alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemerintah Optimis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi di Q4 Tahun Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tetap tumbuh positif pada Q3 tahun 2021 yaitu sebesar 3,51% secara year on year (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tetap berlanjut dan terjadi resiliensi di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 di Q3 tahun 2021.

“Q2 kasus aktif Covid-19 nya lebih rendah dibanding Q3 tahun 2021. Kita ketahui bersama di Q3 tahun 2021 kita melakukan pengereman dengan PPKM karena angka kasus harian Covid-19 yang tinggi sampai 574.315 kasus per hari. Meskipun demikian, kita masih bisa tumbuh positif terdorong oleh ekspor yang mencapai 29,16% (yoy) dan impor 30,1% (yoy),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Berita Satu TV, Rabu (10/11).

Beberapa sektor memiliki resiliensi yang cukup baik pada Q3 tahun 2021. Industri pengolahan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 3,68%, pertanian juga mengalami pertumbuhan, demikian pula kegiatan terkait properti.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini membuktikan kebijakan PPnBM mempunyai impact kepada sektor riil baik pengolahan maupun di sektor real estate,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, sektor yang tumbuh tinggi yang dibantu juga oleh supercycle harga komoditas adalah pertambangan yang tumbuh 7%, kesehatan tumbuh 14% dan perdagangan yang masih bertahan di 9%.

“Kita sangat terbantu oleh supercycle dari harga Minyak, CPO, Nikel, Tembaga, alumunium dan karet yang naik. Jadi ekspor kita terbantu juga oleh harga-harga komoditas tersebut sehingga kita masih bisa bertahan di 3,5%,” tutur Menko Airlangga.

Sementara itu, untuk mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga, Menko Airlangga menjelaskan bahwa domestic demand bergantung pada mobilitas. Seluruh provinsi saat ini berada pada level 1 dan 2. Hal ini tentu ini sangat mempengaruhi mobilitas. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar Covid-19 bisa terkendali dan pertumbuhan ekonomi bisa terus berlanjut.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tetap tumbuh positif pada Q3 tahun 2021 yaitu sebesar 3,51% secara year on year (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tetap berlanjut dan terjadi resiliensi di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 di Q3 tahun 2021.

“Q2 kasus aktif Covid-19 nya lebih rendah dibanding Q3 tahun 2021. Kita ketahui bersama di Q3 tahun 2021 kita melakukan pengereman dengan PPKM karena angka kasus harian Covid-19 yang tinggi sampai 574.315 kasus per hari. Meskipun demikian, kita masih bisa tumbuh positif terdorong oleh ekspor yang mencapai 29,16% (yoy) dan impor 30,1% (yoy),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Berita Satu TV, Rabu (10/11).

Beberapa sektor memiliki resiliensi yang cukup baik pada Q3 tahun 2021. Industri pengolahan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 3,68%, pertanian juga mengalami pertumbuhan, demikian pula kegiatan terkait properti.

“Ini membuktikan kebijakan PPnBM mempunyai impact kepada sektor riil baik pengolahan maupun di sektor real estate,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, sektor yang tumbuh tinggi yang dibantu juga oleh supercycle harga komoditas adalah pertambangan yang tumbuh 7%, kesehatan tumbuh 14% dan perdagangan yang masih bertahan di 9%.

“Kita sangat terbantu oleh supercycle dari harga Minyak, CPO, Nikel, Tembaga, alumunium dan karet yang naik. Jadi ekspor kita terbantu juga oleh harga-harga komoditas tersebut sehingga kita masih bisa bertahan di 3,5%,” tutur Menko Airlangga.

Sementara itu, untuk mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga, Menko Airlangga menjelaskan bahwa domestic demand bergantung pada mobilitas. Seluruh provinsi saat ini berada pada level 1 dan 2. Hal ini tentu ini sangat mempengaruhi mobilitas. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar Covid-19 bisa terkendali dan pertumbuhan ekonomi bisa terus berlanjut.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tetap tumbuh positif pada Q3 tahun 2021 yaitu sebesar 3,51% secara year on year (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia tetap berlanjut dan terjadi resiliensi di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 di Q3 tahun 2021.

“Q2 kasus aktif Covid-19 nya lebih rendah dibanding Q3 tahun 2021. Kita ketahui bersama di Q3 tahun 2021 kita melakukan pengereman dengan PPKM karena angka kasus harian Covid-19 yang tinggi sampai 574.315 kasus per hari. Meskipun demikian, kita masih bisa tumbuh positif terdorong oleh ekspor yang mencapai 29,16% (yoy) dan impor 30,1% (yoy),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Berita Satu TV, Rabu (10/11).

Beberapa sektor memiliki resiliensi yang cukup baik pada Q3 tahun 2021. Industri pengolahan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 3,68%, pertanian juga mengalami pertumbuhan, demikian pula kegiatan terkait properti.

“Ini membuktikan kebijakan PPnBM mempunyai impact kepada sektor riil baik pengolahan maupun di sektor real estate,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, sektor yang tumbuh tinggi yang dibantu juga oleh supercycle harga komoditas adalah pertambangan yang tumbuh 7%, kesehatan tumbuh 14% dan perdagangan yang masih bertahan di 9%.

“Kita sangat terbantu oleh supercycle dari harga Minyak, CPO, Nikel, Tembaga, alumunium dan karet yang naik. Jadi ekspor kita terbantu juga oleh harga-harga komoditas tersebut sehingga kita masih bisa bertahan di 3,5%,” tutur Menko Airlangga.

Sementara itu, untuk mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga, Menko Airlangga menjelaskan bahwa domestic demand bergantung pada mobilitas. Seluruh provinsi saat ini berada pada level 1 dan 2. Hal ini tentu ini sangat mempengaruhi mobilitas. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar Covid-19 bisa terkendali dan pertumbuhan ekonomi bisa terus berlanjut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/