alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Latih Guru Membuat Soal AKM

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan baru dunia pendidikan yaitu adanya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), membuat tiga sekolah kejuruan negeri yaitu SMKN 6, SMKN 7, dan SMKN 8 Jember menggelar workshop penyusunan soal AKM untuk para guru literasi dan numerisasi.

Acara dengan menerapkan protokol kesehatan ini diikuti oleh sejumlah tenaga pendidik tiga SMK negeri. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, AKM adalah konsep baru dunia pendidikan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Teknisnya, kata dia, setiap sekolah diambil 45 siswa untuk mengikuti AKM. “Yang memilih itu dari pusat. Tidak harus siswa pintar, bisa siswa biasa saja, atau lainya yang ikut AKM,” tuturnya saat ditemui di Aula SMKN 6 Jember, kemarin (10/2)

Mobile_AP_Rectangle 2

Tujuan, lanjut dia, salah satunya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Ini merupakan untuk upaya memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidik dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi dari asesmen digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaraan di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Namun, kata dia, pelaksanaan AKM secara nasional ditunda karena pandemi. “Sebenarnya Maret pelaksanaannya, tapi ditunda September-Oktober,” jelasnya. Sehingga, menurut Mahrus, dengan workshop tersebut tentu menjadi hal yang baik karena memberikan pemahaman tentang pembuatan soal AKM.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan baru dunia pendidikan yaitu adanya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), membuat tiga sekolah kejuruan negeri yaitu SMKN 6, SMKN 7, dan SMKN 8 Jember menggelar workshop penyusunan soal AKM untuk para guru literasi dan numerisasi.

Acara dengan menerapkan protokol kesehatan ini diikuti oleh sejumlah tenaga pendidik tiga SMK negeri. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, AKM adalah konsep baru dunia pendidikan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Teknisnya, kata dia, setiap sekolah diambil 45 siswa untuk mengikuti AKM. “Yang memilih itu dari pusat. Tidak harus siswa pintar, bisa siswa biasa saja, atau lainya yang ikut AKM,” tuturnya saat ditemui di Aula SMKN 6 Jember, kemarin (10/2)

Tujuan, lanjut dia, salah satunya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Ini merupakan untuk upaya memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidik dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi dari asesmen digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaraan di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Namun, kata dia, pelaksanaan AKM secara nasional ditunda karena pandemi. “Sebenarnya Maret pelaksanaannya, tapi ditunda September-Oktober,” jelasnya. Sehingga, menurut Mahrus, dengan workshop tersebut tentu menjadi hal yang baik karena memberikan pemahaman tentang pembuatan soal AKM.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebijakan baru dunia pendidikan yaitu adanya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), membuat tiga sekolah kejuruan negeri yaitu SMKN 6, SMKN 7, dan SMKN 8 Jember menggelar workshop penyusunan soal AKM untuk para guru literasi dan numerisasi.

Acara dengan menerapkan protokol kesehatan ini diikuti oleh sejumlah tenaga pendidik tiga SMK negeri. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Jember Mahrus Syamsul mengatakan, AKM adalah konsep baru dunia pendidikan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Teknisnya, kata dia, setiap sekolah diambil 45 siswa untuk mengikuti AKM. “Yang memilih itu dari pusat. Tidak harus siswa pintar, bisa siswa biasa saja, atau lainya yang ikut AKM,” tuturnya saat ditemui di Aula SMKN 6 Jember, kemarin (10/2)

Tujuan, lanjut dia, salah satunya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Ini merupakan untuk upaya memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidik dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi dari asesmen digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaraan di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Namun, kata dia, pelaksanaan AKM secara nasional ditunda karena pandemi. “Sebenarnya Maret pelaksanaannya, tapi ditunda September-Oktober,” jelasnya. Sehingga, menurut Mahrus, dengan workshop tersebut tentu menjadi hal yang baik karena memberikan pemahaman tentang pembuatan soal AKM.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/