeng Batara. Saya ucapkan selamat,” katanya.

Dr Ratna melanjutkan, upaya ini juga tidak lepas dari peran serta kerja keras seluruh warga setempat. Terutama Widi Nur Mahmudi, selaku pendiri dan ketua yayasan yang memperjuangkan anak-anak setempat untuk memiliki pendidikan yang sama dengan pendidikan anak-anak lainnya.

“Kami hanya menebar manfaat untuk masyarakat sekitar. Kami akan terus memberikan pendampingan selama dibutuhkan. Kampoeng Batara telah ada sebelum kami dan para penyandang CSR menunjukkan kepedulian. Sungguh kami bukan apa-apa, sedikit sumbangsih yang kami berikan semoga bisa memberikan manfaat,” katanya.

Harapannya, kerja sama yang sudah terjalin itu bisa terus meningkat. Apalagi Rektor ITB WiGa Lumajang Wijayanti Daniar Paramita SE MM rupanya juga didapuk sebagai pembina Yayasan Kampoeng Batara. ITB WiGa Lumajang terus bergerak dan menebar manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Semoga Kampoeng Batara semakin berkibar dan terus membekali anak-anak Batara dengan edukasi tanpa batas. Sehat selalu Cak Widi. Belajar cerdas tanpa batas. Semua orang adalah guru. Alam raya sekolahku,” tambahnya.

Sementara itu, Widi Nur Mahmudi mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Menurutnya, keberhasilan organisasi yang berubah menjadi yayasan merupakan berkah yang harus disyukuri. “Alhamdulillah, Kampoeng Batara dibuatkan legalitas,” pungkasnya. (kl/son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/