alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Airlangga Berharap Unhas Makassar Jadi Center of Excellence Wilayah Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

MAKASSAR, RADARJEMBER.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada kuliah umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan mengangkat tema “Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi melalui Dukungan Teknologi Digital”.

Dalam paparannya, Airlangga mengatakan ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan di masa pandemi ini.

Menurutnya seiring hadirnya era transformasi digital, pemerintah terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Z atau Generasi Milenial.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Selama masa pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi, yaitu di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

“Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16 persen dari PDB. Peluang besar ekonomi digital Indonesia ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Menko Airlangga, Sabtu (12/3).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan nilai US$70 miliar atau menguasai 40 persen dari pangsa ekonomi digital ASEAN. Nilai tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga mencapai US$146 miliar pada 2025.

Salah satu sektor pendatang baru yang tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia adalah sektor edutech, yang saat ini memiliki pengguna aktif dengan pertumbuhan signifikan mencapai 200 persen pada 2020.

“Pemerintah mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Namun, transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi,” ucap Menko Airlangga.

“Pengembangan talenta digital diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di Indonesia. Sehingga lulusan universitas tidak hanya berperan sebagai job seeker namun dapat juga menjadi job creator,” tegas Menko Airlangga.

- Advertisement -

MAKASSAR, RADARJEMBER.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada kuliah umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan mengangkat tema “Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi melalui Dukungan Teknologi Digital”.

Dalam paparannya, Airlangga mengatakan ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan di masa pandemi ini.

Menurutnya seiring hadirnya era transformasi digital, pemerintah terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Z atau Generasi Milenial.

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Selama masa pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi, yaitu di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

“Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16 persen dari PDB. Peluang besar ekonomi digital Indonesia ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Menko Airlangga, Sabtu (12/3).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan nilai US$70 miliar atau menguasai 40 persen dari pangsa ekonomi digital ASEAN. Nilai tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga mencapai US$146 miliar pada 2025.

Salah satu sektor pendatang baru yang tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia adalah sektor edutech, yang saat ini memiliki pengguna aktif dengan pertumbuhan signifikan mencapai 200 persen pada 2020.

“Pemerintah mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Namun, transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi,” ucap Menko Airlangga.

“Pengembangan talenta digital diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di Indonesia. Sehingga lulusan universitas tidak hanya berperan sebagai job seeker namun dapat juga menjadi job creator,” tegas Menko Airlangga.

MAKASSAR, RADARJEMBER.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada kuliah umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan mengangkat tema “Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi melalui Dukungan Teknologi Digital”.

Dalam paparannya, Airlangga mengatakan ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan di masa pandemi ini.

Menurutnya seiring hadirnya era transformasi digital, pemerintah terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Z atau Generasi Milenial.

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Selama masa pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi, yaitu di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

“Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16 persen dari PDB. Peluang besar ekonomi digital Indonesia ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Menko Airlangga, Sabtu (12/3).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan nilai US$70 miliar atau menguasai 40 persen dari pangsa ekonomi digital ASEAN. Nilai tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga mencapai US$146 miliar pada 2025.

Salah satu sektor pendatang baru yang tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia adalah sektor edutech, yang saat ini memiliki pengguna aktif dengan pertumbuhan signifikan mencapai 200 persen pada 2020.

“Pemerintah mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Namun, transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi,” ucap Menko Airlangga.

“Pengembangan talenta digital diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di Indonesia. Sehingga lulusan universitas tidak hanya berperan sebagai job seeker namun dapat juga menjadi job creator,” tegas Menko Airlangga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/