alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Merdeka Belajar ala Kandidat Doktor STIE Mandala

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, Radar Jember – Di Era pandemi Covid-19 ini masih ada beberapa pembatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar. Perlu metode kreatif yang diterapkan oleh tenaga pendidik agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dapat diserap dan bermanfaat. Hal itu yang dilakukan oleh Esti Nalurani S Sos MM.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Bermain Imbang atas Kabupaten Pamekasan

Sebagai salah satu dosen pengampu di STIE Mandala Jember, Cici, sapaan akrabnya, ingin memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses belajar mengajar di kampus. Di kelas yang diampunya, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Lanjutan, Cici menerapkan adanya kuliah lapang sebesar 50 persen. “Setelah mahasiswa diberikan teori dan pengarahan layaknya saat berada dalam sebuah perusahaan, kemudian mereka kami terjun ke lapangan,” kata Cici.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari hasil pemikiran dan penerapan langsung inilah, mahasiswa menjadi lebih antusias dalam menimba ilmu dan menjadi lebih mengerti implementasi atau aplikasi dari ilmu yang mereka pelajari. Tidak hanya di satu sektor saja, tapi dari berbagai sektor atau bidang yang ada di masyarakat. Kuliah lapang pertama telah dilaksanakan di perusahaan swasta dan dilakukan saat bulan Ramadan, tepatnya perusahaan tembakau TTN.

Tidak puas dengan aplikasi teori pada lingkup perusahaan, perempuan kelahiran Gresik ini menargetkan instansi pemerintah hingga organisasi. Pada kunjungan kedua ini, mahasiswa S-1 Prodi MSDM Lanjutan kelas 4MA STIE Mandala sebanyak 45 orang ini melakukan kuliah lapang di Kantor Kepala Desa Jubung, Jember.

- Advertisement -

TEGALBOTO, Radar Jember – Di Era pandemi Covid-19 ini masih ada beberapa pembatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar. Perlu metode kreatif yang diterapkan oleh tenaga pendidik agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dapat diserap dan bermanfaat. Hal itu yang dilakukan oleh Esti Nalurani S Sos MM.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Bermain Imbang atas Kabupaten Pamekasan

Sebagai salah satu dosen pengampu di STIE Mandala Jember, Cici, sapaan akrabnya, ingin memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses belajar mengajar di kampus. Di kelas yang diampunya, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Lanjutan, Cici menerapkan adanya kuliah lapang sebesar 50 persen. “Setelah mahasiswa diberikan teori dan pengarahan layaknya saat berada dalam sebuah perusahaan, kemudian mereka kami terjun ke lapangan,” kata Cici.

Dari hasil pemikiran dan penerapan langsung inilah, mahasiswa menjadi lebih antusias dalam menimba ilmu dan menjadi lebih mengerti implementasi atau aplikasi dari ilmu yang mereka pelajari. Tidak hanya di satu sektor saja, tapi dari berbagai sektor atau bidang yang ada di masyarakat. Kuliah lapang pertama telah dilaksanakan di perusahaan swasta dan dilakukan saat bulan Ramadan, tepatnya perusahaan tembakau TTN.

Tidak puas dengan aplikasi teori pada lingkup perusahaan, perempuan kelahiran Gresik ini menargetkan instansi pemerintah hingga organisasi. Pada kunjungan kedua ini, mahasiswa S-1 Prodi MSDM Lanjutan kelas 4MA STIE Mandala sebanyak 45 orang ini melakukan kuliah lapang di Kantor Kepala Desa Jubung, Jember.

TEGALBOTO, Radar Jember – Di Era pandemi Covid-19 ini masih ada beberapa pembatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar. Perlu metode kreatif yang diterapkan oleh tenaga pendidik agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dapat diserap dan bermanfaat. Hal itu yang dilakukan oleh Esti Nalurani S Sos MM.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Bermain Imbang atas Kabupaten Pamekasan

Sebagai salah satu dosen pengampu di STIE Mandala Jember, Cici, sapaan akrabnya, ingin memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses belajar mengajar di kampus. Di kelas yang diampunya, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Lanjutan, Cici menerapkan adanya kuliah lapang sebesar 50 persen. “Setelah mahasiswa diberikan teori dan pengarahan layaknya saat berada dalam sebuah perusahaan, kemudian mereka kami terjun ke lapangan,” kata Cici.

Dari hasil pemikiran dan penerapan langsung inilah, mahasiswa menjadi lebih antusias dalam menimba ilmu dan menjadi lebih mengerti implementasi atau aplikasi dari ilmu yang mereka pelajari. Tidak hanya di satu sektor saja, tapi dari berbagai sektor atau bidang yang ada di masyarakat. Kuliah lapang pertama telah dilaksanakan di perusahaan swasta dan dilakukan saat bulan Ramadan, tepatnya perusahaan tembakau TTN.

Tidak puas dengan aplikasi teori pada lingkup perusahaan, perempuan kelahiran Gresik ini menargetkan instansi pemerintah hingga organisasi. Pada kunjungan kedua ini, mahasiswa S-1 Prodi MSDM Lanjutan kelas 4MA STIE Mandala sebanyak 45 orang ini melakukan kuliah lapang di Kantor Kepala Desa Jubung, Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/